Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Etika Komunikasi Dalam Berdakwah Harahap, Barkah Hadamean
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 1, No 2 (2019): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication cannot be separated from moral ties that implicitly constitute the nature of communication agents to be treated politely. The extent to which the details of communication ethics in preaching in the era of information globalization, this paper will attempt to discuss exposure regarding the intended theme. The purpose of this study. To study Da'i's Ethics in Da'wah .. The method of approach used in this research is library research, with descriptive analysis method. The results of the preacher's research when communicating should hold on to a strong ethical foundation, both an ethical foundation relating to norms that apply in society and that have been firmly implied in religion as the main source of ethics.
Makna Simbolik Komunikasi Memohon Kelancaran Pertanian Dalam Tradisi Marpanggang di Desa Siunjam Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan Harahap, Barkah Hadamean; Pulungan, Rika Amelia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi Marpanggang sebagai kearifan lokal yang merupakan warisan leluhur yang hanya dimiliki oleh masyarakat Desa Siunjam dari zaman dulu sampai sekarang. Kemudian pemaknaan terhadap simbol-simbol yang digunakan sebagai bahan dalam tradisi marpanggang yang dijelaskan dengan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi marpanggang mengandung harapan agar diberikan kesejahteraan kepada masyarakat Desa Siunjam berupa hasil panen padi yang melimpah, jauh dari kekeringan dan segala macam hama yang merusak tanaman. Prosesi dalam tradisi marpanggang dimulai dengan marpokat (musyawarah), marpanggang (memanggang ayam), marluhut di masojid (berkumpul di mesjid) membaca al-fatihah, al-ikhlas, al-falaq, an-nas, do’a, dan diakhiri dengan acara mangan-mangan. Setiap prosesi memohon kelancaran pertanian dalam tradisi marpanggang memiliki makna yang baik bagi Masyarakat dalam membina solidaritas sosial. Sedangkan makna simbolik dari masing-masing komponen tradisi marpanggang yaitu: 1) horbo (kerbau), bermakna sebagai lambang kekuatan dan kepemimpinan, 2) manuk (ayam) bermakna sebagai sifat pekerjakeras dan tidak mudah menyerah serta ayam juga bermakna sebagai pemberi peringatan berupa bahaya atau bala. 3) Indahan Nagorsing (Nasi Kuning dari Beras Ketan) bermakna sebagai bentuk kedekatan, keakraban, dan kekeluargaan. 4) Bulung Pisang (Daun Pisang) yang bermakna sebagai simbolisasi ikatan persaudaraan antar Masyarakat desa, kedamaian, ketentraman, dan kesamaan hak antar semua Masyarakat.
Peran Komunikasi Dalam Pemberdayaan Adat Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Kehidupan Moderasi Beragama di Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan Harahap, Barkah Hadamean
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunikasi dalam pemberdayaan adat Dalihan Na Tolu untuk meningkatkan kehidupan moderasi beragama di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Fokus utama penelitian ini adalah menggambarkan kondisi adat dan budaya masyarakat, menganalisis kehidupan moderasi beragama, serta mengeksplorasi bagaimana komunikasi, khususnya antara tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, berperan dalam pemberdayaan potensi adat Dalihan Na Tolu untuk mencapai keharmonisan sosial. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang memadukan pengabdian dan penelitian dengan tujuan memberdayakan masyarakat untuk mengatasi tantangan yang ada serta mengoptimalkan potensi lokal guna membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berbasis adat Dalihan Na Tolu, yang menjadi warisan tradisi masyarakat Batak Angkola, tetap dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat, baik yang beragama Islam maupun Kristen di Kecamatan Sipirok. Kehidupan moderasi beragama berjalan dengan harmonis, tercermin dari kerja sama yang erat antar kelompok masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan keagamaan. Penguatan komunikasi dalam pemberdayaan adat Dalihan Na Tolu dilakukan melalui sosialisasi nilai-nilai tradisional dan budaya masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi yang efektif dalam pemberdayaan tradisi lokal, seperti Dalihan Na Tolu, berperan strategis dalam memperkuat moderasi beragama, menciptakan harmoni sosial, dan memperkokoh keberagaman dalam masyarakat multikultural.
Nilai-Nilai Komunikasi Dalam Tradisi Penyembelihan Kerbau Sebagai Upacara Adat Kematian Pada Masyarakat Batak Angkola di Desa Hadungdung Adelina, Rahma; Harahap, Barkah Hadamean
Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum Vol. 2 No. 5 (2025): SAINMIKUM : Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum, Oktober 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/sainmikum.v2i5.1276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai komunikasi dalam tradisi penyembelihan kerbau sebagai bagian dari upacara adat kematian masyarakat Batak Angkola di Desa Hadungdung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dari wawancara dengan tokoh agama, tokoh adat, harajaon, hatobangon, dan masyarakat setempat, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan karya ilmiah terkait. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan observasi, triangulasi, pendampingan oleh dosen pembimbing, serta penggunaan referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi penyembelihan kerbau mengandung nilai-nilai komunikasi verbal, nonverbal, dan simbolik yang mencerminkan rasa hormat, solidaritas, kebersamaan, serta nilai religius berupa sedekah. Secara simbolik, kerbau melambangkan kekuatan, kesuburan, dan kelimpahan hidup; darah bermakna pengorbanan dan penyucian; parang menjadi simbol pemisah antara kehidupan duniawi dan akhirat; sedangkan tulan riccan (daging paha) dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap kematian dan status janda bagi istri yang ditinggalkan. Simbolisme ini memperkuat identitas budaya dan menjaga warisan leluhur masyarakat Batak Angkola, sehingga tradisi tersebut tetap lestari di tengah arus modernisasi.