Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Masjid sebagai Ruang Representasi Publik: Kajian tentang Praktik Sosial dan Pemberdayaan Umat Fikri, Miftakhul; Nadhilah K, Hajidah Fildzahun
Jurnal Dakwah Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.23.1.22.1

Abstract

Studi ini mengekplorasi praktik sosial dalam konsumsi ruang masjid dalam kerangka ruang representasi. Penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di Masjid Babah Alun. Penelitian ini mengungkapkan bahwa praktek sosial yang dilakukan oleh masyarakat dalam konsumsi ruang di Masjid Babah alun memiliki beberapa aktivitas dalam konsep ruang representasi. Masjid babah Alun tidak hanya untuk aktivitas beribadah saja tetapi banyak pemaknaan pada aktivitas representasi yang diproduksi sebagai ruang rekreasi, bersosiasisasi, belajar, tranformasi budaya dan ruang ekonomi. Temuan tersebut memberikan pesan bahwa Masjid dalam tatanan ruang produksi sosial tidak hanya sekedar sebagai sarana beribadah semata, tetapi banyak aspek untuk bisa diproduksi untuk mendorong dan mendukung upaya pemberdayaan umat. Keyword: Konsumsi Ruang, Produksi Ruang Sosial, Ruang Repesentasi, Masjid Babah Alun, Pemberdayaan umat This study explores social practices in the consumption of mosque space within the framework of representational space. This research using a case study approach was carried out at Babah Alun Mosque. This study revealed that social practices carried out by the community in space consumption at Babah Alun Mosque have several activities in the concept of representation space. Babah Alun Mosque is not only for worship activities, but also has a lot of meaning in representational activities that are produced as a space for recreation, socializing, learning, cultural transformation and economic space. These findings give a message that the mosque in the social production space is not only a means of worship, but there are many aspects that can be produced to encourage and support efforts to empower the people.
BRANDING POLITIK CALON GUBERNUR JAWA BARAT PADA AKUN INSTAGRAM @dedimulyadi71 Fikri, Miftakhul
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 3 No 1 (2024): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v3i1.7944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konten branding politik calon gubernur Jawa Barattahun 2024 dari akun milik Dedi Mulyadi di Instagram. Penelitian ini mengidentifikasi akun@dedimulyadi71 yang secara aktif mengunggah unggahan tentang branding politiknya. Haltersebut dikarenakan Dedi Mulyadi menjadi calon gubernur yang kuat di Jawa Barat selainRidwan Kamil. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat empat unggahan dari akun @dedimulyadi71 cenderungmenggunakan foto dengan teks yang bersifat informal. Unggahan dari akun @dedimulyadi71bisa memperlihatkan kegiatan kampanye sebagai brand identity, pertemuan dengan pemimpinpartai sebagai brand image, pertemuan dengan warga sebagai brand personality, dan kegiatanpendampingan hukum sebagai brand equity. Secara keseluruhan, unggahan dari akun@dedimulyadi71 menghasilkan temuan untuk pembentukan branding politik sebagai calongubernur Jawa Barat tahun 2024. Akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa brandingpolitik dari akun @dedimulyadi71 berhasil dilakukan melalui empat unggahan yang secaratidak langsung berkaitan dengan pencalonan gubernur Jawa Barat tahun 2024.
REPRESENTASI CITRA POLITIK CALON GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2024 DI TIKTOK Fikri, Miftakhul; Dimas Akhsin Azhar; Slamet Parsono
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 3 No 2 (2025): Januari
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v3i1.8422

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah terpadat di Indonesia dan memiliki pengaruh politik yang besar, menjadikan kampanye gubernur sebagai dorongan strategis bagi partai politik dan calon pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana calon Gubernur Jawa Barat pada tahun 2024 mengkonstruksi citra politiknya melalui platform TikTok, khususnya mengadaptasi simbol, bahasa, dan narasi terhadap aspirasi masyarakat . Pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan untuk mengungkap makna di balik tanda-tanda yang ditampilkan, seperti representament, object, interpretant dan hubungannya dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik calon gubernur dirancang secara cermat untuk menghubungkan citra mereka dengan tradisi, budaya, dan identitas lokal masyarakat Jawa Barat. Melalui analisis simbol semiotika, penggunaan unsur budaya seperti seni tradisional, bahasa Sunda, dan simbol agama ditemukan menjadi alat penting dalam membangun hubungan emosional dengan penonton. Sebagai media interaktif, platform TikTok memungkinkan menyebarkan pesan dengan cepat dan efektif kepada pemilih muda sekaligus menciptakan ruang dialog politik yang lebih inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa citra politik yang ditampilkan di media sosial tidak hanya mencerminkan strategi komunikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa politik identitas dan budaya lokal merupakan elemen penting dalam konflik politik kontemporer. Kajian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami peran media digital dalam membentuk narasi politik di Indonesia, khususnya dalam konteks lokal yang kaya akan makna budaya.
Discourse about The News of Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia on Instagram: Discourse Analysis on The Posts of @detikcom Account Fikri, Miftakhul
COMMUSTY Journal of Communication Studies and Society Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/commusty.v3i1.5053

Abstract

The dissemination of information related to reporting on the Ibu Kota Negara (IKN) has been carried out by several national media accounts one of which is the @detikcom. This research aims to find out how the discourse construction is built by the @detikcom on Instagram regarding the report of IKN. This research is qualitative where the research was carried out analyzing the text in the @detikcom posts regarding the report ofIKN. This research method uses discourse analysis by Teun Van Djik where text analysis in Instagram posts can be analyzed using textual analysis (macro structure, superstructure, and microstructure), social cognition analysis and social context analysis. The results of this research found three posts that had a lot of interactions related to IKN news such as flying cars at IKN and the IKN development process. In textual analysis, discourse construction was found with news titles, sentences and special words that were sensational and could attract public attention. Furthermore, the social cognition analysis found posts from the @detikcom produced by text creators which played a very important role in shaping the discourse of IKN news. Then the social context analysis shows that there are differences between the @detikcom and local media accounts in forming the report of IKN. Finally, this research concludes that the @detikcom has formed a discourse on IKN reporting which can indirectly influence public perception.