Abstrak Dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif ekonomi moneter terhadap LKM diperoleh gambaran sebagai berikut: (a) Keberadaan LKM diakui masyarakat memiliki peran strategis sebagai intermediasi aktivitas perekonomian yang selama ini tidak terjangkau jasa pelayanan lembaga perbankan umum atau bank konvensional, (b) Secara factual pelayanan LKM telah menunjukkan keberhasilan, namun keberhasilannya masih belum bias di anggap pas pada usaha-usaha ekonomi non pertanian. Perkreditan LKM untuk usahatani belum mendapat prioritas, hal itu ditandai oleh relatif kecilnya plafon (alokasi dana) untuk mendukung usahatani, yakni kurang dari 10 % terhadap total plafon LKM, (c) Faktor kritis dalam pengembangan LKM sector pertanian terletak pada aspek legalitas kelembagaan, kapabilitas pengurus, dukungan seed capital, kelayakan ekonomi usaha tani, karakteristik usahatani dan bimbingan teknis nasabah/pengguna jasa layanan LKM, (d) Untuk memprakarsasi penumbuhan dan pengembangan LKM pertanian diperlukan adanya pembinaan peningkatan kapabilitas bagi SDM calon pengelola LKM, dukungan penguatan modal dan pendampingan teknis kepada nasabah pengguna kredit. Upaya pengentasan kemiskinan dapat dilakukan antara lain dengan memutus mata rantai kemiskinan itu sendiri, diantaranya adalah dengan pemberian akses yang luas terhadap sumber-sumber pembiayaan bagi Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang pada dasarnya merupakan bagian dari masyarakat miskin yang mempunyai kemauan dan kemampuan produktif. Meskipun kontribusi UKM dalam PDB semakin besar, namun hambatan yang dihadapinya besar pula, diantaranya kesulitan mengakses sumber-sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga keuangan formal. Kata Kunci: LKM, Perbankan, Usahatani, Seed capital Abstract Using a qualitative descriptive analysis of the MFI monetary economics obtained a description as follows: (a) the existence of MFIs recognized community has a strategic role as intermediary in economic activity that has not affordable public services banking institutions or conventional banks, (b) In factual service for MFIs have shown success, but success is still not considered appropriate bias on the efforts of non-agricultural economy. MFI lending to farming has not received the priority, it is characterized by a relatively small number ceiling (allocation) to support farming, which is less than 10% of the total ceiling of MFIs, (c) a critical factor in the development of the agricultural sector MFIs located on the legality of the institutional aspects, capabilities administrators, support for seed capital, the economic viability of farming, farm characteristics and technical assistance clients / service users MFI, (d) To initiate the growth and development of agriculture MFI is required for fostering enhanced capabilities for HR candidates MFIs, support the strengthening of capital and technical assistance customer credit users. Poverty alleviation can be done for example by breaking the chain of poverty itself, such as by granting broad access to sources of finance for Small and Micro Enterprises (SMEs) which is basically a part of the poor who have the willingness and ability to productively. Although the contribution of SMEs in GDP bigger, but the greater the obstacles it faces, including difficulty accessing sources of financing from formal financial institutions. Keywords: MFI, Banking, Farm, Seed capital