This Author published in this journals
All Journal Jurnal Paradigma
Dr. H. Sulhan Hamid A. Ghani, M.Pd
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARADIGMA PENAFSIRAN AL-QUR’AN PERSPEKTIF PENDIDIKAN: Paradigma Penasiran al-Qur’an Dr. H. Sulhan Hamid A. Ghani, M.Pd
Jurnal Paradigma Vol 8 No 1 (2019): Nopember
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53961/jurnalparadigma.v8i1.31

Abstract

Al-qur’an diturunkan sebagai Rahmat seluruh alam, oleh karena itupetunjuknya haruslah menyangkut seluruh aspek kehidupan manusiadiseluruh alam. Petunjuk dapat dipahami dari memahami teks-teksyang terkandung dalam al-Qur’an itu sendiri.Aspek-aspek kehidupan manusia yang semestinya mendapatpencerahan dari pemahaman terhadap al-Qur’an antara lain segi :Hukum, Pergaulan Manusia, Pembentukan karakter dan teknikpembentukan masyarakat kecil, juga pengakuan terhadap budayalokal dan kebiasaan yang ada termasuk dalam aspek pendidikan.Para ulama’ telah berusaha untuk melaksanakan pemahaman itudengan melalui berbagai cara dan pendekatan, ada pendekatanBahasa, termasuk bahasa sharaf, ada pendekatan kebiasaan suku arab,ada pendekatan sebab nuzul ayat dan sebagainya.Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban : Bagaimana paraulama’ dalam usaha menafsirkan al-Qur’an dengan pendekatanpendidikan?. Dengan penelitian ini diharapkan dapat diketahui sejauhmana peran ulama dahulu dalam berusaha memahami al-Qur’anmelalui pendekatan pendidikan.Jenis penelitian ini adalah literature dengan membandingkan berbagaisumber bacaan yang diperoleh kemudian dianalisis dan disimpulkan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para ulama telahberusaha untuk memahami al-Qur’an dengan berbagai pendekatandan metode, oleh karena itu telah melahirkan berbagai macam tafsiral-Qur’an, antara lain Tafsir bil Ri’ji, Tafsir bil Ma’tsur, TafsirMaudu’I dan lain-lain.Secara garis besarnya belum ada ulama yang menafsirkan al-Qur’ansecara menyeluruh dari pendekatan pendidikan.