Kuswiradyo, Primatar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN ALGORITMA PERGERAKAN UNMANNED AERIAL VEHICLE ADAPTIF BERBASIS DEEP Q-NETWORK TERHADAP GANGGUAN ANGIN Hurairah, Abi; Kuswiradyo, Primatar; Mustofa, Ali
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)sebagai stasiun pangkalan udara sementara dalamskenario respons bencana sangat dibatasi oleh kapasitasbaterai. Strategi penjagaan posisi (station-keeping)konvensional seringkali tidak efisien secara energetik,terutama saat menghadapi gangguan angin yang dinamis.Penelitian ini mengusulkan dan mengevaluasi sebuahalgoritma adaptif, WIND-DQN, yang berbasisReinforcement Learning (RL) untuk membuat trayektoriUAV secara otonom. Tujuan utamanya adalah untukmenyeimbangkan antara efisiensi konsumsi daya danstabilitas cakupan layanan terhadap pengguna di darat.Kinerja agen DQN dievaluasi secara komparatif terhadapstrategi baseline reaktif Return-to-Goal (RTG) padaberbagai skenario angin yang realistis. Hasil evaluasisecara meyakinkan menunjukkan bahwa agen DQNsecara konsisten lebih unggul dalam efisiensi energi,dengan penghematan daya mencapai 8% hingga 20%dibandingkan baseline. Keberhasilan ini berakar padakemampuan agen untuk mengekstraksi danmengeksploitasi prinsip fisika non-intuitif darilingkungannya, yaitu bahwa mempertahankan gerakantranslasi berkelanjutan lebih hemat energi daripada diam(hovering). Selain itu, agen DQN menunjukkankemampuan untuk melakukan kompromi (trade-off)cerdas antara akurasi posisi dan konsumsi daya. Kebijakanyang dipelajari bersifat adaptif, di mana agen menerapkanstrategi yang berbeda secara fundamental pada kondisiangin signifikan dan minimal. Penelitian inimendemonstrasikan bahwa pendekatan RL mampumenghasilkan solusi kontrol yang lebih baik, melampauistrategi reaktif berbasis aturan yang bersifat heuristik.Kata Kunci— Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Deep QNetwork (DQN), Reinforcement Learning, EfisiensiEnergi, Respons Bencana, Trayektori.
Task Offloading Adaptif dan Pembagian Sumber Daya dalam Jaringan Cloud-Edge Menggunakan Deep Reinforcement Learning Khoyudia, William; Kuswiradyo, Primatar; Rahmadwati, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proliferasi perangkat Internet of Things (IoT) dan kemajuan perangkat seluler cerdas menghasilkan lonjakan permintaan aplikasi seluler yang padat komputasi dan sensitif terhadap latensi, seperti Augmented Reality, pemrosesan industri real-time, dan kota pintar. Arsitektur komputasi awan tradisional yang tersentralisasi tidak lagi memadai untuk memenuhi persyaratan tersebut, karena jarak geografis yang jauh dari pengguna akhir menimbulkan latensi dan konsumsi energi yang tinggi. Makalah ini mengusulkan kerangka pengambilan keputusan berbasis Deep Reinforcement Learning untuk masalah task offloading adaptif dan pembagian sumber daya dalam jaringan cloud-edge dua tingkat. Jaringan dimodelkan dengan satu node cloud berkapasitas tinggi dan beberapa node edge berlatensi rendah yang terhubung secara vertikal maupun horizontal, dengan latensi komputasi dan komunikasi dimodelkan menggunakan teori antrian M/M/1. Masalah minimasi latensi rata-rata sistem diformulasikan sebagai Markov Decision Process dengan ruang aksi kontinu yang mencakup fraksi offloading beban kerja antar node dan jumlah server aktif. Kami mengusulkan algoritma Twin Delayed Deep Deterministic Policy Gradient yang diperluas dengan mekanisme warm-up Weighted Action, yang memandu eksplorasi awal berdasarkan kapasitas node guna menghasilkan transisi berkualitas lebih tinggi dalam replay buffer dan mempercepat konvergensi. Sebagai pembanding, Simulated Annealing diimplementasikan sebagai baseline mendekati optimal. Pendekatan yang diusulkan mempelajari kebijakan offloading mendekati optimal secara online tanpa memerlukan pengetahuan eksplisit tentang statistik sistem, sekaligus mempertahankan kepatuhan terhadap batasan kapasitas dan latensi yang ditetapkan. Index Terms—Deep Reinforcement Learning, Jaringan Cloud-Edge, Mobile Edge Computing, Task Offloading, Optimasi Latensi, Pembagian Sumber Daya
Memprediksi Blocking Event Pada Jaringan Optik Elastis Berbasis Deep Learning Nabighah, Muhammad Adib; Partiansyah, Fakhriy Hario; Kuswiradyo, Primatar
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan trafik internet yang masif mendorong transisi menuju Elastic Optical Networks (EONs) yang menawarkan efisiensi spektrum melalui flexible grid. Namun, fenomena fragmentasi spektrum menjadi tantangan utama yang memicu terjadinya blocking event pada koneksi baru. Penelitian ini mengevaluasi performa model Deep Learning berbasis Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi Access Blocking Probability (ABP) pada Elastic Optical Network (EON) menggunakan fitur traffic load, resource utilization, external fragmentation, entropy fragmentation, dan timestamp. Pengujian dilakukan pada dua skenario hiperparameter untuk membandingkan fungsi aktivasi ReLU dan LeakyReLU. Seluruh model menggunakan Batch Normalization dan Dropout 0,2 untuk meningkatkan stabilitas pelatihan dan kemampuan generalisasi. Skenario pertama menggunakan optimizer Adam selama 50 epoch, sedangkan skenario kedua menggunakan AdamW, Huber Loss, learning rate 0,01, dan 100 epoch. Pada kedua skenario, kurva training loss dan validation loss menunjukkan konvergensi yang cepat tanpa indikasi overfitting. Hasil pengujian menunjukkan bahwa LeakyReLU secara konsisten mengungguli ReLU. Pada skenario pertama, LeakyReLU memperoleh (R2) Score 0,9710, MAE 0,003042, dan RMSE 0,005372, lebih baik dibandingkan ReLU dengan (R2) Score 0,9610, MAE 0,003841, dan RMSE 0,006041. Pada skenario kedua, LeakyReLU kembali memberikan performa terbaik dengan (R2) Score 0,9672, MAE 0,003438, dan RMSE 0,005841. Analisis SHAP menunjukkan bahwa external fragmentation dan entropy fragmentation merupakan fitur yang paling berpengaruh terhadap prediksi ABP, sementara LeakyReLU menghasilkan representasi fitur yang lebih seimbang. Secara keseluruhan, model DNN dengan LeakyReLU pada skenario pertama memberikan kombinasi terbaik antara akurasi, stabilitas pelatihan, dan kemampuan generalisasi. Kata kunci: Elastic Optical Networks, Fragmentation, Deep Learning, Routing and Spectrum Allocation (RSA), Blocking Probability