Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Linieritas Rangkaian R-2R Ladder DAC Menggunakan Algoritma Genetika Widodo, Arif .
INAJEEE (Indonesian Journal of Electrical and Electronics Engineering) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajeee.v1n1.p7-11

Abstract

Abstrak - rangkaian R-2R ladder digital-to-analog converter (DAC) adalah rangkaian elektronika sederhanayang dapat dibuat dengan dua nilai resistor serta banyak digunakan untuk proses konversi nilai digital keanalog secara langsung. Pemilihan nilai serta penempatan resistor pada rangkaian ini sangat berpengaruhpada linieritas sinyal hasil konversi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam merancangrangkaian R-2R ladder DAC dengan linieritas yang medekati optimal menggunakan komponen resistor yangada di pasaran. Dengan bantuan algoritma genetika, komponen resistor yang ada dapat dirangkai sedemikianrupa sehingga menghasilkan rangkaian DAC dengan nilai integral non-linearity (INL) yang mendekatioptimal. Hasil yang didapatkan dari simulasi rangkaian DAC dengan jumlah bit 6 sampai 12 menunjukkanbahwa algoritma genetika dapat digunakan untuk mengoptimalkan linieritas rangkaian R-2R ladder DACdengan INL hingga di bawah 0.5 LSB dalam waktu kurang dari 1.5 menit.Kata Kunci: algoritma genetika, R-2R ladder, digital-to-analog converter, integral non-linearityAbstract - R-2R ladder digital-to-analog converter (DAC) is a simple electronic circuit that can beimplemented with only two resistor values. It is used for converting digital values to analog voltagedirectly. The resistor selection and placement in this circuit have a significant effect on the DAClinearity. This research aims to provide solution in designing R-2R ladder DAC circuit with close-tooptimumlinearity using only resistors available on the market. With the help of genetic algorithm, theexisting resistors can be sequenced in such a way to produce a DAC circuit with close-to-optimumintegral non-linearity (INL). The results obtained from the simulation using 6 to 12 bits DAC circuitsshow that the genetic algorithm can be used to optimize the linearity of R-2R ladder DAC with INLless than 0.5 LSB in less than 1.5 minutes.Keywords: genetic algorithm, R-2R ladder, digital-to-analog converter, integral non-linearity
Wireless Body Area Networks dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Teknologi m-Health Puspitaningayu, Pradini .; Widodo, Arif .; Yundra, Eppy .
INAJEEE (Indonesian Journal of Electrical and Electronics Engineering) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajeee.v1n1.p24-30

Abstract

Abstrak – Dunia digital kini telah sampai pada era di mana begitu banyak unsur fisik dapat terhubung dandimonitor secara jarak jauh dengan penggunaan sensor yang terhubung dalam suatu jaringan komunikasinirkabel yang berbasis internet (internet of things). Pelayanan kesehatan juga tak luput dari sorotanpenggunaan IoT terutama dengan meningkatnya berbagai isu penyakit kronis yang dapat menurunkanharapan hidup manusia. Jaringan yang secara khusus menggunakan berbagai sensor yang ditempatkan padatubuh manusia ini disebut wireless body area network (WBAN). Artikel ini mengulas tentang bagaimanaperkembangan WBAN dalam menjawab berbagai kebutuhan peningkatan layanan kesehatan secarakomprehensif dan kontinyu tanpa terhalang keterbatasan jarak dan waktu antara pasien dengan paramedis.Teknologi pemantauan kesehatan yang bersifat mobile (m-Health) terus dikembangkan demi meningkatkanefektivitas dan efisiensi layanan kesehatan. Berbagai isu dan tantangan juga dikemukakan sehingga dapatmenjadi telaah referensi untuk berbagai penelitian lanjutan.Kata Kunci: WBAN, IoT, WSN, pelayanan kesehatan, jaringan sensor  Abstract – The digital world has now arrived in an era where every physical thing can be remotelymonitored by using sensors connected to an internet-based wireless communication network (internetof things). Health care services is also become a concern for the development of this service especiallybecause the increasing chronic health problem which can decrease the life expectancy. The networkwhich specifically worked by a set of sensors which attached around human’s body is called wirelessbody area network (WBAN). This article is meant to discuss about the development of WBAN insolving various health care services comprehensively and continuously without any restrictions relatedto distance and time between the patient and the paramedics. Mobile health monitoring (m-Health)continues to be developed to improve the effectivity and efficiency of health care services. Issues andopen challenges are also discussed in the article as a reference for the further researches.Keywords: WBAN, IoT, WSN, health care service, sensor networks
Wireless Body Area Networks dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Teknologi m-Health Puspitaningayu, Pradini .; Widodo, Arif .; Yundra, Eppy .
INAJEEE (Indonesian Journal of Electrical and Electronics Engineering) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajeee.v1n1.p24-30

Abstract

Abstrak – Dunia digital kini telah sampai pada era di mana begitu banyak unsur fisik dapat terhubung dandimonitor secara jarak jauh dengan penggunaan sensor yang terhubung dalam suatu jaringan komunikasinirkabel yang berbasis internet (internet of things). Pelayanan kesehatan juga tak luput dari sorotanpenggunaan IoT terutama dengan meningkatnya berbagai isu penyakit kronis yang dapat menurunkanharapan hidup manusia. Jaringan yang secara khusus menggunakan berbagai sensor yang ditempatkan padatubuh manusia ini disebut wireless body area network (WBAN). Artikel ini mengulas tentang bagaimanaperkembangan WBAN dalam menjawab berbagai kebutuhan peningkatan layanan kesehatan secarakomprehensif dan kontinyu tanpa terhalang keterbatasan jarak dan waktu antara pasien dengan paramedis.Teknologi pemantauan kesehatan yang bersifat mobile (m-Health) terus dikembangkan demi meningkatkanefektivitas dan efisiensi layanan kesehatan. Berbagai isu dan tantangan juga dikemukakan sehingga dapatmenjadi telaah referensi untuk berbagai penelitian lanjutan.Kata Kunci: WBAN, IoT, WSN, pelayanan kesehatan, jaringan sensor  Abstract – The digital world has now arrived in an era where every physical thing can be remotelymonitored by using sensors connected to an internet-based wireless communication network (internetof things). Health care services is also become a concern for the development of this service especiallybecause the increasing chronic health problem which can decrease the life expectancy. The networkwhich specifically worked by a set of sensors which attached around human’s body is called wirelessbody area network (WBAN). This article is meant to discuss about the development of WBAN insolving various health care services comprehensively and continuously without any restrictions relatedto distance and time between the patient and the paramedics. Mobile health monitoring (m-Health)continues to be developed to improve the effectivity and efficiency of health care services. Issues andopen challenges are also discussed in the article as a reference for the further researches.Keywords: WBAN, IoT, WSN, health care service, sensor networks