Tindak pidana pencurian dengan pemberatan merupakan tindak pidana yang sering terjadi di wilayah hukum Polres Brebes, karena disebabkan oleh beberapa faktor. Polri tidak mampu bekerja sendiri, namun perlunya dukungan dari pihak lain. Berdasarkan pasal 3 ayat (1) undang-undang nomor 2 tahun 2002 dinyatakan bahwa “pengemban fungsi kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang dibantu oleh : Kepolisian Khusus; Penyidik Pegawai Negeri Sipil; dan Bentuk-bentuk pengamanan Swakarsaâ€. Salah satu bentuk pengamanan swakarsa yaitu Satuan Pengamanan yang merupakan tanggung jawab langsung Satuan Binmas. Maka dilakukanlah penelitian berkaitan dengan peran Satuan Binmas terhadap pembinaan Satuan Pengamanan dalam mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Ruang lingkup permasalahan yaitu gambaran tindak pidana pencurian dengan pemberatan, upaya satuan Binmas terhadap pembinaan satuan pengamanan dalam mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi peran Satuan Binmas terhadap pembinaan Satuan Pengamanan dalam mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual yaitu konsep peran, Satuan Binmas, pembinaan, Satuan Pengamanan, pencurian dengan pemberatan, beserta 2 teori yaitu pencegahan kejahatan dan manajemen sebagai pisau analisisnya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang ada kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil yang ditemukan oleh penulis diataranya adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan masih sering terjadi dan tergolong tinggi, tempat dan jumlah kerugian terbanyak yaitu tempat yang harus adanya kehadiran Satuan Pengamanan, dan peran Satuan Binmas terhadap pembinaan Satuan Pengamanan dalam mecegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan belum berjalan dengan baik, karena disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.