Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KARAKTERISTIK MUTU DAN FISIK BIJI KOPI ARABIKA DENGAN BEBERAPA METODA PENGOLAHAN DI KABUPATEN SIMALUNGUN PROPINSI SUMATERA UTARA Retmono Agung Winarno; Mawar Indah Perangin-angin
Agrica Ekstensia Vol 14 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.127 KB) | DOI: 10.55127/ae.v14i1.42

Abstract

Some of the problems in developing coffee in Simalungun, one of which is the low quality of the product. Determinants of coffee quality are influenced by geographical indications of the origin of coffee and how the coffee is processed. The purpose of this research is to determine the quality characteristics and physical characteristics of coffee beans produced from several locations in Simalungun Regency, North Sumatra with various coffee processing methods. The material used is red cherry Arabica from several locations in Simalungun namely Raya District, Purba District, and Dolok Pardamean District, with a variety of processing methods (dry method, semi-wash method, full wash method, and honey method). The parameters observed included quality characteristics based on SNI 01-2907-2008 and physical characteristics, including seed weight, color and yield of coffee beans. The results showed that the quality characteristics of coffee beans based on SNI 01-2907-2008 varied, namely classified in quality 2, quality 3, quality 4b, quality 5, quality 6 and there were treatments on coffee beans that do not include into SNI standards. The physical characteristics produced were weight per seed ranged from 0.163 to 0.197 gram, color is fresh and green, and the yield value ranges from 13.19% to 21.48%.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA BIJI KOPI ARABIKA DENGAN BEBERAPA METODA PENGOLAHAN di KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA RETMONO AGUNG WINARNO; Mawar Indah BR Berangin-angin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.089 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1701

Abstract

Coffee in North Sumatra have an important meaning in the socio-economic aspects of people's lives. One of the problems with developing coffee in Simalungun is the low quality of products. Determinants of coffee quality are influenced by geographical indications of the origin of coffee and how the coffee is processed. The purpose of this study was to determine the chemical characteristics of coffee beans produced from several locations in Simalungun Regency, North Sumatra with various coffee processing methods. The material used is red cherry Arabica coffee fruit taken from several locations, namely Raya District, Purba District and Dolok Pardamean District, with a variety of processing methods (dry method, semi-wash method, full-wash method, and honey method). The observed parameters where the chemical characteristics of coffee bean, including water content, caffeine content, ash content, and free fatty acid content. The results showed that the characteristics of the chemical properties of coffee beans produced by various processing methods were not different. Caffeine levels of coffee beans ranged from 7808.71 mg / kg the lowest to the highest 10422.11 mg / kg. Ash content ranged from 3.71%, the lowest to the highest 4.4%. Free fatty acid content from three district an average was 0.06%.
KARAKTERISTIK MUTU SENSORI BIJI KOPI ARABIKA DENGAN VARIASI SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN Perangin-Angin, Mawar Indah Br; Winarno, Retmono Agung
Agrica Ekstensia Vol 18 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i1.196

Abstract

Setiap varietas kopi pasti mempunyai citarasa atau karakteristik yang berbeda. Perlakuan yang berbeda pada penyangraian juga akan menjadi salah satu penentu karakteristik khas kopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik mutu sensori biji kopi arabika menggunakan variasi suhu dan lama penyangraian. Buah kopi yang digunakan adalah buah kopi arabika varietas gayo yang diolah menjadi green bean dengan metode semi basah. Metode penelitian dengan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu faktor suhu penyangraian, dan lama penyangraian. Perlakuan penyangraian dilakukan dengan tiga tingkat suhu (160 0C, 170 0C, dan 180 0C) dan tiga waktu lama penyangraian (14 menit, 17 menit, dan 20 menit). Parameter yang dianalisis meliputi tingkat kesukaan oleh panelis tidak terlatih, tingkat kesukaan oleh panelis terlatih, dan karakteristik mutu sensori berupa analisis deskripitif kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, yaitu: a) Berdasarkan pengujian oleh panelis tidak terlatih, didapatkan bahwa perlakuan A3B2 (suhu 180 0C, waktu 17 menit) menghasilkan bubuk kopi dengan tingkat kesukaan tertinggi dengan nilai 2,80; b) Berdasarkan pengujian oleh panelis terlatih, disimpulkan bahwaperlakuan A2B3 (suhu 170 0C, waktu 20 menit), menghasilkan bubuk kopi dengan mutu terbaik dengan nilai 88,75; dan c) Deskriptif kuantitatif seduhan kopi dari ketiga perlakuan proses penyangraian paling disukai (A3B2, A2B3, dan A3B3) mempunyai profil yang mirip.
The Effect of Knowledge, Motivation, Marketing Ease Expectation, and Income Expectation on Interest of Hydroponic Vegetable Entrepreneurship in the Region Winarno, Retmono Agung
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 7 No 3 (2024): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v7i3.3877

Abstract

This study aims to discover the knowledge, motivation, marketing ease expectation, and income expectation of the interest in hydroponic vegetable entrepreneurship. The development of hydroponic agriculture as a land utilization measure requires direction and the support of knowledge about hydroponics. This method used was quantitative with questionnaires on the studied variables. In this study, researchers took 114 respondents in Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. The analysis of this study used a structural Equation Model (SEM) approach with the help of smart PLS. The results explained that interest in hydroponic entrepreneurship is influenced by marketing ease expectations, income expectations, motivation, and knowledge.
Pemberdayaan Petani melalui Penyuluhan Pemanfaatan Keong Mas sebagai POC: Evaluasi Rancangan Penyuluhan Widhya Tamara; Nurliana Harahap; Retmono Agung Winarno
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1084

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan penyuluhan untuk merubah sikap petani dalam memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) pada tanaman padi sawah di Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Keong mas selama ini dikenal sebagai hama tanaman padi yang menyebabkan kerusakan pada fase awal pertumbuhan tanaman. Namun, keong mas memiliki kandungan unsur hara yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan penyuluhan pertanian yang meliputi identifikasi potensi wilayah, penyusunan rancangan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengurus kelompok tani padi sawah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat penerimaan seluruh rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,71% dengan kategori sangat efektif. Tingkat penerimaan terhadap materi penyuluhan, metode, media, volume kegiatan, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan juga berada pada kategori sangat efektif. Selain itu, jumlah petani yang bersedia memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku POC mencapai 56,41% atau sebanyak 22 orang dari total responden, sehingga telah melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan petani mengenai pemanfaatan keong mas sebagai pupuk organik cair, tetapi juga merubah sikap petani memanfaatkan keong mas sebagai POC. Dengan demikian, pemanfaatan keong mas sebagai pupuk organik cair dapat menjadi alternatif pemberdayaan petani dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
The Integration of the Teaching Factory (TEFA) in Fostering an Entrepreneurial Spirit as an Effort to Cultivate a Generation of Job Creators in the Modern Industrial Era Retmono Agung Winarno
Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijaea.v5i2.16556

Abstract

The integration of Teaching Factory (TEFA) in vocational education has become an important strategy in addressing the challenges of the modern industrial era, which requires human resources not only to be job-ready but also capable of creating employment opportunities. The practice-based and industry-oriented TEFA approach is considered effective in fostering students’ entrepreneurial spirit through direct learning experiences in production activities, business management, and marketing. This study aims to analyze the effect of Teaching Factory (TEFA) implementation on the development of entrepreneurial spirit as an effort to create a generation of job creators in the modern industrial era. The study employed a descriptive quantitative approach involving 50 student respondents. Data analysis techniques included descriptive analysis, validity testing, reliability testing, and simple linear regression using SPSS 25.0 for Windows. The results showed that the implementation of TEFA was categorized as high with an average score of 3.94. The activity objectives aspect obtained the highest score of 4.06, while the facilities and infrastructure aspect obtained the lowest score of 3.82. The validity test indicated that all statement items were valid with rcount > rtable (0.361), while the reliability test produced a Cronbach’s Alpha value of 0.815, indicating very high reliability. The simple linear regression analysis showed that TEFA had a significant effect on students’ entrepreneurial spirit with a significance value of 0.012 < 0.05 and a regression coefficient of 0.542. Based on these findings, it can be concluded that the integration of TEFA is able to foster students’ entrepreneurial spirit through industry-based practical learning, thereby having the potential to create a generation of creative, innovative, and adaptive job creators in the modern industrial era.
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Nurul Hazzah; Yusra Muharami Lestari; Retmono Agung Winarno
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian terkait penerapan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah air tahu di Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan limbah air tahu sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan dan mendukung pertanian hortikultura berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah yang belum diolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 48 anggota dua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bahgie Bertona melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan diskusi terarah. Teknik sensus digunakan karena jumlah populasi kurang dari 100 responden. Potensi wilayah dan masalah pertanian diidentifikasi menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan isu prioritas ditentukan melalui metode USG. Rancangan penyuluhan kemudian dikembangkan dan dievaluasi rancangan penyuluhan dikembangkan dan dievaluasi berdasarkan tujuh aspek, yaitu materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapid Rural Appraisal (RRA) mengidentifikasi limbah cair tahu yang tidak terpakai sebagai sumber potensial. Rancangan penyuluhan bertujuan meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan pupuk organik cair (POC) di lahan pertanian hortikultura dalam satu musim tanam sasarannya adalah anggota dan ketua kelompok wanita tani yang terlibat dalam budidaya hortikultura. Hasil validasi menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan mencapai tingkat efektivitas 88,39%, dikategorikan sangat efektif. Jumlah petani yang menerapkan POC meningkat dari 20 orang (41,67 %) menjadi 25 orang (52,08%).