Estuningtiyas, Retna Dwi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Komunikasi Dakwah Walisongo Sebagai Strategi Dakwah Di Nusantara Estuningtiyas, Retna Dwi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 11 No 03 (2023): Strategi Dakwah, Gerakan Sosial dan Moderasi Beragama
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v11i03.96

Abstract

Islam developed in the archipelago around the 13th century AD with Walisongo's services in spreading Islamic teachings. In Javanese society, the term walisongo is a name that is very well known and has a special meaning and is used to refer to the names of these figures, which are seen as the beginning of Islamic broadcasting in Java. Qualitative research with a literature study approach is expected to be able to find out about da'wah communication as a da'wah method used by Walisongo in preaching Islam. The application of a flexible or good da'wah method with a cultural or acculturation approach is carried out well so that it can be well received by the Javanese community and that walisongo is not considered a threat on the island of Java. Islam berkembang di Nusantara sekitar abad 13 M dengan jasa Walisongo dalam penyebaran ajaran Islam. Dalam masyarakat Jawa, sebutan Walisongo adalah nama yang sangat terkenal dan memiliki arti khusus, yang digunakan untuk merujuk nama-nama tokoh tersebut dipandang sebagai awal mula penyiaran Islam di Jawa.Penyebaran dengan pemilihan wilayah dakwah tentu mempunyai pertimbangan tersendiri. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka ini diharapkan dapat mengetahui komunikasi dakwah debagai metode dakwah yang dipergunakan Walisongo dalam mendakwahkan Islam. Penerapan metode dakwah yang lentur atau baik dengan pendekatan budaya atau akulturasi dilakukan dengan baik sehingga dapat diterima baik oleh masyarakat Jawa, sehingga walisongo tidak dianggap sebagai ancaman di Pulau Jawa.
Dakwah Digital Sebagai Sarana Penguatan Moderasi Beragama Estuningtiyas, Retna Dwi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 12 No 01 (2024): Dakwah Digital, Moderasi Beragama dan Kajian Ulama Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v12i01.113

Abstract

Moderasi beragama adalah sebuah keniscayaan yang merupakan cara hidup di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia. Dakwah digital dipilih sebagai media juga metode dalam penguatan moderasi beragama di Indonesia. Dakwah digital adalah dakwah dengan pemanfaatan media digital sebagai media penyebaran pesan-pesan dakwah kepada masyarakat, media digital saat ini termasuk di dalamnya adalah media sosial dengan beragam bentuknya. Dalam dakwah digital dibutuhkan kepiawaian dai terutama keterlibatan pemuda dalam penyebaran dakwah Islam untuk penguatan moderasi beragama. Penguatan moderasi beragama ini bertujuan menciptakan kehidupan yang harmonis di masyarakat, sebab disadari bahwa keragaman yang ada terkadang menimbulkan gesekan dan masalah yang berujung konflik di antara umat beragama. Religious moderation is an inevitability that is a way of life in a multicultural society like Indonesia. Digital da'wah was chosen as a medium and method for strengthening religious moderation in Indonesia. Digital da'wah is da'wah created by using digital media as a medium for spreading da'wah messages to the public. Digital media currently includes social media in its various forms. Digital da'wah requires the expertise of preachers, especially the involvement of youth in spreading Islamic da'wah to strengthen religious moderation. Strengthening religious moderation aims to create a harmonious life in society because it is realized that existing diversity sometimes causes friction and problems that lead to conflict between religious communities.
Strategi Dakwah Wasathiyyah Sebagai Jalan Penguatan Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural Estuningtiyas, Retna Dwi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.119

Abstract

WASATHIYYAH DA'WAH STRATEGY AS A WAY TO STRENGTHEN RELIGIOUS MODERATION IN A MULTICULTURAL SOCIETY. Indonesia is a multicultural country with various religions, cultures, and ethnic groups living in it. Problems that arise due to differences can be overcome in one way: by applying an understanding of religious moderation. Religious moderation is a neutral way of life with a perspective that always appreciates and respects, without dispute, every difference that is characteristic of each person. Strengthening religious moderation must be prioritized in community life, one of which is the preaching of wasathiyyah. The wasathiyyah da'wah strategy is a solution where wasathiyyah places justice and balance in preaching in order to get optimal results in the life of a multicultural society between extreme choices. Da'Is are required to be competent in spreading knowledge about religious moderation with wasathiyyah da'wah strategies and effective communication. STRATEGI DAKWAH WASATHIYYAH SEBAGAI JALAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL. Indonesia adalah negara multikultural dengan beragam agama, budaya, suku bangsa yang hidup di dalamnya. Keragaman yang ada menimbulkan permasalahan selain sebuah anugerah dari Allah SWT. Permasalahan yang timbul karena perbedaan bisa diatasi salah satunya dengan menerapkan pemahaman moderasi beragama. Moderasi beragama yang merupakan suatu tata cara hidup yang netral dengan cara pandang yang senantiasa menghargai dan menghormati tanpa memperselisihkan setiap perbedaan yang menjadi ciri khas setiap orang. Penguatan moderasi beragama harus diprioritaskan di tengah kehidupan Masyarakat, salah satunya dengan dakwah wasathiyyah. Strategi dakwah wasathiyyah yang merupakan Solusi dimana wasathiyyah yang menempatkan keadilan dan keseimbangan dalam berdakwah agar mendapatkan hasil optimal dalam kehidupan masyarakat multikultural di antara pilihan yang ekstrim. Para da’I dituntut untuk cakap dalam menyebarkan pengetahuan akan moderasi beragama dengan strategi dakwah wasathiyyah dengan komunikasi yang efektif.
Contemporary Challenges In Islamic Scholarship In The Light Of Intellectual Connections Between Central Asia and Southeast Asia Estuningtiyas, Retna Dwi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 14 No 01 (2025): Ulama dan Umara Nusantara: Koneksi dan Problem Solving
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v14i01.136

Abstract

This study aims to analyze contemporary challenges in Islamic scholarship by highlighting the intellectual connections between Central Asia and Southeast Asia. Using a qualitative approach and literature-based analysis, the research explores the modern reinterpretation of classical Islamic texts in the context of globalization, as well as the role of scholarly discourse in countering extremism and Islamophobia. Additionally, the study examines the contribution of digital humanities to the preservation of Islamic manuscripts as a shared intellectual heritage across regions. The findings indicate that the historical scholarly networks between the two regions provide a strong foundation for the development of moderate and progressive Islamic thought. This research underscores the urgency of strengthening transregional intellectual connectivity and utilizing digital technologies in addressing global challenges to Islamic scholarship. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan kontemporer dalam kajian Islam dengan menyoroti hubungan intelektual antara Asia Tengah dan Asia Tenggara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis berbasis literatur, penelitian ini mengeksplorasi penafsiran ulang modern atas teks-teks Islam klasik dalam konteks globalisasi, serta peran wacana ilmiah dalam melawan ekstremisme dan Islamofobia. Selain itu, penelitian ini mengkaji kontribusi humaniora digital terhadap pelestarian manuskrip Islam sebagai warisan intelektual bersama di seluruh wilayah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jaringan ilmiah historis antara kedua wilayah tersebut memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan pemikiran Islam yang moderat dan progresif. Penelitian ini menggarisbawahi urgensi penguatan konektivitas intelektual transregional dan pemanfaatan teknologi digital dalam mengatasi tantangan global bagi kajian Islam. Daftar Pustaka Azwar, A. (2024). Illuminating the Path of Contemporary Islamic Scholarship. al-Irsyad: Journal of Islamic and Contemporary Issues, 9(2), xvi-xx. Afsaruddin, A. (2015). Contemporary issues in Islam. Edinburgh University Press. Sahin, A. (2019). Islam, Muslims and education: Framing an interdisciplinary field of research, critical scholarship and professional practice. The Muslim World Book Review, 40(1), 6-29. Rahmawati, N. A., & Supriyanto, S. (2023). Tantangan dan pembaharuan pendidikan Islam kontemporer pada era revolusi industri 4.0. Journal Of Human And Education (JAHE), 3(4), 34-44. Rani, S. (2023). Transformasi Komunikasi Dakwah dalam Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Pendidikan Islam Kontemporer. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 4(1), 207-216. Ridwan, M., & Maryati, S. (2024). Dari Tradisi Ke Masa Depan: Tantangan Pendidikan Islam dalam Masyarakat Kontemporer. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu Dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 630-641. Muhammad, N., & Murtafiah, N. H. (2023). Strategi Manajemen Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer. An Najah (Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Keagamaan), 2(2), 41-46. Fatimah, L. N., & Shohib, M. W. (2023). Problematika dan Tantangan Pendidikan Islam dalam Kajian Kontemporer. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(3), 362-366. Asror, A. (2014). Dakwah Transformatif Lembaga Pesantren Dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer. Sunan Kalijaga State Islamic University. Fata, A. K., & Noorhayati, S. M. (2016). Sekularisme dan Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 20(2), 215-228. Dalmeri, D., Parhan, M., Hilmiyah, A., Bastiar, R. D. N., Wiyana, R., Balqissa, S., & Fatima, S. N. (2022). Sekularisme sebagai tantangan pendidikan Islam kontemporer. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 222-239. Pakarti, M. H. A., Utama, S. M., & Farid, D. (2023). Peran Hukum Keluarga dalam Menghadapi Tantangan Poligami dalam Masyarakat Kontemporer. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah, 11(2), 36-43. Soehadha, M. (2021). Menuju Sosiologi Beragama: Paradigma Keilmuan dan Tantangan Kontemporer Kajian Sosiologi Agama di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1), 1-20. Rifai, A., Andari, A. A., & Solihati, E. (2024). Pemikiran Al-Kindi dan Tantangan Pendidikan Islam Kontemporer. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(01). Anshory, S., Citriadin, Y., & Maujud, F. (2024). Tata Kelola Pendidikan Islam: Strategi Manajemen Dan Tantangan Kontemporer. ASCENT: Al-Bahjah Journal of Islamic Education Management, 2(1), 36-41.\ Uccang, M. R., & Aras, A. (2022). Tantangan dan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Kontemporer dalam Menginternalisasikan Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Kepada Peserta Didik. Swasono, P. A., & Miftakhussurur, M. (2024). PENDEKATAN MULTIDISIPLIN TERHADAP KONSEP HUDA DALAM AL-QUR’AN: SOLUSI UNTUK TANTANGAN KONTEMPORER. Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman, 8(2), 250-264. Pratama, D. Y., Aji, D. B., & Thobroni, A. Y. (2024). Memberdayakan Perempuan Melalui Pendidikan Islam: Perspektif dan Tantangan Kontemporer: Konsep Pendidikan Perempuan dalam islam, Orientasi Pendidikan Perempuan di Era Kontemporer. TARLIM: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, 7(2), 167-178. Ismail, N. (2022). Tantangan-Tantangan Dakwah di era Kontemporer. Samudra Biru. Suaib, S., Riswan, R., & Hasnawati, H. (2025). Dinamika Ijtihad Dalam Menjawab Tantangan Kontemporer Hukum Islam. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(3), 4405-4414. Hayati, M., Putri, F., Hafizh, M., & Januar, J. (2023). Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Perspektif Sosial dan Tantangan Kontemporer. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 2(4), 224-235. Darwis, M., Sazliana, S., Ulfa, M., Harsa, F., Fauzan, M. A., & Gusthio, R. (2024). Islam dan Dinamika Kajian Kontemporer. Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation, 1(2), 732-737. Kiftiah, M. (2024). Tantangan Tantangan Global dan Peluang Lokal: Dinamika Ekonomi Islam dalam Konteks Kontemporer. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(3), 97-107. Al Faruq, U., Qadhafi, A. H., Khoeron, A., & Izzah, F. (2023). Memahami metode tafsir Al-Qur'an: Pendekatan tradisional dan kontemporer dalam memahami pesan pesan Ilahi. Ta’limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 4(1), 213-225. Rusli, M. (2023). Teologi Islam di Era Modern: Antara Tantangan dan Peluang dalam Pemikiran Kontemporer. Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner, 8(2), 232-246.