Diyassi, Diyassi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Rutinitas Guru Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 melalui Bimbingan Terencana di Sekolah Dasar Diyassi, Diyassi
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v5i1.177

Abstract

Abstrak Penelitian ini untuk meningkatkan rutinitas guru dalam menyusun RPP melalui bimbingan terencana. Penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Khusus pelaksanaan setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan yang dilakukan lewat bimbingan terencana Subjek penelitian guru kelas dan obyek penelitian adalah rutinitas menyusun RPP Tematik Kurikulum 2013 dengan alat pengumpul data IPKG I. Teknik analisis data kuantitatif yang berupa nilai angka dengan cara membandingkan perolehan pada siklus I dengan siklus II. Hasil penelitian adalah melalui bimbingan terencana dapat meningkatkan rutinitas guru menyusun RPP Tematik Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Wonokarto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri semester I tahun pelajaran 2018/2019. Hasil ini dibuktikan rutinitas guru menyusun RPP Tematik saat awal dengan nilai terendah 37,5 klasifikasi E atau Sangat Kurang dan nilai tertinggi 55 klasifikasi C atau Cukup, pada siklus I nilai terendah 52,5 klasifikasi D atau Kurang dan nilai tertinggi 75 klasifikasi B, dan pada siklus II nilai terendah 67,5 klasifikasi C dan nilai tertinggi 90 klasifikasi A atau Amat Baik. Artinya ada kenaikan dari kondisi awal sampai siklus II dari nilai terendah 37,5 menjadi 67,5 artinya dari klasifikasi E Sangat Kurang menjadi klasifikasi C Cukup, dan nilai tertinggi dari 55 menjadi 90 artinya dari klasifikasi C Cukup menjadi klasifikasi A Amat Baik dan rata-rata dari kondisi awal sampai siklus II dari 43,1 menjadi 85 artinya dari klasifikasi E Sangat Kurang menjadi B Baik, dengan demikian indikator kinerja tercapai dan hipotesis terbukti.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS MELALUI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING SD NEGERI 1 WONOKARTO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 diyassi, diyassi
Jurnal Dikdas Bantara Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v3i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Wonokarto Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam pengelolaan kelas melalui penerapan active knowledge sharing. Penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, dilaksanakan di SD Negeri 1 Wonokarto dengan subjek penelitian semua guru SD Negeri 1 Wonokarto Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 8 orang guru. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah. Penilaian Kemampuan Guru dilakukan dengan teknik observasi dengan lembar observasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptip komparatif. Data empirik hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Wonokarto Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam pengelolaan kelas. Dari kondisi awal nilai rata-rata kemampuan guru hanya 43,1 atau D kualifikasi Kurang, meningkat pada siklus I nilai rata-rata kemampuan guru menjadi 69,8 atau C kualifikasi Cukup, dan meningkat lagi pada siklus II nilai rata-rata kemampuan guru menjadi 78,5 atau B kualifikasi Baik. Peningkatan juga ditunjukkan dari kondisi awal pada indikator komponen dengan 3 indikator komponen Kurang dan 7 indikator komponen Sangat Kurang dengan rata-rata E atau kualifikasi Sangat Kurang, meningkat pada siklusĀ  I denganĀ  indikator komponen 2 indikator komponen Baik, 4 indikator komponen Cukup dan 4 indikator komponen Kurang dengan rata-rata C atau kualifikasi Cukup. Meningkat lagi pada siklus II menjadi ada 4 indikator komponen Amat Baik, dan 6 indikator komponen Baik, dengan rata-rata komponen B atau Baik. Kesimpulan dari data di atas adalah melalui penerapan active knowledge sharing dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Wonokarto dalam pengelolaan kelas Tahun Pelajaran 2019/2020Kata kunci : Kemampuan Guru, Pengelolaan Kelas, Active Knowledge Sharing