Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOEKSISTENSI KANKER PARU DAN TUBERKULOSIS Nugroho, Nur Prasetyo; Wati, Farah Fatma
Syifa'Medika Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v11i1.2583

Abstract

ABSTRAK Koeksistensi kanker paru dan tuberkulosis (TB) telah diketahui dalam banyak studi. Deskripsi tentang hubungan kanker paru dan TB pertama kali dilaporkan lebih dari 200 tahun lalu oleh Bayle pada tahun 1810 yang dikenal dengan “cavitation cancereuse”. Lebih dari sepertiga laporan kasus menyatakan terjadi misdiagnosis antara TB dan kanker paru pada presentasi klinis awal pasien. Proses inflamasi kronis pada TB menyebabkan peningkatan produksi sitokin yang menstimulasi pertumbuhan tumor dan progresifitas sel kanker. Sebaliknya deplesi sel imun, kondisi malnutrisi, dan efek dari pengobatan kemoterapi pada pasien kanker paru menyebabkan penurunan imunitas pasien yang meningkatkan risiko infeksi dan reaktivasi TB. Diagnosis dan  pengobatan dari koeksistensi TB dan kanker paru masih menjadi tantangan terutama pada negara endemis.Pengobatan TB yang tidak menunjukkan perbaikan baik klinis maupun radiologis selama 5 minggu harus dicurigai sebagai kanker paru. Kemoterapi bukanlah kontraindikasi pada pemberian terapi obat anti tuberkulosis (OAT) secara bersamaan pada pasien dengan koeksistensi kanker paru dan TB. Evaluasi keberhasilan terapi antara lain adalah dengan menurunnya keluhan awal, perbaikan tampilan klinis, perbaikan radiologis, dan evaluasi efek samping pengobatan. 
A Consultation-Liaison Psychiatry Approach to Anxiety in a Patient with Multidrug-Resistant Tuberculosis: Case Report Hapsari, Septika Purnastuti; Nugroho, Nur Prasetyo; Rahmawati, Novi Agung
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admj.v7i1.15977

Abstract

The interplay of social stigma, the grueling duration of treatment, and residual drug toxicities frequently triggers psychiatric comorbidities in multidrug-resistant TB (MDR-TB), which can severely compromise treatment adherence. We reported a 24-year-old female MDR-TB patient presented with escalating insomnia and severe anxiety. Her psychological distress followed the onset of physical complications three months prior, including peripheral paresthesia (tingling) and impaired mobility. These physical symptoms exacerbated her breathlessness and sleep disturbances. Following a referral to the psychiatry department, a Consultation-Liaison Psychiatry (CLP) framework was initiated. Through integrated psychiatric intervention and pharmacological dose adjustment for her MDR-TB regimen, the patient’s anxiety significantly diminished, and her physical side effects became manageable. The following evaluation of MDR-TB, both clinically and radiologically, showed improvement. The patient declared cured after a six-month duration of MDR-TB treatment. CLP provides a vital bridge in specialized care, addressing the depression, anxiety, and psychosis that often act as barriers to successful MDR-TB recovery.