Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Jumlah Kebutuhan Nitrogen Dan Energi Pasien Gagal Ginjal Akut Usia Dewasa Di RSUP Dr. Sardjito Periode 2003-2004 Sary, Yunika
Syifa'Medika Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v1i1.42

Abstract

A cute renal failure is one of the disease that have suddenly decrease of renalfunction, renal could not to escrate the metabolic product (nitrogen and water) and couldnot balance the acid base. Malnutrition in every stage always happen in the hospital. Thisfact can make an infection, increase the complication, can make respon to the medicaltherapy, and can make the badly result clinic. Because of that, this research have aim toknow the need of nitrogen and energy in adult patient that have acute renal failure, and tosee if there are different significant between amount of nitrogen that patient need and alsoamount of energy that patient need, account with equation of Food and AgricultureOrganization/World Health Organization/United Nations University (FAO/WHO/UNU)and harris Benedict, even the nutrition come from diet therapy and amino acids fromparenteral nutrition. Data collection method with retrospektif and result data analysistwith analitic deskriptive method statistic; paired sample t test. That comparing amount ofnitrogen with energy that patient need, with patient get from diet therapyand amino acidsfrom parenteral nutrition. Data analysis show that the average amount of nitrogen thatpatient need is 9,626 g everyday, the average amount of energy at 56 patient non aminoacids from parenteral nutrition with FAO/WHO/UNU method is 2306,426 kkal and withsimilary of Harris Benedict is 2085,349 kkal, from 12 patient who get amino acids fromparenteral nutrition, data analysis show there are significant differences from hospital, sopositif equivalent happends and there is no significant differences between amount ofenergy that patient need and anergy that patient get from hospital during the treathment,even account with equation of FAO/AHO/UNU and with Harris Benedict.
KEAMANAN PEWARNA PADA CONE ES KRIM: STUDI KASUS PADA PEDAGANG KELILING DI KOTA BENGKULU SARY, YUNIKA; ALIYADI, MERKI; MELIANTI, RIKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan pangan merupakan isu penting yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama pada produk pangan yang dijual di lingkungan terbuka seperti es krim cone dari pedagang keliling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan pewarna pada cone es krim yang dijual oleh pedagang keliling di Kota Bengkulu serta mengevaluasi tingkat keamanannya bagi konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis laboratorium terhadap sampel cone es krim yang diambil secara acak dari berbagai lokasi di Kota Bengkulu. Pewarna yang teridentifikasi dianalisis menggunakan teknik kromatografi Kertas (KK) dan spektrofotometri serta Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) untuk menentukan jenis dan konsentrasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengandung pewarna sintetik yang diizinkan, namun terdapat beberapa sampel yang mengandung pewarna yang tidak diizinkan atau melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, ditemukan adanya kontaminasi silang yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi konsumen. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat praktik penggunaan pewarna yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan pada cone es krim yang dijual oleh pedagang keliling di Kota Bengkulu. Penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan dan edukasi terhadap pedagang es krim keliling mengenai penggunaan bahan tambahan pangan yang aman dan sesuai regulasi. Rekomendasi kebijakan mencakup pengetatan regulasi, peningkatan frekuensi inspeksi, serta kampanye kesadaran publik tentang bahaya penggunaan pewarna yang tidak aman. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan pangan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat Kota Bengkulu.