Sinarsari, Ni Made
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Widya Kesehatan

DELAPAN GERAKAN PIJAT SEHAT Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i2.464

Abstract

Sehat merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sehat dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur – unsur fisik, mental, sosial dan didalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Faktor – faktor yang mempengaruhi kesehatan meliputi nutrisi yang lengkap dan seimbang, istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang, lingkungan yang bersih. Olahraga yang teratur merupakah salah satu upaya hidup sehat. Gerakan tubuh secara teratur membuat persediaan jumlah oksigen, nutrisi dalam jaringan tubuh menjadi maksimal. Variasi dalam Gerakan fisik dapat dilakukan melalui memadukan Gerakan fisik dengan pijat. Pijat dilakukan pada beberpaa titik di dalam tubuh, yang fungsinya melancarkan peredaran darah, merilekskan serta menjadikan tubuh sehat dan bugar. Gerakan pijat mengambil titik – titik point dalam tubuh. Dengan pijatan memberikan manfaat kepada tubuh. Pijatan yang diberikan dengan melakukan ketukan, tekanan yang teratur berirama dengan memadukan unsur-unsur alamiah serta bersinergi dengan semesta
AHARA YOGA BAGI PENDERITA HIPERTENSI Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2081

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular serta menjadi masalah kesehatan secara global. Bedasarkan data WHO pada tahun 2014 terdapat sekitar 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. Riset kesehatan dasar pada tahun 2013 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 %, dengan prevalensi tertinggi terdapat di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%) dan Jawa Barat (29,4%).. Hipertensi sebagai sebuah penyakit kronis dipengaruhi oleh berbagai faktor Salah satunya adalah pola makan. Upaya terkait penanganan hipertensi salah satunya dengan cara mengatur pola makan ahara yoga. Ahara Yoga sangat penting bagi penderita hipertensi dalam meningkatkan kualitas hidup. Menjaga makan yang teratur,terukur dan terarah dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, mengurangi resiko penyakit dan memelihara fungsi tubuh secara optimal
DELAPAN GERAKAN PIJAT SEHAT Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i2.464

Abstract

Sehat merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sehat dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur – unsur fisik, mental, sosial dan didalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Faktor – faktor yang mempengaruhi kesehatan meliputi nutrisi yang lengkap dan seimbang, istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang, lingkungan yang bersih. Olahraga yang teratur merupakah salah satu upaya hidup sehat. Gerakan tubuh secara teratur membuat persediaan jumlah oksigen, nutrisi dalam jaringan tubuh menjadi maksimal. Variasi dalam Gerakan fisik dapat dilakukan melalui memadukan Gerakan fisik dengan pijat. Pijat dilakukan pada beberpaa titik di dalam tubuh, yang fungsinya melancarkan peredaran darah, merilekskan serta menjadikan tubuh sehat dan bugar. Gerakan pijat mengambil titik – titik point dalam tubuh. Dengan pijatan memberikan manfaat kepada tubuh. Pijatan yang diberikan dengan melakukan ketukan, tekanan yang teratur berirama dengan memadukan unsur-unsur alamiah serta bersinergi dengan semesta
AHARA YOGA BAGI PENDERITA HIPERTENSI Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2081

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular serta menjadi masalah kesehatan secara global. Bedasarkan data WHO pada tahun 2014 terdapat sekitar 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. Riset kesehatan dasar pada tahun 2013 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 %, dengan prevalensi tertinggi terdapat di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%) dan Jawa Barat (29,4%).. Hipertensi sebagai sebuah penyakit kronis dipengaruhi oleh berbagai faktor Salah satunya adalah pola makan. Upaya terkait penanganan hipertensi salah satunya dengan cara mengatur pola makan ahara yoga. Ahara Yoga sangat penting bagi penderita hipertensi dalam meningkatkan kualitas hidup. Menjaga makan yang teratur,terukur dan terarah dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, mengurangi resiko penyakit dan memelihara fungsi tubuh secara optimal
Nadi Pariksha: Deteksi Penyakit Dalam Ilmu Kedokteran Timur Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3387

Abstract

Nadi pariksha merupakan salah satu seni mendeteksi penyakit melalui nadi dalam budaya pengobatan tradisional yaitu ilmu kedokteran timur yang diterapkan sejak zaman klasik Kaisar Kuning. Deteksi adalah suatu proses untuk memeriksa atau melakukan pemeriksaan terhadap sesuatu dengan menggunakan cara dan teknik tertentu. Deteksi dapat digunakan untuk berbagai masalah, Nadi pada manusia dapat menunjukkan letak dan sifat suatu penyakit. Nadi pariksha dalam ilmu kedokteran timur adalah metode untuk mendiagnosis penyakit dan pola penyakit dengan palpasi atau perabaan di atas pergelangan tangan bagian ventral yang didasarkan pada prinsip bagian luar tubuh mencerminkan organ tubuh bagian dalam klien. Review dilakukan secara deskriptif dari kajian berbagai buku ilmiah yang berkaitan dengan nadi pariksha. Teknik mendiagnosa penyakit melalui perabaan nadi memainkan peran penting dalam mendiagnosis dan kelanjutan penanganan penyakit.
Samana Vayu Mudra dengan intensitas kejadian perut kembung pada lanjut usia: Samana Vayu Mudra with the intensity of abdominal distension in the elderly Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v5i2.4827

Abstract

Perut kembung sering dialami oleh lanjut usia (lansia). Lansia terjadi penurunan secara fisiologis pada organ dalam tubuh. Konsumsi makanan yang sedikit serat, aktifitas yang kurang, pola makan serta pola istirahat berpengaruh terhadap intensitas kejadian perut kembung. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisa keterkaitan antara intentitas kejadian perut kembung pada lansia dengan samana vayu mudra. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan populasi semua lansia yang mengalami perut kembung di Banjar Nyuh Kuning, Mas, Ubud, Gianyar, Bali. Jumlah total sampel yang mengalami perut kembung sebanyak 34 responden, dengan ketentuan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah samana vayu mudra dan intensitas perut kembung. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu kuisioner. Analisa data mempergunakan uji korelasi spearmans rho. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 34 lansia yang mengalami keluhan perut kembung, setelah melakukan latihan samana vayu mudra selama 15 menit setiap 2 jam sebelum dan sesudah makan dalam kurun waktu 6 bulan penelitian. Berdasarkan analisis hasil uji statistik, menunjukkan adanya hubungan antara latihan samana vayu mudra dengan intensitas perut kembung pada lansia. Simpulan dalam penelitian ini adalah latihan samana vayu mudra yang dilakukan secara teratur, terukur, terarah berhubungan dengan intensitas kejadian perut kembung pada lansia.