Nugraheni, Retno Esti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WUJUD PRAGMATIK KESANTUNAN IMPERATIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PONDOK KELAPA BENGKULU TENGAH Nugraheni, Retno Esti
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2016): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.958 KB) | DOI: 10.33369/diksa.v2i1.3247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pragmatik kesantunan imperatif dalam proses pembelajaran siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pondok Kelapa Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan  penelitian deksripsi kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu data verbal tersebut berupa tuturan dalam interaksi siswa dengan siswa, maupun siswa dengan guru di lingkungan kelas VIII SMP Negeri Pondok Kelapa Bengkulu Tengah. Pengumpulan data dengan cara observasi, rekamanan, dan pencatatan. Penganalisisan data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dengan (1) transkripsi data, (2) pengkodean data, (3) pengidentifikasian data, (4) pengklasifikasian data, (5) interpretasi data, dan (6) tahap penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai wujud pragmatik kesantunan imperatif dalam proses pembelajaran siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pondok Kelapa Bengkulu Tengah terdiri dari sembilan tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif yang terdiri dari perintah, permintaan, desakan, persilaan, ajakan, permintaan izin, mengizinkan, larangan, dan ngelulu. Makna mperatif tersebut ditandai dengan wujud kesantunan dalam bentuk tuturan imperatif perintah menggunakan partikel –lah, -kan, tuturan mperatif permintaan menggunakan kalimat tolong, tuturan imperatif desakan menggunakan tuturan yang dituturkan secara berulang-ulang, tuturan imperatif persilaan bentuk tuturannya adalah silakan, ya, tuturan imperatif ajakan menggunakan kalimat ayo!, tuturan imperatif mengizinkan bentuk tuturannya adalah baiklah, iya.,  tuturan imperatif larangan menggunakan kalimat jangan, dan tuturan imperatif ngelulu bentuk tuturannya adalah mengucapkan kata teruslah namun sebenarnya makna yang dimaksud yaitu untuk berhenti.