Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 02 MANGGILANG Ermitati, Ermitati
Aksara Public Vol 2 No 3 (2018): Agustus (2018)
Publisher : EDUTECH CONSULTANT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a classroom action research using qualitative and quantitative approach. Research data in the form of information about process and data result of action obtained from result of observation, test result and discussion. Sources of data were obtained from the approach of learning process skill approach in science lesson. Research subjects consisted of teachers and students of class V SD Negeri 02 Manggilang which amounted to 20 people. The research procedure is done: planning, action, observation and reflection. The results of the research In the first cycle obtained the results of the implementation in view of the aspects of teacher meetings I 75%, meeting II 78.5% and student aspects meeting 67.8%, meeting II 75% while the results of implementation in cycle II seen from aspects of teachers 89, 2% and student aspect 92,8%. Therefore, it is suggested that teachers can implement the learning process using the Process Skills approach.
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU (Social Critics in Songs Lyrics) Ermitati, Ermitati
Salingka Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.196

Abstract

AbstractThe Article aims to describe that social criticism not only can be yelled through protest, but also through the lyrics of the song. Social criticism lyrics of the song, in general, addressed to the government, state officials, and Indonesia politicians. The issues discussed in this paper is the social behavior of state officials and politicians in the Orde Baru and Era Reformasi, as well as the vocabulary used by the composer to encode the events that occurred at that time. The data of this paper were collected through listening methods using downloading technique and recording. The data were analyzed with the theory of dynamic model of meaning (Kecskes, 2007), which states that a person’s knowledge of the world may be encoded in the lexical item as a mixture of general knowledge associated with the provision concept, the wordspecific semantic properties (lexicalization knowledge of the world) , and culture-specific conceptual properties. It is something new because during the analysis of social criticism lyrics of the song are dominated by semiotic theory and discourse theory. This paper found four types of behavior of state officials encoded in the lyrics of social criticism, namely (a) the behavior of enriching themselves by corruption the country money, (b) behavior of justifying a variety of ways to get the desired positions, (c) the behavior of being dared to violate religious norms to get the treasure, and (d) the behavior of being happy to commit fornication.Keywords: social critics, behavior, encode, song lyrics, state officialsAbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahwa kritik sosial tidak hanya dapat dilakukan melalui demonstrasi, tetapi dapat juga dilakukan melalui lirik lagu. Lirik lagu kritik sosial, pada umumnya, ditujukan kepada pemerintah, pejabat negara, dan para politisi Indonesia. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah perilaku sosial para pejabat negara dan para politisi pada masa Orde Baru dan Era Reformasi, serta kosakata yang digunakan oleh pencipta lagu untuk menyandikan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa itu. Data tulisan ini dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik pengunduhan dan teknik pencatatan. Data dianalisis dengan Teori Model Makna Dinamis. Hal itu merupakan sesuatu yang baru karena selama ini analisis lirik lagu kritik sosial didominasi oleh teori semiotik dan teori wacana. Temuan tulisan yaitu empat jenis perilaku pejabat negara yangtersandi dalam lirik lagu kritik sosial, yakni (a) perilaku memperkaya diri dengan cara mengorupsi uang negara, (b) perilaku menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan jabatan yang dinginkan,(c) perilaku berani melanggar norma agama demi mendapatkan harta, dan (d) senang melakukan perbuatan zina.Kata kunci: kritik sosial, perilaku, tersandi, lirik lagu, pejabat negara
Cultural Conceptualization in Proverb: Cultural Linguistic Study Ermitati, Ermitati
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.720

Abstract

Language and culture have a very close relationship because a language is used by its speakers to realize the conceptualization of their culture. This has resulted in various cultural conceptualizations created as a result of interactions between members of cultural groups encoded in various features of the Indonesian language. This paper discusses issues related to (a) How is the form of cultural conceptualization encoded in proverbs, in particular, ibarat in Indonesian language? (b) How do Indonesian speakers conceptualize the culture they have? This research data was collected through literature study and using written data sources in the form of works proverb books, and using listening techniques and note-taking techniques. Data were analyzed using cultural linguistic theory proposed by Sharifian (2017), which states that Cultural Linguistics views the relationship between language, thought and culture as complex, dynamic, and multidirectional, with human conceptual abilities acting as active agents mediating between cultural experience and human language experience. This paper finds five types of conceptualization in the Indonesian language, namely (a) Conceptualization of Culture Related to Character and Morals, (b) Conceptualization of Culture Related to Human Conditions, (c) Conceptualization of Culture Related to Waste of Action, (d) Conceptualization of Culture relating to Unrealized Desires, and (e) Conceptualization of Culture Related to Suffering caused by OthersAbsrakBahasa dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat karena bahasa digunakan oleh penuturnya untuk mewujudkan konsepualisasi budaya yang mereka miliki.  Hal itu menyebabkan  berbagai konseptualisasi budaya yang  tercipta sebagai hasil interaksi antara anggota kelompok budaya tersandi dalam berbagai fitur bahasa Indonesia. Tulisan ini membahas masalah yang berkaitan dengan (a) Bagaimana bentuk konseptualisasi budaya yang tersandi dalam peribahasa, khususnya, ibarat bahasa Indonesia? (b) Bagaimana cara penutur bahasa Indonesia mengonseptualisasikan budaya yang mereka miliki? Data tulisan ini dikumpulkan melalui studi pustaka dan menggunanakan sumber data tertulis berupa buku peribahasa karya, serta menggunakan teknik simak dan teknik pencatatan. Data dianalisis menggunakan teori linguistik budaya yang dikemukakan oleh Sharifian (2017), yang menyatakan bahwa Linguistik Budaya  memandang hubungan antara bahasa, pemikiran, dan budaya sebagai sesuatu yang kompleks, dinamis,  dan multidireksional, dengan kemampuan konseptual manusia yang bertindak sebagai agen aktif yang memediasi antara pengalaman budaya dan pengalaman bahasa manusia. Tulisan ini menemukan lima jenis konseptualisasi yang terdapat dalam ibarat bahasa Indonesia, yakni (a) Konseptualisasi Budaya Yang Berkaitan dengan Karakter dan  Moral, (b) Konseptualisasi Budaya yang Berkaitan dengan Keadaan Manusia, (c) Konseptualisasi Budaya yang Berkaitan dengan Perbuatan Sia-Sia, (d) Konseptualisasi Budaya yang berkaitan dengan Keinginan yang Takmungkin Terwujudkan, dan (e) Konseptualisasi Budaya yang Berkaitan dengan Penderitaan yang disebabkan oleh Orang lain.