Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERAGA BAHASA ISYARAT MENGGUNAKAN TANGAN ROBOT UNTUK PENDERITA TUNA RUNGU Angga, Muhammad
JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE) Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE) Volume 2, No. 1, July 2
Publisher : PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jvote.v2i1.13572

Abstract

Tuna Rungu adalah orang yang sedang mengalami gangguan pada organ pendengarannya, sehingga tidak bisa memahami orang normal dalam mendengar maupun berkomunikasi dengan baik di lingungan sekitarnya, bahasa isyarat merupakan salahsatu dari cara berkomunikasi dengan penderita Tuna Rungu. Metode penelitian yang dipakai penulis adalah dengan metode research and development. Penelitian dengan berjudul “Perancangan dan implementasi peraga bahasa isyarat menggunakan tangan robot untuk penderita Tuna Rungu” bertujuan membuat sistem yang memiliki prinsip kerja sebagai alat peraga robot bahasa isyarat satu tangan, yang terdapat pada kamus bahasa isyarat indonesia, yaitu dengan cara menampilkan gestur atau isyarat visual alphabet dan angka lalu digerakan dengan motor servo melalui aplikasi android dan mikropon pengenalan suara. Tangan robot peraga bahasa isyarat menggunakan 11 Motor servo sebagai penggerak atau aktuator pada setiap jari-jari, dan pergelangan robot untuk inputnya yang pertama menggunakan menggunakan Voice Recognition EasyVR, EasyVR adalah salahsatu modul voice recognition modul ini berfungsi sebagai penerima perintah suara, ketika microphone menerima suara yang masuk yaitu berupa salahsatu alphabet maka proses di dalam modul EasyVR akan menerima perintah lalu data masukan tersebut akan diproses dalam arduino, keluaran arduino akan mengaktifkan motor servo sehingga membentuk gestur yang terdapat pada bahasa isyarat serta akan menampilkan pada layar LCD 16x2 Huruf dan Angka yang diucapkan melalui microphone EasyVR, dan input yang kedua menggunakan aplikasi pada android yang dibuat sendiri menggunakan software MIT app Inventor. Hasil Penelitian Tangan Robot Bahasa Isyarat dapat direalisasikan dengan penggabungan sub-sistem yang berfungsi dengan baik, diantaranya : Arduino Mega 2560, Modul Voice Recognition EasyVr, Sistem Display berbasis LCD 16x2 dan I2C, Modul Bluetooth, 32 Channel servo controller, dan Baterai Li-Po. Sistem Tangan Robot Bahasa Isyarat menggunakan bahan plastik (Pla) yang dicetak menggunakan 3D Printer dan Tangan Robot Bahasa Isyarat dapat digerakan dengan aplikasi android yang dapat di unduh, dan sensor suara, lalu dapat bergerak otomatis menampilkan gestur atau isyarat visual yang sudah terprogram derajat pergerakannya.
Penggunaan Arduino Uno Untuk Mendeteksi In dan Out Pengunjung Ruang Kantor Alam, Hermansyah; Angga, Muhammad; Widya, Helma
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 2 (2022): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i2.5403

Abstract

Kantor menjadi suatu kebutuhan pokok bagi hidup manusia.Kantor mempunyai beberapa fungsi bagi kehidupan manusia, terutama sebagai tempat berlindung dari cuaca, keamanan, tempat tinggal, tempat belajar, privasi, tempat menyimpan barang, dan tempat bekerja. Salah satu fungsi Kantor khusunya kantor adalah sebagai tempat untuk bekerja. Namum di saat bekerja, Diperhatikan pintu In dan Out pengunjung. Untuk itu perlu adanya sebuah penelitian yang bertujuan untuk membuat suatu sistem pendeteksi manusia yang dapat diaplikasikan di sebuah gedung atau kantor dan rumah. Sistem pendeteksi manusia pada gedungterdiri dari Mikrokontroler, sensor PIR, speaker, adaptor, dan modul Mp3. Mikrokontroler merupakan pusat kendali dari seluruh rangkaian, Mikrokontroler akan mengambil data yang dikirimkan oleh sensor PIR yang di letakkan di depan dan belakang pintu kemudian akan mengeluarkan suara jika  ada yang masuk atau keluar dari pintu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pendeteksi manusia pada ruangan kantor dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan yaitu dapat mendeteksi setiap gerakan yang berada di  depan atau belakang pintu yang digunakan dan jarak yang dapat dijangkau oleh sensor PIR sejauh 5-6 m.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENGUNJUNG DI BENTENG TAHULA Angga, Muhammad; A Koja, Nur Akbar; Sukandi , M Jufri
Garolaha Social Humaniora Journal Vol. 3 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nuku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran adalah upaya untuk menginformasikan produk atau jasa guna menarik minat konsumen agar mengenal, membeli, dan menjadi pelanggan. Dalam konteks objek wisata yang dikelola pemerintah, komunikasi pemasaran bertujuan menarik pengunjung ke lokasi wisata, yang berkontribusi pada ekonomi lokal dan pendapatan asli daerah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada penerapan strategi komunikasi pemasaran oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan dalam meningkatkan pengunjung Benteng Tahula, serta faktor kendala yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menerapkan strategi komunikasi pemasaran, belum semua aspek komunikasi pemasaran diterapkan secara efektif, seperti kondisi tempat, produk, harga, dan promosi. Selain itu, ada dua kendala utama: (1) kewenangan pembangunan sarana prasarana yang berada di tingkat provinsi, sehingga Dinas Kota Tidore terbatas dalam mengatur infrastruktur; dan (2) keterbatasan anggaran yang menghambat pengembangan infrastruktur yang memadai untuk kenyamanan pengunjung. Akibatnya, tidak ada produk yang ditawarkan, seperti makanan, minuman, atau layanan lainnya yang dapat mendukung promosi objek wisata. Saran dari penelitian ini adalah: (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu memperoleh kewenangan dan anggaran yang lebih besar untuk pengembangan sarana prasarana dan penerapan strategi komunikasi pemasaran yang lebih efektif; (2) penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan pengelolaan dan pengembangan objek wisata Benteng Tahula.
STRATEGI PENERAPAN ELEMEN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DALAMMEMBANGUN CITRA BRAND DIGITAL, STUDI KASUS @Tndon_Id Angga, Muhammad; Fikri, Muhamad
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2118

Abstract

This study aims to analyze the strategy of implementing visual communication design elements in building a digital brand image on the Instagram account @tndon_id. The research employs a descriptive qualitative approach with a single case study method to provide an in-depth understanding of visual practices in a real-world context. Data were collected through visual observation of feed content, interviews with account managers, and supporting documentation, then analyzed using visual communication design principles such as color, typography, illustration, and layout. The findings reveal that @tndon_id applies visual communication design strategically and consistently as a communication system rather than merely an aesthetic element. Strong visual consistency contributes to the formation of a recognizable brand identity and enhances perceptions of professionalism and credibility among audiences. Furthermore, the implementation of clear typographic hierarchy, visual storytelling through illustrations, and structured layout patterns effectively supports fast and clear message delivery, aligning with the characteristics of social media audiences. Content segmentation with distinct yet integrated visual styles also plays a key role in maintaining both consistency and flexibility. These findings highlight that visual communication design serves as a crucial strategic instrument in building a strong digital brand image, particularly on dynamic social media platforms.