Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Peningkatan Nilai Manfaat dan Nilai Ekonomis Limbah Rajungan di Desa Torokeku Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Juhardin; Rosmawati
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.566

Abstract

Industri pengolahan daging rajungan di Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, menghasilkan limbah organik berupa cangkang dan jeroan dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan karena belum dikelola secara optimal. Di sisi lain, ibu-ibu rumah tangga nelayan yang menjadi kelompok sasaran belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah tersebut sebagai sumber pangan bernilai gizi maupun sebagai produk non-pangan yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pemanfaatan limbah rajungan menjadi produk pangan (nugget, otak-otak, dan empek-empek). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dampak limbah, pelatihan teknis pengolahan limbah, pendampingan produksi, serta monitoring dan evaluasi terhadap tingkat keterampilan dan kemandirian mitra. Evaluasi dilakukan melalui observasi, uji keterampilan, dan penilaian adopsi teknologi.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kemampuan teknis mitra; terbentuknya kelompok usaha berbasis limbah rajungan; tersedianya produk pangan olahan serta berkurangnya pembuangan limbah ke lingkungan sekitar. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan keluarga, peluang usaha baru, dan pengurangan pencemaran di wilayah pesisir. Dengan demikian, program pemberdayaan ini dinilai efektif dan potensial untuk direplikasi di desa pesisir lainnya.
Artificial Intelligence in Islamic Philosophy: a Qur’anic Epistemological Framework for AI Ethics Baiquni, Ahmad; Ahmad Raihan Al Biruni; Juhardin
MADINAH Vol 13 No 1 (2026): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v13i1.4693

Abstract

This study examines the epistemological relationship between Artificial Intelligence (AI) and the values of the Qur’an, with the aim of formulating a model for the Islamization of AI within the framework of the Islamic worldview. This study constructs a normative-conceptual framework for the development of AI that aligns with the principles of tawhid, maqasid al-shari’ah, and Qur’anic ethics. This study employs a literature-based qualitative design with a philosophical-analytical approach. The findings indicate that, ontologically, AI is a neutral tool (mubah), where its ethical status depends on the worldview and intentions guiding its use. Epistemologically, the primary distinction between the secular paradigm and Islamic epistemology lies in the integration of revelation as a legitimate and authoritative source of knowledge, which shapes the value orientation in technological development. This study proposes a model for the Islamization of AI based on three Qur’anic principles: reason (‘aql), knowledge (‘ilm), and order (nazm). These principles emphasize the importance of accountable algorithmic governance, authoritative knowledge validation, and continuous human oversight. Practically, this model provides a foundational framework for the ethical use of AI, guiding Muslim scholars, technology experts, and policymakers in designing AI systems that align with Islamic ethical values