Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN PEMBELAJARAN TEMATIK BERBANTUAN LKS BUDAYA LOKAL BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Ngurah Laba Laksana, Dek; Pulu, Deiflora; Patrisia Wau, Maria
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v1i2.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk menghasilkan desain pembelajaran berupa rencana pelakasanaan pembelajaran berbantuan lembar kerja siswa (LKS) budaya lokal berorientasi model pembelajaran inkuiri untuk siswa sekolah dasar (2) Untuk mengetahui kualitas hasil uji produk pengembangan desain pembelajaran tematik berbantuan LKS budaya lokal berorientasi model pembelajaran inkuiri untuk siswa sekolah dasar. Penelitian ini dikembangkan dengan model ADDIE, yaitu: analize, design, development, implementation, dan evaluation. Pengembangan produk terbatas pada RPP pada salah satu tema kelas IV, yaitu tema indahnya kebersamaan. Kualitas produk desain pembelajaran dinilai pada uji kelayakan produk berdasarkan pengujian para ahli. Pengujian menggunakan angket yang berupa angket uji ahli konten/materi, angket uji ahli bahasa Indonesia, dan angket uji ahli desain. Data kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan produk hasil pengembangan dan kualitas kelayakan produk. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa dapat dihasilkan produk desain pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran berbantuan LKS budaya lokal berorientasi model pembelajaran inkuiri untuk siswa sekolah dasar. Uji kualitas produk pengembangan menunjukkan bawa kelayakan produk yang dikembangkan dari hasil penilaian para ahli adalah: 1) dari ahli konten/materi memperoleh skor rata-rata 4,8 dengan kategori “sangat baik”, 2) dari ahli bahasa Indonesia memperoleh skor rata-rata 4,5 dengan kategori “sangat baik”. 3) dari ahli desain memperoleh rata-rata 4,0 pada kategori “baik”. Berdasarkan analisis di atas maka produk desain pembelajaran tematik berbantuan LKS budaya lokal ngada berorientasi model pembelajaran inkuiri layak untuk digunakan untuk pembelajaran di sekolah dasar.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS CERITA RAKYAT ETNIS NGADHU BHAGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS SEKOLAH DASAR Vinsensius Pala; Yosefa Awe, Ermelinda; Patrisia Wau, Maria; Laba Laksana, Dek Ngurah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60630

Abstract

The use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach combined with local ethnic folklore is an alternative learning method that can connect material to the context of students' lives, thus potentially improving critical thinking skills. However, the implementation of local culture-based contextual learning in Indonesian language learning is still not optimal, so students' critical thinking skills need to be improved. This study aims to determine the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach based on Ngadhu-Bhaga ethnic folklore in improving critical thinking skills of grade VI A students of SDK Regina Pacis Bajawa. This study used the Classroom Action Research (CAR) method with the Kemmis and McTaggart design, which was implemented in three cycles. The research subjects were 22 students, while the object of the research was students' critical thinking skills on narrative text material. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation. The research instruments included observation sheets of teacher and student activities, interview guidelines, critical thinking skills tests, critical thinking skills assessment rubrics, and documentation. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed an increase in students' critical thinking skills in each cycle. The average value of critical thinking ability increased from 54.77 in the pre-action stage to 65.00 in Cycle I, 75.68 in Cycle II, and 82.27 in Cycle III. This increase indicates that the implementation of CTL based on Ngadhu-Bhaga ethnic folklore is able to encourage active student involvement and help them connect learning materials with local experiences and cultural environments. Thus, the CTL approach based on Ngadhu-Bhaga ethnic folklore is effective in improving students' critical thinking skills and creating more meaningful and contextual Indonesian language learning.