Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mencegah Bunuh Diri dengan Mengembangkan Makna Hidup Menurut Victor Frankl Dwi Madyo Utomo, Kurniawan; Abner Hubertus
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.248

Abstract

Bunuh diri telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Cukup banyak individu yang memandang kematian karena bunuh diri sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi tantangan hidup dan penderitaan. Salah satu pendekatan terapeutik yang digunakan untuk membantu individu yang ingin bunuh diri adalah dengan menemukan makna dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji teori logoterapi dari Viktor Frankl yang bertujuan untuk membantu individu, khususnya yang ingin bunuh diri, untuk menemukan makna hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi pustaka. Buku-buku yang ditulis oleh Victor Frankl dikaji secara mendalam dengan menggunakan analisis wacana kritis. Penelitian ini menemukan bahwa manusia pada hakikatnya mencari dan menciptakan makna. Makna hidup itu tidak hanya ditemukan dalam keberhasilan dan kesenangan. Penderitaan yang suram dan hidup tanpa kesenangan sekalipun, bisa menjadi masa-masa bagi manusia untuk menemukan makna hidup. Cara manusia menanggapi penderitaan menunjukkan siapa dirinya dalam mewujudkan hidup yang lebih bermakna.
PSIKOLOGI INDIVIDUAL – INFERIOR MENJADI SUPERIOR : UPAYA MENGURANGI POPULASI KORBAN PERUNDUNGAN PERSPEKTIF ALFRED ADLER Agung Dwi Kristiyanto, Albertus; Dwi Madyo Utomo, Kurniawan; Herjuno Handhika Pradinta, Agustinus
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8333

Abstract

This paper discusses how individuals who are victims of bullying (inferior) can develop into superior individuals based on Alfred Adler's individual psychology theory. Adler argued that every individual is born with a sense of inferiority that drives them to become superior through the development of their potential. This study employs a qualitative method with a literature review approach, analyzing literature related to Adler’s theory. The findings show that in order to transform from inferior to superior, individuals must go through three key stages: social interest, lifestyle, and creativity. Social interest helps individuals connect with others, lifestyle shapes healthy behavioral patterns, and creativity enables individuals to overcome their weaknesses by developing their uniqueness. These three stages work together to help individuals overcome feelings of inferiority and achieve superiority. Based on the analysis, the success rate of applying this theory to bullying victims shows an effectiveness of 75%, with many individuals successfully increasing their self-confidence and reducing their feelings of inferiority. ABSTRAK Tulisan ini membahas bagaimana individu yang menjadi korban perundungan (inferior) dapat berkembang menjadi individu yang superior berdasarkan teori psikologi individual Alfred Adler. Adler berpendapat bahwa setiap individu dilahirkan dengan rasa inferior yang memicu dorongan untuk menjadi superior melalui pengembangan potensi diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis literatur terkait dengan teori Adler. Temuan menunjukkan bahwa untuk berubah dari inferior menjadi superior, individu harus melalui tiga tahapan penting: minat sosial, gaya hidup, dan kreativitas diri. Minat sosial membantu individu untuk menghubungkan diri dengan orang lain, gaya hidup membentuk pola perilaku yang sehat, dan kreativitas diri memungkinkan individu mengatasi kelemahan dengan mengembangkan keunikan mereka. Ketiga tahapan ini saling mendukung dalam membantu individu mengatasi perasaan inferior dan mencapai superioritas. Berdasarkan analisis, keberhasilan penerapan teori ini pada korban perundungan menunjukkan tingkat efektivitas sebesar 75%, dengan banyak individu yang berhasil meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi perasaan inferior mereka.