Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Global Strategis

From Big Data to Mask Diplomacy: Taiwan’s Effort to Strengthen International Role A. Safril Mubah; Sarah Anabarja
Global Strategis Vol. 14 No. 2 (2020): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.14.2.2020.189-202

Abstract

Dengan mengandalkan ketahanan domestik tanpa dukungan komunitas internasional, Taiwan yang terkucil dari pergaulan dunia berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Meskipun Taiwan memiliki kedekatan geografis dengan China yang menjadi pusat bermulanya wabah COVID-19, negara ini hanya mencatatkan 467 total kasus COVID-19 yang terkonfirmasi hingga 31 Juli 2020. Melalui respons cepat berbasiskan integrasi mahadata, Taiwan mampu mencegah penularan COVID-19 yang lebih luas. Ketika situasi kesehatan domestik telah terkendali, Taiwan mulai melancarkan aksi global dengan mendonasikan masker medis ke berbagai negara. Diplomasi masker merupakan upaya yang ditempuh Taiwan untuk meraih citra positif di panggung dunia. Dalam artikel ini, penulis menemukan bahwa keberhasilan strategi Taiwan dalam menangani pandemi di tingkat domestik mendorong Taipei berupaya terlibat aktif dalam tata-kelola kesehatan global demi meningkatkan peran internasionalnya. Namun, upaya itu terhadang oleh isolasi diplomatik yang terus dilakukan China sejak Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden pada 2016. Untuk membahas isu tersebut, artikel ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, kecepatan respons Taiwan dalam mencegah penularan COVID-19. Kedua, ketepatan strategi Taiwan dalam menyelesaikan pandemi sehingga melejitkan citra negara ini di tataran global. Ketiga, tantangan Taiwan untuk meningkatkan peran internasional di tengah isolasi diplomatik.Kata-kata Kunci: kecepatan respons, integrasi mahadata, diplomasi masker, peran internasional.As a diplomatically isolated country, Taiwan cannot lie to the international community in combating the COVID-19 pandemic. This situation is supposed to be obstacles for Taiwan, but the country can successfully control the COVID-19 pandemic thanks to its domestic resilience. Despite its geographic proximity with China, Taiwan has only confirmed 467 COVID-19 total cases by July 31, 2020. Through quick response based on big data integration, Taiwan has prevented COVID-19 from spreading around the country. While Taiwan can control its domestic situation, the government begins to launch global action for donating medical masks to many countries. Through mask diplomacy, Taiwan is expected to gain a positive image on the globe. Following its success in dealing with the pandemic at the local level, Taiwan is getting involved in global health order to improve its international role. However, this effort is challenged by diplomatic isolation imposed by China since President Tsai Ing-wen was in her office in 2016. This paper examines the issue and consists of three sections—first, Taiwan’s quick response in preventing COVID-19 transmission. Second, Taiwan’s strategy in dealing with the pandemic. Third, Taiwan’s challenges in improving its international roles.Keywords: quick response, big data integration, mask diplomacy, international role.
Social Justice in the Global South: the Cosmopolitanism Dimension of Indonesian Humanitarian Aid Anabarja, Sarah; Farah Fadhilla, Nadya
Global Strategis Vol. 20 No. 1 (2026): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.20.1.2026.245-268

Abstract

In recent years, humanitarian aid has increasingly been executed including but not limited to social media activism, volunteering, and crowd-funding. Rather than being framed by the state or its agents, the discourse of social justice in delivering foreign aid has been reiterated along with solidarity as a driving force to help vulnerable target communities. Thus, we choose cases of humanitarian aid delivered to address the crises faced by the Rohingya and Palestinian peoples to represent the humanitarian crisis in the Global South. Through literature review and analysis of advocacy by civil society and government policy, this article finds that the activism of Indonesian Islamic NGOs is proven to be one of the determinant factors of Indonesian humanitarian aid in the Global South. The NGOs channel the voices and sentiments of their community toward their humanitarian aid activism. We develop the argument by examining the contributions of the prominent Islamic NGOs’ activism in mobilizing humanitarian aid as their interpretation of social justice norms in vulnerable societies in the Global South.  Keywords: Social Justice, Global South, Islamic NGOs, Cosmopolitanism, Indonesian Humanitarian aid.  Bantuan kemanusiaan adalah salah satu komponen penting dalam interaksi antar masyarakat internasional. Dalam perkembangannya, bentuk bantuan kemanusiaan semakin banyak dilangsungkan melalui beragam cara, termasuk ativisme sosial yang digerakkan oleh sukarelawan. Bergeser dari perspektif negara, ide terkait keadilan sosial dalam penyaluran bantuan kemanusiaan juga tercermin dari bentuk solidaritas yang ditujukan pada komunitas yang rentan secara transnasional. Artikel ini menilik kasus bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia bagi masyarakat Rohingya dan Palestina sebagai representasi krisis kemanusiaan di “Global South”. Melalui tinjauan literatur dan analisis pada aktivitas advokasi masyarakt sipil dan kebijakan pemerintah, artikel ini menemukan bahwa aktivisme Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Islam di Indonesia terbukti menjadi salah satu faktor penentu bantuan kemanusiaan Indonesia. Penulis mengembangkan argumen ini dengan melihat kontribusi aktivisme LSM Islam terkemuka dalam memobilisasi bantuan kemanusiaan sebagai interpretasi mereka terhadap norma-norma keadilan sosial pada masyarakat rentan di “Global South”. Kata kunci: Keadilan Sosial, Global South, LSM Islam, Kosmopolitanisme, Bantuan Kemanusiaan Indonesia