Budidaya pertanian saat ini tidak lepas dari pemupukan. Petani memberi pupuk pada tanaman dengan harapan hasil panen meningkat. Produksi pertanian harus ditingkatkan dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Kebutuhan akan produksi pertanian semakin meningkat, sehingga perlu teknologi untuk memperoleh hasil yang banyak. Teknologi tersebut salah satunya adalah pemupukan. Penggunaan pupuk bersubsidi sangat membantu para petani dalam usaha pertaniannya sehingga kualitas pupuk yang digunakan harus terjamin, dan melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kualitas pupuk bersubsidi di tiga wilayah khususnya Kabupaten Kuningan, Cirebon, dan Majalengka. Metode pengambilan sampel pupuk yang digunakan adalah Standar Nasional IIndonesia (SNI) 19-0428:1998 dan metode pengujian yang dilakukan adalah SNI 2803:2012, meliputi pengujian nitrogen dengan volumetri, fosfor dengan spektrofotometri, kalium dengan Spektrofotometri serapan atom, sementara kadar air dengan volumetri menggunakan alat Karl Fischer. Hasil pengujian diperoleh rata-rata pada pupuk NPK bersubsidi di Kabupaten Kuningan Cirebon, dan Majalengka sebesar 14,96 %, fosfor sebagai P2O5 total sebesar 12,00 %, Kalium sebagai K2O sebesar 14,12 %, dan kadar air sebesar 1,48 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa contoh yang diambil masih memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI 2803:2012 denganl kadar N, P, K masing-masing lebih dari 6% dan jumlah kadar N, P, dan K lebih besar dari 30 %.