Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Potensi Produksi Sumber Bahan Pakan Lokal dan Kapasitas Tampung Ternak Ruminansia di Kabupaten Tanggamus Muthoharoh, Septi
Wahana Peternakan Vol. 2 No. 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 Maret 2018
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v2i1.92

Abstract

This study aims to calculate the production potential of local feed material sources and the carrying capacity of ruminant livestock in Tanggamus Regency. The data source comes from the primary data and secondary data, then the collected data is analyzed descriptively. From the analysis it can be seen that forage feed material derived from grasses, agricultural products and plantations along with the waste that can be used for ruminant animal feed reaches 665,421.30 tons of dry matter per year. While from the available amount of feed, only 289,533.41 ton of dry material is used to fulfill feed requirement from 27,034.99 animal units, so the increasing capacity of ruminant livestock population can still be developed again up to 291,691.53 animal units, there is still the chance of adding as many as 264,656.54 animal units. Keywords: Carrying Capacity of Ruminant Livestock, Local Feed Material
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Desa Fajar Sari Kecamatan Seputih Agung: Success Rate Of Artificial Insemination In Beef Cattle In Fajar Sari Village Seputih Agung District Sadewa, Bayu; Suhadi, Miki; Muthoharoh, Septi; Herdiansah, Riko
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/vb44qy48

Abstract

Peningkatan produksi dan populasi sapi potong menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan peternakan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang bertujuan memperbaiki mutu genetik ternak dan meningkatkan efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi potong di Desa Fajar Sari, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, serta menganalisis faktor-faktor pendukung keberhasilan program tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan metode survei deskriptif terhadap 41 orang peternak sebagai responden dan total 125 ekor sapi potong yang telah diinseminasi. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Conception Rate (CR) sebesar 74,4% dan Service per Conception (S/C) sebesar 1,34. Angka tersebut menunjukkan bahwa program IB di lokasi penelitian berjalan secara efisien dan termasuk dalam kategori sangat baik berdasarkan standar nasional dan internasional. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya pengalaman beternak responden yang mayoritas di atas 10 tahun, kepemilikan ternak yang cukup (rata-rata 3–4 ekor), serta keterlibatan aktif dalam pengamatan birahi dan pelaksanaan IB. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi IB sangat potensial diterapkan secara luas pada peternakan rakyat apabila didukung dengan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis dari inseminator. Oleh karena itu, pengembangan IB di tingkat desa perlu terus didorong untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong dan kesejahteraan peternak lokal.
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Desa Fajar Sari Kecamatan Seputih Agung: Success Rate Of Artificial Insemination In Beef Cattle In Fajar Sari Village Seputih Agung District Sadewa, Bayu; Suhadi, Miki; Muthoharoh, Septi; Herdiansah, Riko
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/vb44qy48

Abstract

Peningkatan produksi dan populasi sapi potong menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan peternakan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang bertujuan memperbaiki mutu genetik ternak dan meningkatkan efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi potong di Desa Fajar Sari, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, serta menganalisis faktor-faktor pendukung keberhasilan program tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan metode survei deskriptif terhadap 41 orang peternak sebagai responden dan total 125 ekor sapi potong yang telah diinseminasi. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Conception Rate (CR) sebesar 74,4% dan Service per Conception (S/C) sebesar 1,34. Angka tersebut menunjukkan bahwa program IB di lokasi penelitian berjalan secara efisien dan termasuk dalam kategori sangat baik berdasarkan standar nasional dan internasional. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya pengalaman beternak responden yang mayoritas di atas 10 tahun, kepemilikan ternak yang cukup (rata-rata 3–4 ekor), serta keterlibatan aktif dalam pengamatan birahi dan pelaksanaan IB. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi IB sangat potensial diterapkan secara luas pada peternakan rakyat apabila didukung dengan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis dari inseminator. Oleh karena itu, pengembangan IB di tingkat desa perlu terus didorong untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong dan kesejahteraan peternak lokal.
Quantitative Performance Of Saburai Goat Breeding In Gisting District, Tanggamus Regency: Quantitative Performance Of Saburai Goat Breeding In Gisting District, Tanggamus Regency Hayati, Luthfiah; Putra, Boby Arya; Herdiansah, Riko; Muthoharoh, Septi
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/dsct3d06

Abstract

Saburai goats have a high level of growth and adaptation that is derived from the seeds and broods of crossbreeds from their parents and currently the population of Saburai goats in Tanggamus Regency is starting to decrease. Thus, a study was conducted on the quantitative reproductive performance of Saburai goat breeds in Gisting District, Tanggamus Regency. The material used was 66 Saburai goat breeds. This research will use non probability sampling technique, namely saturated sampling. Reproductive data collection techniques are observation, interview, and documentation with observed data in the form of conception rate (CR), service per conception (S/C), and litter size (LS) grouped by parity (P) 1 - 4. Then analyzed using statistical tests and presented descriptively. So it can be concluded that the population of Saburai goats in Gisting sub-district as of December 31, 2024 is only 0.91% of the goat population in Gisting sub-district; S/Cand LS at parity 1 - 4 have a value of P <0.05 which indicates that in the parity of Saburai goat broods there is a significant difference between parities; CR at parity 1 - 4 have a value of P>0.05 which indicates that in the parity of Saburai goat herds there is no significant difference between parities; and the average value of CR, S/C, and LS in Saburai goat herds is in the ideal category but almost all farmers have not recorded matings and births, so performance is not in the optimum category.
Strategy For Development of Krui Cattle Livestock Business In West Coastal District Lampung Province: Strategy For Development of Krui Cattle Livestock Business In West Coastal District Lampung Province Dipayana, Lusita; Herdiansah, Riko; Suhadi, Miki; Muthoharoh, Septi
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/cetamx23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting usaha ternak sapi Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, serta merumuskan strategi pengembangannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan peternak sapi Krui, aparat desa, serta instansi terkait. Analisis SWOT diterapkan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan usaha ternak sapi Krui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak sapi Krui memiliki potensi besar untuk dikembangkan, didukung oleh ketersediaan lahan, dukungan pemerintah daerah, dan tingginya permintaan pasar. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, rendahnya penerapan teknologi pakan, serta manajemen usaha yang belum optimal. Strategi pengembangan yang disarankan antara lain peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan, penguatan akses permodalan, penerapan teknologi pakan dan kesehatan ternak, serta penguatan kelembagaan kelompok ternak. Dengan implementasi strategi tersebut, diharapkan usaha ternak sapi Krui dapat berkontribusi lebih optimal terhadap peningkatan pendapatan peternak dan pembangunan ekonomi daerah.