Peningkatan produksi dan populasi sapi potong menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan peternakan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang bertujuan memperbaiki mutu genetik ternak dan meningkatkan efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi potong di Desa Fajar Sari, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, serta menganalisis faktor-faktor pendukung keberhasilan program tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan metode survei deskriptif terhadap 41 orang peternak sebagai responden dan total 125 ekor sapi potong yang telah diinseminasi. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Conception Rate (CR) sebesar 74,4% dan Service per Conception (S/C) sebesar 1,34. Angka tersebut menunjukkan bahwa program IB di lokasi penelitian berjalan secara efisien dan termasuk dalam kategori sangat baik berdasarkan standar nasional dan internasional. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya pengalaman beternak responden yang mayoritas di atas 10 tahun, kepemilikan ternak yang cukup (rata-rata 3–4 ekor), serta keterlibatan aktif dalam pengamatan birahi dan pelaksanaan IB. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi IB sangat potensial diterapkan secara luas pada peternakan rakyat apabila didukung dengan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis dari inseminator. Oleh karena itu, pengembangan IB di tingkat desa perlu terus didorong untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong dan kesejahteraan peternak lokal.