Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Society

PEREMPUAN DALAM ARENA KEKERASAN DOMESTIK: (Studi Dokumen Penyebab Kekerasan pada Perempuan dalam Rumah Tangga di Pulau Bangka) Sujadmi, Sujadmi
Society Vol 5 No 1 (2017): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v5i1.23

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang terjadi pada perempuan dalam rumah tangga atau keluarga. Lebih lanjut mencoba menggali kemungkinan penyebab yang melatarbelakangi terjadinya tindak kekerasan pada perempuan. Mansour Fakih mengemukakan bahwa pada dasarnya penyebab terjadinya kekerasan terdiri atas dua faktor yakni internl dan eksternal. Berangkat dari pandangan tersebut, maka tulisan ini akan mencoba mengkajinya melalui studi dokumentasi. Data-data yang digunakan untuk melakukan analsis adalah hasil penelusuran dokumentasi dari beberapa sumber. Hasil analisis menyebutkan bahwa tindak kekerasan yang dialami oleh perempuan di Pulau Bangka mayoritas disebabkan oleh faktor internal yakni terkait persoalan ekonomi rumah tangga. Lebih lanjut adanya pandangan tabu akan persoalan keluarga jika dipublikasikan sehingga perempuan cenderung lebih memilih diam dan tidak melaporkan pada pihak yang berwajib. Disini menunjukkan adanya faktor internal dan eskternal baik dari sisi perempuan maupun keluarga itu sendiri.
YANG MINORITAS : YANG TERTINDAS (ANALISIS KONFLIK AHMADIYAH VS "ISLAM") Sujadmi, Sujadmi
Society Vol 1 No 1 (2013): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v1i1.44

Abstract

Power is everywhere, so is revealed by Foucault. Power possessed by the majority who don’t rarely brought the existence of a conflict with minority parties. Similarly, religion, religions are like two sides of a coin. On the one hand the belief gave way towards peace, but on the other side of religion considered to be a source of division in the community. The religion of the majority religion is considered as a powerful or have power in society even more dominant than countries with other religions are minorities. Religious conflicts have often occurred in different countries and even Indonesia are in fact as a multicultural country in religion. Conflict not only between different faiths, even some internal conflict / co-religionists because of differences in the interpretation of scripture that ultimately led to anarchy. Religious issues will be difficult to overcome if both parties use their eyes in search of the truth. As a multicultural country, should all parties can appreciate and respect each other and understand and understand the Human Rights owned by each indivvidu. Freedom of religion is one of the rights that should be protected. In the cases of minorities in this country, should the state government in this case is able to protect its citizens and uphold human rights in the embrace and believe in a religion.
Pemberdayaan Kelompok Remaja Berbasis Kultural Sebagai Upaya Penanggulangan Dan Pencegahan Kenakalan Remaja Dan Narkoba Di Desa Penagan Kecamatan Mendo Barat Sujadmi, Sujadmi; Saputra, Putra Pratama
Society Vol 5 No 2 (2017): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v5i2.54

Abstract

Remaja dan kenakalan renmaja khususnya narkoba senantiasa menjadi persoalan yang menarik perhatian dan utuh perhatian serius dari berbagai pihak. Generasi muda merupakan generasi penerus dan pelurus bangsa di kemudian hari. Mewujudkan generasi yang aktif, kreatif dan inovatis sudah tentu menjadi tugas bersama oleh berbagai kalangan. Program ini mencoba untuk mengupayakan penanggulangan dan pencegahan kenakalan remaja dan narkoba pada kelompok remaja di Desa Penagan Kecamatan Mendo Barat. Perspektif yang digunakan untuk melaksanakan program ini adalah perspektif pembangunan yang berpusat pada manusia/masyarakat yakni pemberdayaan masyarakat. Konsep pemberdayaan masyarakat yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya melakukan perubahan sosial yang efektif akan digunakan dalam pelaksanakan program ini. Metode pemberdayaan yang digunakan mengacu pada strategi pemberdayaan yang mencakup tiga hal. Pertama yaitu perencanaan, kedua aksi sosial dan yang ketiga peningkatan kesadaran dan pendidikan. Ketiga strategi ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan dalam proses pemberdayaan. Pertama, menghadirkan kembali pengalaman yang memberdayakan dan tidak memberdayakan. Kedua,mendiskusikan alasan mengapa terjadi pemberdayaan dan penindakberdayaan. Ketiga, mengidentifikasikan suatu masalah atau poyek. Keempat, mengidentifikasi basis daya yang bermakna untuk melakukan perubahan dan kelima, mengembangkan rencana-rencana aksi dan mengimplementasikannya. Strategi pemberdayaan tersebut akan direalisasikan ke dalam empat kegiatan yang berbasiskan kultur masyarakat. Keempat kegiatan yang dimaksud adalah pesantren kilat, nganggung bersama, perkemahan sehari semalam, dan pekan olahraga dan seni. Keempat kegiatan ini akan menyasar para remaja yang ada di lokasi program. Hasil akhir dari program ini menyasar pada terbentuknya Kelompok Remaja/Pemuda Aktif Penagan. Kelompok ini diharapkan dapat meneruskan upaya memberdayakan masyarakat setempat dalam upaya menanggulangi dan mencegah kenakalan remaja dengan menciptakan remaja yang aktif, kreatif dan inovatif.
Upaya Pencegahan Sexual Violence Pada Remaja Sekolah di Merawang Kabupaten Bangka Sujadmi, Sujadmi; Febriani, Luna; Herdiyanti, Herdiyanti
Society Vol 6 No 2 (2018): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v6i2.69

Abstract

The right for good life such as education and peace are one of them. They often experience sexual violence and abuse. The case of sexual abuse faced by them increases. This requires special attention to solve and prevent the case. The perpetrators mostly are adults and even from the member of family. The educators are expected to be the role model for the pupils not otherwise. To tackle the issue, it requires the knowledge and a strategy to prevent the mentioned case. Sex education can be one of the solutions to prevent the mentioned case experienced by the children and teenage girl so that they are able to identify the types of sexual violence. Extension can be conducted as the form of education. It can be through providing the flyers and stickers to teenagers and to the other people. High school becomes its target. The extension was conducted in SMAN 1 Merawang. The keynote speaker of the events were the expert from educational and psychological field. It was expected by having enough knowledge on types of sexual violence, parents, students and other parts of society were able to protect themselves from the potential mentioned case.