Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Quality of The Translation by Instragam Account Abu Azzam (@abuazzamtv) of The Arabic Clips to Indonesian Ferdian, Fadhil
Al-Muyassar: Journal of Arabic Education Vol 3, No 1 (2024): Al-Muyassar: Journal of Arabic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/al-muyassar.v3i1.9434

Abstract

The videos published on Instagram have a significant impact on changing society in this era. The current communication channels can influence society, especially Muslims, towards either good or evil, depending on what they see on these social media platforms. If the translation is accurate and understood by the viewers, where it suits the target language without distorting its meaning from the source language, using translation in video clips makes it easier for viewers to understand the intended message in Arabic videos. However, sometimes reading the translation does not enhance understanding but rather confuses the viewers, making it difficult for them to grasp the meaning. One contributing factor is that the translator faithfully presents the source text message, but viewers find it challenging to comprehend the translation. The objectives of this research are as follows: 1) To determine the method used by Abu Azam for translation. 2)To assess the quality of Abu Azam's Instagram account in translating Arabic lesson clips into Indonesian. The research methodology employed is qualitative, using content analysis. The findings indicate the following: 1) Out of 7 video clips, 4 utilize literal translation, 2 employ communicative translation, and 1 uses free translation. 2) In terms of translation accuracy among the 7 video clips, the researcher found that 6 video clips effectively convey the messages, while 1 video clip has some shortcomings in conveying the messages. Regarding acceptability, 4 video clips received a satisfactory rating, 2 received an unsatisfactory rating, and 1 video clip received an unacceptable rating. In terms of comprehension, all 7 video clips were highly understandable, with the viewers easily comprehending the translations.
Taḥlīl al-mushkilāt al-tarbawiyyah wa-al-idāriyyah fī ta‘līm al-lughah al-‘Arabiyyah ‘an bu‘d Frandika, Sutrisno; Ferdian, Fadhil
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5zp65h31

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini membahas masalah dalam pengajaran bahasa Arab jarak jauh melalui siaran radio di Radio Ar-Risalah Medan. Program ini dibuat untuk membantu masyarakat belajar bahasa Arab tanpa batasan ruang dan waktu. Namun pelaksanaannya menghadapi banyak kendala. Masalah utama muncul karena metode belajar tradisional seperti Talaqqi dan Grammar-Translation dipindahkan ke media radio yang hanya mengandalkan suara dan bersifat satu arah. Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian antara metode dan media sehingga proses belajar menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan cara kerja program, menemukan hambatan yang benar terjadi di lapangan, dan memberikan saran perbaikan. Penelitian dilakukan di Deli Serdang dari Juli 2021 hingga Mei 2022. Subjek penelitian meliputi pengajar utama, manajemen radio, dan para pendengar yang menjadi peserta. Ada sekitar 30 sampai 38 peserta terdaftar, tetapi hanya peserta aktif yang diwawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 7 sampai 12 peserta yang aktif tiap sesi, sementara sebagian besar lainnya menjadi pendengar pasif. Masalah seperti kesalahan pengucapan huruf Arab dan tata bahasa sulit diperbaiki karena tidak ada visualisasi. Hambatan teknis dan rasa gugup peserta saat berbicara di radio juga memperburuk situasi. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran kurang efektif karena metode tatap muka diterapkan di radio tanpa penyesuaian. Solusi yang disarankan adalah mengembangkan model pembelajaran hibrida yang menggabungkan radio dengan media sosial serta menambah latihan bersama agar pembelajaran lebih inklusif dan berkualitas.