Penelitian ini berangkat dari latar belakang pemikiran mengenai perlunya memingkatkan hasil belajar PKn karena penerapan model pembelajaran masih terpusat pada guru dan rendahnya kualitas proses dan hasil pembelajaran PKn masih di bawah KKM, serta aktivitas siswa cenderung pasif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam pembelajaran PKn digunakan model pembelajaran tipe STAD pada materi proses Pemilu dan Pilkada. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi,dan refleksi. Hasil belajar PKn peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran STAD di kelas IV SDN Jayabakti 03 Kecamatan Cabangbungin, berdasarkan hasil penilaian dan observasi terhadap pembelajaran dan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran PKn selama tiga siklus/tiga siklus penelitian, dapat meningkatkan perolehan hasil belajar dan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, ini dapat dilihat dari data hasil pos test, baik secara individu maupun nilai rata-rata sudah menunjukan adanya peningkatan. Peningkatan hasil belajar PKn dengan menerapkan Model Pembelajaran STAD dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata tiap siklus yaitu: siklus kesatu 65,00 dan siklus kedua 81,30. Ditinjau dari ketuntasan belajar siklus kesatu baru mencapai 65,22%, dan siklus kedua mencapai menjadi 91,30%. Pada siklus kedua pembelajaran sudah dianggap berhasil mencapai ketuntasan belajar dari batas minimal yang harus dicapai yaitu 85%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn pada materi Pemilu dan Pemilukada di kelas VI di sekolah dasar