Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter melalui Kesenian Wayang Timplong dalam Lakon Sekartaji oleh Dalang Suyadi Dewi Pebriningrum; Moch. Mukhlison
Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2025): Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi, Juni, 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/y901yf36

Abstract

Pendidikan karakter adalah pondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul,  utuh, berbudi pekerti, dan bermoral. Proses pembentukan karakter tidak hanya terjadi di ruang kelas, namun juga melalui budaya lokal seperti dalam seni pertunjukan wayang Timplong. Kesenian wayang Timplong dapat menjadi alternatif media pendidikan karakter di tengah dekadensi moral yang sedang terjadi di Indonesia. Kajian ini dilakukan untuk 1) mendeskripsikan cerita wayang Timplong lakon Sekartaji oleh Dalang Suyadi 2) untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam lakon Sekartaji. Kajian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini 1) Lakon Sekartaji mengisahkan cinta kasih seseorang yang tulus dan tidak memandang status sosial. 2) Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung adalah kesabaran, kesetiaan, keteguhan dan keberanian, ketulusan dan keikhlasan, kejujuran dan integritas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak mulai dari kecil hingga yang sudah menduduki bangku SMA.
Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Organisasi Melalui Pelatihan Leadership dan Keorganisasian Di Bem-Ftk Uit Lirboyo Kediri Moch. Mukhlison; Makhfud
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpm.v4i3.43160

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Organisasi melalui Pelatihan Leadership dan Keorganisasian di BEM-FTK UIT Lirboyo Kediri” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan manajerial pengurus organisasi mahasiswa. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pelatihan dan pendampingan intensif yang menitikberatkan pada peningkatan pemahaman konseptual, kemampuan perencanaan strategis, serta dinamika komunikasi tim. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta yang tercermin melalui kenaikan skor post-test dan perbaikan kualitas penyusunan program kerja organisasi. Dampak positif juga tampak pada peningkatan soliditas tim dan efektivitas koordinasi internal, meskipun masih ditemukan kendala pada aspek manajemen konflik dan pengelolaan waktu antara tanggung jawab akademik dan organisasi. Program ini menegaskan bahwa pelatihan berkelanjutan dengan dukungan sistemik dari fakultas dan penerapan kaderisasi internal di tingkat organisasi merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan kepemimpinan mahasiswa yang progresif, profesional, dan berdaya saing.   Kata Kunci  Kepemimpinan Mahasiswa,Pelatihan Organisasi, Pengembangan kapasitas
Dinamika Alih Kode dan Negosiasi Identitas dalam Komunikasi Pola Asuh Keluarga Migran Indonesia Asfa Davi Bya; Moch. mukhlison
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2026): April : Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v7i2.3026

Abstract

This study examines code-switching dynamics in parenting communication among two Indonesian migrant families who have acquired Malaysian citizenship. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, data were collected through in-depth interviews and observation of four informants comprising parents (First Generation) and children (Second Generation). Analysis was conducted using Poplack's (1980) typology, Gumperz's (1982) sociopragmatic framework, and Spolsky's (2004) language ideology perspective. Findings indicate that intra-sentential switching is the most productive form with Malay functioning as the matrix language, addressee specification emerges as the most dominant function, and message qualification reveals a negative pattern in which Indonesian is no longer effective as a command reinforcer. Second Generation informants in both families tend to identify as Malaysian, with varying intensity that correlates directly with the degree of Indonesian language exposure at home. Code-switching among First Generation informants is shown to function as a deliberate identity strategy, whereby Indonesian is selectively maintained in specific domains as a conscious effort to preserve cultural ties amid the dominance of Malay in everyday life.