Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ngusaba Gede Ceremony in Demulih Village, Susut District, Bangli Regency Ni Nengah Dea Ayu Ferina
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2997

Abstract

This study looks at the meaning of the Ngusaba Gede ceremony in Demulih Village, Susut District, Bangli. Previous studies related to the issue of the Ngusaba Ceremony have focused on Hindu religious education, while not many have highlighted the Ngusaba ceremony in terms of its meaning. By taking the case of the Ngusaba Dalem Ceremony in Demulih Village, it uses the concept of Clifford Geertz related to the problem of meaning which looks at the interpretive culture in which there is a concept of model of which looks at religious morality, namely where religion becomes knowledge for the people of Demulih Village in carrying out the ceremony Ngusaba Gede and the model for are seen in the reality that occurs in this ngusaba ceremony which is contained in the holy book that is believed by the people of Demulih Village, thus giving rise to the meaning of this Ngusaba Gede ceremony, namely that there is a religious symbol called Nawa Sanga (Nine gods) and symbols of structures related to it with the ceremonial leader Ngusaba Gede. The method used in this study uses qualitative methods, namely by means of observation, in-depth interviews, and field notes.
Strategi Adaptasi Nelayan di Kenjeran, Kecamatan Sukolilo Larangan, Kabupaten Surabaya, Provinsi Jawa Timur dalam Menghadapi Ekologinya. Ni Nengah Dea Ayu Ferina
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3329.98 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i01.60

Abstract

Sumber daya yang ada di pesisir Indonesia dihadapkan pada dua kondisi. Pertama, adanya kawasan yang belum tersentuh oleh aktivitas pembangunan. Kedua, terdapat adanya kawasan yang sudah dimanfaatkan secara besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji strategi adaptasi nelayan dalam menghadapi perubahan ekologi di kawasan pesisir pantai Kenjeran, Kecamatan Sukolilo Larangan, Kabupaten Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Metode dalam melakukan penelitian ini adalah dengan cara kualitatif dengan mengumpulkan data wawancara dan obervasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa strategi adaptasi yang diterapkan oleh kehidupan rumah tangga nelayan Kenjeran guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan kondisi ekologi yang berubah-ubah diakibatkan karena fluktuasi alam dan pembangunan jembatan Surabaya. Rumah tangga nelayan Kenjeran melakukan berbagai macam pilihan adaptasi sesuai sumberdaya yang dimiliki oleh nelayan Kenjeran. Berdasarkan hasil observasi di lokasi penelitian, adaptasi yang dilakukan oleh nelayan antara lain: (1) melakukan diversifikasi pekerjaan; (2) penganekaragaman alat tangkap; (3) memanfaatkan hubungan sosial; dan (4) mobilisasi rumah tangga.