Puji Purwandari, Kristiana
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Diet dan Komplikasi Hipertensi terhadap Tingkat Kepatuhan Diet Hipertensi Masyarakat di Kelurahan Nambangan Selogiri Wonogiri Puji Purwandari, Kristiana
Jurnal AKPER GSH Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Pengetahuan Diet dan Komplikasi Hipertensi terhadap Tingkat Kepatuhan Diet Hipertensi Masyarakat di Kelurahan Nambangan Selogiri Wonogiri Puji Purwandari, Kristiana
Jurnal AKPER GSH Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH RENDAM HANGAT PADA KAKI DIABETIC TERHADAP PENURUNAN NEUROPATI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Puji Purwandari, Kristiana; Putri Utama Wardani, Marthadinata
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i2.146

Abstract

Diabetus merupakan penyakit metabolisme kronis ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah (gula darah), umumnya diidap orang dewasa. Beberapa komplikasi kronik DM yang paling umum ditemui yaitu Neuropati perifer. Hal ini terjadi karena hiperglikemia pada penderita DM mempengaruhi terjadinya fleksibilitas sel darah merah yang melepas O2, sehingga O2 dalam darah berkurang dan terjadi hipoksia perifer. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan terapi non-farmakologi yaitu terapi rendam kaki dengan air hangat guna melancarkan sirkulasi di perifer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh rendam hangat pada kaki diabetic terhadap penurunan neuropati pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretests-posttest only. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 16 orang berdasarkan tabel power analysis. Alat ukur yang digunakan adalah DNS (Diabetic Neuropaty Symptom). Analisa data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon dan didapatkan p-value 0,001 (< 0,005) sehingga hasil penelitian yang didapatkan adalah ada pengaruh rendam hangat pada kaki diabetik terhadap penurunan neuropati pada klien diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes mellitus tipe 2 diharapkan mampu melakukan terapi rendam hangat pada kaki diabetik untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah terjadinya ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus. ABSTRACT Diabetes is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose (blood sugar) levels, commonly affecting adults. One of the most common chronic complications of DM is peripheral neuropathy. This occurs because hyperglycemia in DM patients affects the flexibility of red blood cells that release O2, resulting in reduced O2 in the blood and peripheral hypoxia. This can be prevented by non-pharmacological therapy, namely warm foot soaks to improve peripheral circulation. This study aims to identify the effect of warm foot soaks on diabetic feet on reducing neuropathy in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. The study design used was a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest only. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample size of 16 people based on a power analysis table. The measurement tool used was DNS (Diabetic Neuropathy Symptom). Data analysis was performed using the Wilcoxon test and obtained a p-value of 0.001 (<0.005). The results of this study indicate that warm soaks for diabetic feet have an effect on reducing neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus. Patients with type 2 diabetes mellitus are expected to be able to perform warm soak therapy on their diabetic feet to improve blood circulation and prevent diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK UNTUK MENURUNKAN NYERI NEUROPATIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI Puji Purwandari, Kristiana; Sorvino, Karisma
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.167

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan gula darah (hiperglikemia) dan intoleransi glukosa akibat produksi insulin yang tidak mencukupi oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi senam kaki untuk menurunkan intensitas nyeri pada penderita diabetes melitus dengan nyeri neuropatik. Metode: Penelitian ini memakai cara kuantitatif dengan uji visual analog scale dengan cara ketika sedang dilakukan senam kaki diabetik peneliti memperhatikan raut wajah pada pasien untuk mengukur tingkat skala nyeri, pada penelitian ini sample responden yang digunakan sebanyak 30 orang menjadi sample penelitian. Hasil: Hasil penelitian 10 responden menunjukkan terdapat penurunan rasa nyeri neuropati dahulu dan setelah dilakukan Gerakan kaki. Terdahulu gerakan kaki dilaksanakan, jumlah rata-rata adalah 6,70, sedangkan setelah senam kaki dilakukan, nilai ratarata turun menjadi 1,40. Hal ini menunjukkan adanya penurunan rasa nyeri, yang mengindikasikan pengaruh senam kaki pada penurunan rasa nyeri pasien diabetes melitus. Kesimpulan: Menurut temuan penelitian ini, penurunan rasa nyeri pada pasien diabtes melitus setelah dilakukan senam kaki diabetik rasa nyeri berkurang secara signifikan. Nilai p value sekitar 0,000<0.005 diperoleh dari hasil uji wilcoxon, menunjukan bahwa Ha tidak diterima sedangkan Ho diterima. Hal ini membuktikan adanya pengaruh sangat relevan antara senam kaki diabetik pada penurunan rasa nyeri pasien DM neuropatik. ABSTRACT Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by increased blood sugar (hyperglycemia) and glucose intolerance due to insufficient insulin production by the pancreas or the body's inability to use the insulin produced effectively. Objective: This study aims to determine the effectiveness of foot exercise therapy to reduce pain intensity in patients with diabetes mellitus with neuropathic pain. Method: This study uses a quantitative method with a visual analog scale test by observing the patient's facial expression while performing diabetic foot exercise to measure the level of pain scale, in this study a sample of 30 respondents was used as a research sample. Results: The results of the study of 10 respondents showed a decrease in neuropathic pain before and after foot exercises were performed. Before foot exercises were performed, the average number was 6.70, while after foot exercises were performed, the average value dropped to 1.40. This indicates a decrease in pain, which indicates the effect of foot exercises on reducing pain in patients with diabetes mellitus. Conclusion: According to the findings of this study, a decrease in pain in patients with diabetes mellitus after diabetic foot exercises significantly reduced pain. A p-value of approximately 0.000 <0.005 was obtained from the Wilcoxon test, indicating that Ha is rejected while Ho is accepted. This demonstrates the highly relevant effect of diabetic foot exercises on pain reduction in neuropathic DM patients.
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MEREDAKAN NYERI DADA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER(PJK) DI KECAMATAN GIRITONTRO Priyanka Aliasari, Zarena; Puji Purwandari, Kristiana
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.172

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri koroner yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan, sehingga mengurangi aliran darah ke jantung dan mengakibatkan nyeri dada atau angina. Plak yang menumpuk terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lainnya, dan proses pembentukan plak ini dikenal sebagai aterosklerosis. Aterosklerosis tidakhanya mempengaruhi arteri besar tetapi juga bisa mempengaruhi arteri kecil, yang dikenal sebagai mikrovaskular PJK. Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas teknik relaksasi napas dalam untuk meredakan nyeri dada pada pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK). Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus deskriptif yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kualitatif, dengan pendekatan case study research (studi kasus), pengambilan samplemenggunakan sampling purposive dengan jumlah sample sebanyak 5 responden. Hasil: setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam selama 3 hari berturut- turut menunjukanbahwasesudah dilakukan tindakan mengalami penurunan skala nyeri. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi responden. Kesimpulan: Hasil analisa dari keseluruhan responden dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi napas dalam efektif untuk menurunkan nyeri dada pada pasien PJK. ABSTRACT Background: Coronary Heart Disease (CHD) is one of the leading causes of death worldwide. Thiscondition is caused by the buildup of plaque in the walls of coronary arteries, leading to narrowingor blockage, which reduces blood flow to the heart and results in chest pain or angina. The accumulatedplaque consists of fats, cholesterol, calcium, and other substances, and the process of plaqueformation is known as atherosclerosis. Atherosclerosis can affect not only large arteries but alsosmall arteries, known as microvascular CHD. Objective: To determine the effectiveness of deep breathing relaxation techniques in alleviatingchest pain in patients with Coronary Heart Disease (CHD). Method: This study is a descriptive case study, which is a type of qualitative research strategy, usinga case study research approach. The sample was taken using purposive sampling with a total of 5respondents. Results: After applying deep breathing relaxation techniques for three consecutive days, there wasanoted decrease in pain scale. This was evident from the observation sheets of the respondents. Conclusion: The analysis of all respondents concluded that deep breathing relaxation techniques areeffective in reducing chest pain in patients with CHD.