Awwaliyah, Neny Muthi'atul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Hermeneutika Muhammad Syahrur Tentang Konsep Jilbab dalam Al-Qur’an Awwaliyah, Neny Muthi'atul
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i2.37

Abstract

Awal abad ke-19 merupakan titik awal kebangkitan dunia Arab. Keinginan kuat untuk bangkit yang disebut dengan “ledakan modernitas”. Kesadaran untuk melakukan introspeksi diri terhadap kesalahan yang mereka lakukan selama ini dan berusaha mengembalikan kejayaan Islam yang pernah diraih pada masa Dinasti Abbasiyah yang sering disebut dengan "The Golden Age of Islam". Salah satu bentuk merespon atas kejumudan ilmu pengetahuan dalam studi keislaman adalah dengan bermunculannya para akademisi atau pengkaji dengan berbagai pembaharu yang diusungnya. Salah satu diantara mereka adalah M. Syahrur. Beliau adalah tokoh pembaharu ternama dalam dunia penafsiran terhadap al-Qur’an dan hadis. Terobosan yang dilakukan dalam melakukan reinterpretasi terhadap nash menjadikan beliau sebagai barometer analisis-analisis dalam menelaah nash-nash al-Qur’an dan Hadits. kerangka pemikiran yang empiris melalui pendekatan teori hudud yang digunakan sebagai sebuah pendekatan dalam menafsirkan al-Qur’an menjadikan beliau sebagai tokoh Islam progresif yang mencoba melepaskan diri dari pengaruh hegemoni penafsiran klasik yang dianggapnya tidak lagi mampu menjawab persoalan realitas masyarakat yang cukup dinamis. penelitian ini akan berfokus pada cara pandang Syahrur dalam melakukan penafsiran ulang terhadap konsep jilbab dalam al-Qur’an. Penelitian ini akan berupaya mengungkap perbedaan penafsiran Syahrur dengan ulama klasik dan bagaimana bentuk relevansinya dengan realitas masyarakat kontemporer.
Kontekstualisasi Al-Qur’an Dan Pancasila Melalui Penguatan Muslim HUB Sebagai Pola Alternatif Dalam Menghadapi Industri 4.0 Adabi, Muhammad Akrom; Awwaliyah, Neny Muthi'atul
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v14i1.4954

Abstract

AbstractThe Qur’an, which has the status of a Muslim holy book, is experiencing "alienation" because it is considered unable to make practical contributions to various new challenges that arise. Al-Qur’an and Pancasila, which are the two important handles of Indonesian Muslims, are expected to not only keep up with the times. More than that, the al-Qur’an and Pancasila must really be able to fill the void and give an active role through its values, to bring the progress of Indonesia with a distinctive personality in the face of the Industrial 4.0 era. This paper tries to review the strengthening of Muslim Hub as a strategy in dealing with Industry 4.0 through contextualization of the values of the Koran and Pancasila. This study uses Max Weber's theory of Protestant ethics. In a book entitled The Protestant Ethics and Spirit of Capitalism, Weber has done a thorough analysis of the relationship between capitalism and religion. AbstrakAl-Qur’an dan Pancasila harus betul-betul mampu mengisi kekosongan dan memberi peran aktif melalui nilai-nilainya, untuk membawa kemajuan Indonesia dengan kepribadian yang khas dalam menghadapi era Industri 4.0. Tulisan ini mencoba mengulas seputar penguatan muslim hub sebagai strategi dalam menghadapi Industri 4.0 melalui kontekstualisasi nilai al-Qur’an dan Pancasila. Dalam penelitian ini ada dua bukti empiris yang pertama order monastic, dimana orang saleh ternyata juga memiliki prestasi yang gemilang dari sisi material. Kedua sekte protestan yang memiliki prestasi yang gemilang dalam fase awal munculnya kapitalisme modern. Penelitian ini menggunakan teori Max Weber tentang etika Protestan. Dalam buku yang berjudul The Protestan Ethics and Spirit of Capitalism, Weber telah melakukan analisa yang mendalam mengenai relasi kapitalisme dan keagamaan yang menunjukkan betapa agama memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan karakter pemeluknya. Jika ditarik ke kajian yang lebih luas, maka ideologi memiliki peran kuat dalam mempengaruhi perilaku pengikutnya, baik ideologi keagamaan maupun ideologi kenegaraan. Kata Kunci: Kontekstualisasi, Al-Qur’an, Pancasila, Industri 4.0.