Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Pertanian dan Peran Bank Negara Indonesia Dalam Ketahanan Pangan Paska Adaptasi Kebiasaan Baru Abiwodo
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i3.324

Abstract

Digitalisasi pertanian merupakan strategi yang tepat untuk diimplementasikan dalam situasi pandemi, dimana wabah penyakit merupakan salah satu bentuk ancaman nonkonvensional terhadap keamanan nasional. Ketahanan pangan Indonesia merupakan masalah domestik terutama dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Bank Negara Indonesia (BNI) dalam implementasi digitalisasi pertanian sebagai Ketahanan Pangan paska Adaptasi Kebiasaan Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka, wawancara dan tinjau lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah usaha perbankan dalam upaya melakukan ekosistem digital antara petani dan stakeholder (Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah dan Pupuk Indonesia Holding Company) bekerjasama dengan BNI untuk memberikan penyaluran pupuk menggunakan Kartu Tani, pemberdayaan Kios Pupuk Lengkap (KPL) sebagai Agen46 Laku Pandai, penyediaan dashboard monitoring untuk seluruh stakeholder hingga layanan fasilitas pembiayaan kepada petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara digital dengan suku bunga rendah, syarat mudah, dan cara pembayaran melalui skema sederhana, sehingga diharapkan digitalisasi pertanian dapat memberikan manfaat bagi petani, terutama untuk meningkatkan produktivitas pertanianserta tepat sasaran dalam rangka mendukung program Pemerintah Republik Indonesia dalam Ketahanan Pangan menuju Ketahanan Nasional.
Factors Determining HIMBARA Bank Resilience: The Effect of Regulation, Adaptiveness, Assets, and Speed Abiwodo; Subroto, Athor; Umanto; Fatwa, Nur
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 13 No. 6 (2025): JIAKES Edisi Desember 2025
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jiakes.v13i6.4648

Abstract

Banks play a central role in supporting economic growth by collecting and channeling public funds while maintaining customer trust. In Indonesia, state-owned banks face continuing pressure from economic uncertainty and rapid digital change, making their resilience a critical issue for national financial stability. This study aims to identify the key factors that determine the resilience of the four major state-owned banks and to examine how company performance and risk mediate these relationships. The research used questionnaires completed by 100 senior bank officials holding positions from Assistant Vice President level and above. Data were analysed using Structural Equation Modelling with Partial Least Squares. The results show that only six of the fourteen proposed hypotheses are supported. Regulation significantly improves company performance, while larger assets and faster response speed increase risk. Response speed directly strengthens bank resilience, and both company performance and risk significantly influence resilience. Adaptability, surprisingly, has no significant effect on any of the measured outcomes. The findings highlight that strong regulation, careful asset growth, and quick response capability are the most important drivers of resilience in Indonesian state-owned banks. Managers and regulators should focus on these three areas to ensure the banks remain stable and able to support long-term economic recovery.