Haya, Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keripik Biji Nangka (KRIBIKA) Bernilai Jual Tinggi Madani B, Tiara; Arif, Novita; Haya, Nur; Pitri; Hasbi, Andi Rizkiyah; Samsinar
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i2.99

Abstract

Memanfaatkan biji nangka menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi. Tujuan program kreativitas mahasiswa-kewirausahaan (PKM-K) adalah mengembangkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengelola biji nangka yang tidak terpakai menjadi produk yang berkualitas tinggi. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah dimulai dari proses (produksi), proses pembuatan kripik biji nangka dimulai dari persiapan bahan dan alat, sampai kripik biji nangka siap dipasarkan, output, yaitu hasil pembuatan kripik biji nangka yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen,  terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilakukan pada saat produksi produk kripik biji nangka telah selesai dikonsumsi, terakhir akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak puas dengan hasil produk kami. Kesimpulan dari pembuatan kripik biji nangka bahwa di mana mahasiswa universitas muhamamdiyah palopo telah berhasil dapat membuat produk kerupuk dengan baik yaitu secara fisik dan rasa keripik menarik sehingga dapat dikembangkan sebagai produk yang dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Adapun tahapan yang dilakukan dalam pembuatan kripik biji Nangka yaitu dari tahpan input, proses produksi kripik biji Nangka, output dan evaluasi hasil pelatihan. Mahasiswa menjadi termotivasi dan begitu antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut yang kedepannya membangkitkan semangat mahasiswa dalam mengolah biji Nangka untuk dipasarkan dengan produk yang bernilai ekonomi tinggi
Orientasi Masa Depan Pada Remaja yang Bekerja Sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) Haya, Nur
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v5i1.4335

Abstract

Penelitian ini mengenai orientasi masa depan pada remaja yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (cws), bagaimana pekerja seks remaja memiliki gambaran orientasi masa depan yang positif di bidang pendidikan, pekerjaan dan perkawinan serta faktor-faktor yang menyebabkan remaja menjadi komersial. pekerja seks, yang pada tahap pembentukan orientasi masa depan adalah motivasi, perencanaan dan evaluasi implementasi yang jelas. Dalam penelitian ini digunakan penelitian kualitatif berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Creswell dengan pendekatan fenomenologis. Responden dipilih berdasarkan purposive sampling, artinya pemilihan subyek dalam penelitian berdasarkan karakteristik yang telah memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Metode pengumpulan data adalah metode wawancara mendalam, dengan tiga subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki gagasan tentang orientasi masa depan dan faktor kerja seks berbeda pada setiap subjek. Pada subjek IP pertama, memiliki gambaran orientasi masa depan di bidang subjek pernikahan yang siap menikah menikah menargetkan dua tahun itu, menyebabkan subjek menjadi pekerja seks komersial karena kebutuhan, teman hedonis, serta kesulitan menemukan pekerjaan. SB subjek kedua, memiliki gambaran orientasi masa depan dalam pendidikan dan mata pelajaran ketenagakerjaan melanjutkan pendidikan hingga gelar sarjana dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk mengubah kehidupan keluarga dan kondisi ekonomi, menyebabkan subjek melakukan kerja seks karena tawaran teman dan penghasilan besar. Subjek ketiga AR, memiliki gambaran orientasi masa depan dalam bidang pernikahan subjek usia pernikahan dianggap muda dengan harapan mengubah hidup mereka dengan cara yang lebih baik untuk memiliki pasangan hidup AR yang ditargetkan akan menikah empat hingga enam bulan, menyebabkan subjek pekerja seks karena tawaran teman, libido dan kesulitan mencari pekerjaan.