Mahfuz, Abd. Ghoffar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Agama dan Budaya: Tinjauan Sosiokultural Mahfuz, Abd. Ghoffar
Tawshiyah: Jurnal Sosial Keagaman dan Pendidikan Islam Vol. 14 No. 1 (2019): Tawshiyah Vol. 14, No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/taw.v14i1.1143

Abstract

Karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan hubungan agama dengan kebudayaan. Dalam kehidupam masyarakat kedua lembaga ini selalu ada dan selalu berhubungan. Keduanya saling memengaruhi. Agama memengaruhi budaya, dan budaya pun memengaruhi agama. Pengalaman, pengamalan, dan pengetahuan beragama akan memberikan “warna” tersendiri dalam agama dan budaya. Aplikasi beragama dan berduya akan ditentukan oleh ketiga aspek tersebut. Aspek budaya akan lebih dominan dalam aplikasi agama. Sehingga, seringkali prilaku budaya “dianggap” norma agama (Islam), tetapi sesungguhnya bukanlah norma/nilai agama. Inilah yang menjadi salah satu latar belakang diangkatnya tulisan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif, dengan data sekunder yang bersifat literature. Budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama, tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif. Faktor kondisi yang objektif menyebabkan terjadinya budaya agama yang berbeda-beda, walaupun agama yang mengilhaminya adalah sama. Oleh karena itu agama Kristen yang tumbuh di Sumatera Utara di Tanah Batak dengan yang di Maluku tidak begitu sama, sebab masing-masing mempunyai cara-cara pengungkapannya yang berbeda-beda. Ada juga nuansa yang membedakan Islam yang tumbuh dalam masyarakat di mana pengaruh Hinduisme adalah kuat dengan yang tidak kuat, seperti Islam di Timur Tengah. Demikian juga ada perbedaan antara Hinduisme di Bali dengan Hinduisme di India, Buddhisme di Thailan dengan yang ada di Indonesia. Jadi budaya juga memengaruhi agama. Budaya agama tersebut akan terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan kesejarahan dalam kondisi objektif dari kehidupan penganutnya. Untuk itu harus tetap pada agama yang murni (pure religie).