Ade Nufus
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Layanan Story Telling Bagi Pemustaka Penyandang Autisme Sydrom Disorder (ASD) dengan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Bina Upaya Kesejahteraan Para Cacat (BUKESRA) Banda Aceh, NAD Nufus, Ade
LIBRIA Vol 8, No 2 (2016): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1208

Abstract

Penelitian ini berjudul Hubungan Layanan Story Telling Bagi Pemustaka Penyandang Autisme Sydrom Disorder (ASD) dengan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Bina Upaya Kesejahteraan Para Cacat (BUKESRA) Banda Aceh, NAD. Yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana hubungan layanan story telling bagi pemustaka ASD terhadap pemanfaatan perpustakaan SLB Bukesra Banda Aceh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan layanan story telling bagi pemustaka penyandang ASD dengan pemanfaatan perpustakaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu memahami secara mendalam permasalahan yang terjadi kemudian dideskripsikan. Populasi terdiri dari siswa sekolah dasar SLB BUKESRA berjumlah dua orang dan guru sekolah dasar di lingkungan tersebut berjumlah 15 orang. Instrumen pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat kegiatan pemanfaatan perpustakaan namun perpustakaan tersebut belum memiliki pustakawan untuk mengelola maupun melayani pemustaka. Layanan story telling diberikan oleh guru pendamping yang belum memahami ilmu perpustakaan dan tidak ada pembekalan ilmu perpustakaan. Sehingga layanan yang diberikan secara monoton kepada pemustaka. Adanya layanan story telling bagi pemustaka penyandang ASD menciptakan adanya kegiatan pemanfaatan perpustakaan.
Preservasi Arsip Nufus, Ade
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2405

Abstract

Tulisan ini berjudul Preservasi Arsip dengan rumusan masalah bagaimanakah tahapan dalam kegiatan preservasi arsip. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah library research dan tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan yang harus dilakukan saat melakukan kegiatan preservasi arsip. Karena nilai informasi yang terkandung dalam arsip merupakan informasi yang berharga, maka arsip harus dirawat, dilestarikan dan mendapatkan penanganan yang baik. Preservasi arsip yang dilakukan berbeda-beda sesuai dengan bahan dasar arsip diantaranya kertas, foto, digital dan bahan dasar lainnya. Begitu juga tempat penyimpanan dan pengaturan suhu, cahaya bahkan kelembaban terhadap penyimpanan arsip. Preservasi arsip adalah kegiatan menjaga keberlangsungan siklus hidup arsip agar informasi yang terkandung tetap dapat diakses. Karena ketahanan arsip tersebut akan sangat bergantung terhadap pengelolaan maupun tindakan preservasi yang dilakukan sepanjang siklus hidup arsip. Preservasi secara umum bertujuan untuk mencegah risiko kerusakan agar tidak terjadi dalam jangka waktu yang cepat, hal ini biasanya dilakukan dengan pemilihan fasilitas dan penyimpanan yang berkualitas baik penanganan yang tepat oleh staff, serta mengidentifikasi atau menggandakan bagian yang rusak untuk diperbaiki agar informasi tetap dapat diakses.
Teori Strukturasi: Habitus dan Kapital dalam Strategi Kekuasaan (Studi Kepemimpinan Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta) Ade Nufus, Ade Nufus
LIBRIA Vol 11, No 2 (2019): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/5976

Abstract

Perpustakaan sebagai sebuah organisasi penyedia informasi dianggap pelu menerapkan sistem manajemen organisasi yang mengatur tentang struktur organisasi. Hal tersebut dianggap perlu karena sebuah perpustakaan juga harus memiliki sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mempengaruhi, menaungi dan mampu memotivasi karyawannya agar dapat mencapai tujuan bersama yaitu hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan perpustakaan. Kepemimpinan sering dikaitkan dengan sebuah kekuasaan, baik dalam mengambil kebijakan, menetapkan standar dan memutuskan hubungan kerja. Dalam teori kekuasaan yang diungkapkan Pierre Bourdieu, kekuasaan adalah sebuah strategi dalam mempertahankan dominasi melalui melakukan upaya-upaya yang berbeda dengan orang lain. Kemudian dominasi tersebut ditentukan oleh kepemilikan kapital, habitus dan strategi penempatan kapital.
Perencanaan RENSTRA Sebagai Pedoman Dalam Pengelolaan Perpustakaan (Studi Kasus Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) Ade Nufus, Ade Nufus
LIBRIA Vol 10, No 2 (2018): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/4068

Abstract

The Center for Social Studies of Southeast Asia (PSSAT) Gadjah Mada University of Yogyakarta is a library of PSSAT institutions. The library currently has more than 5,000 collection collections on Southeast Asian issues, deposit collections from PSSAT research institutes and European, Arabic and Javanese manuscripts. The library is currently managed by a librarian under the responsibility of the PSSAT agency. Currently, library activities include collection acquisition, collection processing, and public services. The library does not have a planned purpose and does not have a work program to develop the library for the better. Thus, the object of research in this paper is RENSTRA as a guide in library management. PSSAT libraries in its management have not yet referred to the guidelines. Therefore, it is deemed necessary to draw up a library strategic plan for libraries to have a clear vision and mission, targeted work program, and solutions to problems faced so that libraries have a reference and guidance in their management. The method used in this research through case study approach. After the investigation found the result that the management of PSSAT libraries have not been guided and do not even have a library strategic plan. This will have an impact on the slow progress of the library development movement, as well as the lack of library activities that attract the audience.
Eksistensi Perpustakaan dalam Ruang Virtual pada Abad XXI Nufus, Ade
LIBRIA Vol 9, No 1 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1682

Abstract

Tulisan ini berjudul Eksistensi Perpustakaan dalam Ruang Virtual Abad XXI. Metode penulisan dalam tulisan ini adalah library research dalam menjawab rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi perpustakaan digital dalam ruang virtual abad XXI. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui eksistensi perpustakaan digital dalam ruang virtual abad XXI. Pelaku dalam terciptanya ruang virtual adalah manusia dengan tingkat inteligensinya yang terus berkembang dan bersifat memunculkan hal-hal yang baru. Ruang virtual dimunculkan untuk memudahkan dan membuat pekerjaan manusia lebih menghemat waktu, namun ternyata daya tarik virtual ini telah menjadi salah satu faktor terhadap pergeseran sosial pada ruang realitas. Pergeseran sosial ruang realitas yang terjadi, berkembang sangat pesat pada era kontemporer. Proses tersebut menimbulkan pergeseran pola masyarakat dalam mengakses dan mendistribusikan informasi seperti perpustakaan digital yang penyebaran informasinya melalui digitasi. Hal tersebut adalah salah satu bentuk pergeseran sosial sebagai konsekuensi dari munculnya ruang virtual. Ruang virtual ini menawarkan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam penggunaannya. Sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam ruang virtual tanpa keterbatasan ruang dan waktu. Masyarakat menjadi lebih adaptif terhadap ruang virtual dan menimbulkan penurunan jumlah kunjungan dalam perpustakaan konvensional. Sehingga, perpustakaan digital menjadi rujukan masyarakat saat membutuhkan pengetahuan praktis.