Emalinda, Oktanis
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revegetasi Lahan Bekas Tambang Batu Bara Dengan Beberapa Jenis Tanaman Dan Pengaruhnya Terhadap Makro Fauna Tanah Sawahlunto Sumatera Barat Emalinda, Oktanis; Adrinal, Adrinal; Rahayu, Clara; Sandi , Nofrita
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22589

Abstract

Kegiatan penambangan batubara menimbulkan berbagai kerusakan lahan, terutama terganggunya aktivitas makro fauna tanah. Usaha untuk memulihkan kembali lahan ini adalah melakukan kegiatan revegetasi dengan penanaman tanaman pionir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis tanaman revegetasi terhadap makro fauna tanah pada lahan bekas tambang batubara di Kota Sawahlunto. Pengambilan sampel dilakukan dengan metoda survei secara purposive sampling pada tiga jenis tanaman revegetasi, yaitu tanaman Akasia, Sengon dan Balik angin. Sampel tanah diambil di tengah kanopi tanaman dengan kedalaman 0-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi makro fauna tanah tertinggi ditemukan pada lahan tanaman sengon (7 ekor cacing dan 6 ekor semut), lahan tanaman akasia (6 ekor cacing dan 4 ekor semut) dan terendah pada lahan tanaman balik angin (6 ekor semut dan 3 ekor cacing). Keragaman makro fauna tanah pada lahan revegetasi terdiri dari 2 jenis (cacing dan semut). Frekuensi keberadaan adanya jenis cacing lebih tinggi terdapat pada lahan tanaman balik angin (0,66), diikuti lahan tanaman akasia (0,60) dan terendah pada lahan tanaman sengon (0,58). Frekuensi keberadaan jenis yang terdapat semut lebih tinggi pada lahan tanaman sengon (0,41), diikuti lahan tanaman akasia (0,40) dan terendah pada lahan tanaman balik angin (0,33). Nilai kekayaan jenis pada lahan tanaman balik angin (0,45) lebih tinggi dibandingkan lahan tanaman akasia (0,43) dan sengon (0,40). Hasil penelitian menunjukkan terdapat makro fauna tanah dan kegiatan revegetasi lahan bekas tambang batubara harus dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan menanam berbagai jenis tanaman revegetasi. Kata Kunci: Makro fauna, Tanaman revegetasi, Tambang batubara
Penerapan MOB 6 untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Kotoran Ternak di Kecamatan Kuranji, Padang Harianti, Mimien; Gusnidar; Aprisal; Maira, Lusi; Gusmini; Emalinda, Oktanis; Sandi, Nofrita; Hijri, Nurul; Meitasari, Retno; Naspendra, Zuldadan
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL (IN PROGRESS)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v5i1.69

Abstract

Kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik dapat melepaskan gas rumah kaca (GRK), khususnya metana (CH₄) dan dinitrogen oksida (N₂O), yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan perubahan iklim. Peternak skala kecil seringkali kekurangan teknologi tepat guna untuk mempercepat penguraian pupuk kandang sekaligus meminimalkan emisi. Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan MOB 6, konsorsium mikroorganisme yang dikembangkan secara lokal, untuk mendukung pengelolaan pupuk kandang ramah lingkungan di Kelompok Peternak Rimbo Tarok Jaya, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari (1) koordinasi awal dengan kelompok tani, (2) sesi edukasi tentang emisi GRK dan manfaat MOB 6, (3) demonstrasi produksi MOB 6, dan (4) penerapan langsung MOB 6 pada kotoran sapi segar diikuti dengan praktik pengomposan terpandu. Kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis petani dalam menyiapkan dan menerapkan MOB 6, mengurangi bau pupuk kandang, dan mendorong pengomposan lebih cepat. Program ini menunjukkan bahwa teknologi MOB 6 dapat berfungsi sebagai strategi praktis dan berbiaya rendah untuk meningkatkan pengelolaan limbah ternak yang berkelanjutan sekaligus mendukung mitigasi emisi gas rumah kaca di tingkat masyarakat.