SAJID
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM BISNIS WARALABA DENGAN PENERAPAN METODE LATIHAN SISWA KELAS XII-1 SMK NEGERI 42 JAKARTA BARAT SAJID
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya di sekolah-sekolah,evaluasi hanya berfokus kepada daya serap siswa saja, belum banyak berfokus kepada perencanaan dan kegiatan pembelajaran. Kegiatan evaluasi berfokus kepada daya serap siswa akan memberi gambaran kepada guru tentang posisi kemampuan setiap siswanya di dalam kelas (Sutardi,1984:12). Hasil evaluasi akan menunjukan kemampuan siswa dalam suatu kelas. Alat evaluasi yang sering digunakan untuk mengukur daya serap siswa adalah tes. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa setelah kegiatan pembelajaran seorang guru akan mengevaluasi. Penulis berharap semua siswa dapat menjawab tes dengan baik. Harapan itu ternyata tidak selalu dapat diwujudkan dengan baik. Pada hari Selasa tanggal 13 Juli 2014 di SMK Negeri 42 Jakarta Barat, saya menyampaikan mata pelajaran Prinsip-Prinsip Bisnis di kelas XII-1 tentang Bisnis Waralaba yang diikuti oleh 32 anak. Setelah selesai pembelajaran saya melaksanakan tes untuk mengukur daya serap siswa. Hasilnya ternyata kurang memuaskan, karena hanya 4 anak yang mendapat nilai 80 (12%), 12 anak yang mandapat nilai 60 (38%), 6 anak memperoleh nilai 50 (19%), selebihnya mendapat nilai ≤ 45 (31%). Menyimak hasil tersebut,saya sebagai guru merasa tertantang. Mengapa hasil tes siswa-siswa itu kurang memuaskan? Untuk menjawab tantangan itu, saya akan melakukan refleksi, berkonsultasi dengan teman sejawat, dan bertanya kepada kepala sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut,saya merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: “Bagaimana meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami bisnis waralaba dengan menggunakan metode latihan?” Dengan terciptanya susana pembelajaran yang semakin kondusif, membawa dampak positif terhadap hasil pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Hal ini terbukti dari hasil perolehan nilai seperti tampak pada tabel 4.1 dan diagram grafik perolehan nilai. Nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut : Nilai rata-rata siklus I = 66; Nilai rata-rata siklus II = 75; Nilai rata-rata siklus III = 84,2.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM BISNIS WARALABA DENGAN PENERAPAN METODE LATIHAN SISWA KELAS XII-1 SMK NEGERI 42 JAKARTA BARAT SAJID
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.727 KB)

Abstract

Pada umumnya di sekolah-sekolah,evaluasi hanya berfokus kepada daya serap siswa saja, belum banyak berfokus kepada perencanaan dan kegiatan pembelajaran. Kegiatan evaluasi berfokus kepada daya serap siswa akan memberi gambaran kepada guru tentang posisi kemampuan setiap siswanya di dalam kelas (Sutardi,1984:12). Hasil evaluasi akan menunjukan kemampuan siswa dalam suatu kelas. Alat evaluasi yang sering digunakan untuk mengukur daya serap siswa adalah tes. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa setelah kegiatan pembelajaran seorang guru akan mengevaluasi. Penulis berharap semua siswa dapat menjawab tes dengan baik. Harapan itu ternyata tidak selalu dapat diwujudkan dengan baik. Pada hari Selasa tanggal 13 Juli 2014 di SMK Negeri 42 Jakarta Barat, saya menyampaikan mata pelajaran Prinsip-Prinsip Bisnis di kelas XII-1 tentang Bisnis Waralaba yang diikuti oleh 32 anak. Setelah selesai pembelajaran saya melaksanakan tes untuk mengukur daya serap siswa. Hasilnya ternyata kurang memuaskan, karena hanya 4 anak yang mendapat nilai 80 (12%), 12 anak yang mandapat nilai 60 (38%), 6 anak memperoleh nilai 50 (19%), selebihnya mendapat nilai ≤ 45 (31%). Menyimak hasil tersebut,saya sebagai guru merasa tertantang. Mengapa hasil tes siswa-siswa itu kurang memuaskan? Untuk menjawab tantangan itu, saya akan melakukan refleksi, berkonsultasi dengan teman sejawat, dan bertanya kepada kepala sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut,saya merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: “Bagaimana meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami bisnis waralaba dengan menggunakan metode latihan?” Dengan terciptanya susana pembelajaran yang semakin kondusif, membawa dampak positif terhadap hasil pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Hal ini terbukti dari hasil perolehan nilai seperti tampak pada tabel 4.1 dan diagram grafik perolehan nilai. Nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut : Nilai rata-rata siklus I = 66; Nilai rata-rata siklus II = 75; Nilai rata-rata siklus III = 84,2.