IDA WIDYASTUTI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA MELALUI STRATEGI INVESTIGASI KELOMPOK DI KELAS IX SMP 204 JAKARTA IDA WIDYASTUTI
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 3 No. 1 (2014): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti mencoba mengkaji penerapan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok dalam proses pembalajaran. Group Investigation adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode pembelajaran ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan dalam suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian di SMP N 204 Jakarta tahun pelajaran 2013/2014. Disana didapatkan bahwa keaktifan siswa pada aspek “semangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar” terlihat adanya peningkatan skor. Sebelum menggunakan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok untuk indikator BS (Baik Sekali) tidak ada skor persentasenya, untuk indikator B (Baik) nilai skor persentasenya 60%, untuk indikator C (Cukup) nilai skor persentasenya 32,5% dan untuk indikator K (Kurang) skor persentasenya 7,5%. Setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok pada siklus I dan siklus II masing-masing indikator terjadi peningkatan, keaktifan siswa untuk aspek semangat siswa, kerjasama, mengeluarkan pendapat untuk memecahkan permasalahan dan memberikan pertanyaan (bertanya) yang juga mengalami peningkatan skor. Dari data menunjukkan bahwa setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan, yaitu untuk indikator BS naik menjadi 2,5% pada siklus I dan 7,5% pada siklus II. Untuk indikator B naik menjadi 15% pada siklus I dan 22,5% pada siklus II. Untuk indikator C mengalami peningkatan yaitu 67,5% pada siklus I dan 57,5% pada siklus II. Sedangkan indikator K mengalami penurunan yaitu sebesar 15% pada siklus I dan 12,5% pada siklus II. Penurunan ini menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok siswa menjadi lebih aktif bertanya dan mengalami keterlibatan proses
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA MELALUI STRATEGI INVESTIGASI KELOMPOK DI KELAS IX SMP 204 JAKARTA IDA WIDYASTUTI
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 3 No. 1 (2014): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.707 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti mencoba mengkaji penerapan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok dalam proses pembalajaran. Group Investigation adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode pembelajaran ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan dalam suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian di SMP N 204 Jakarta tahun pelajaran 2013/2014. Disana didapatkan bahwa keaktifan siswa pada aspek “semangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar” terlihat adanya peningkatan skor. Sebelum menggunakan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok untuk indikator BS (Baik Sekali) tidak ada skor persentasenya, untuk indikator B (Baik) nilai skor persentasenya 60%, untuk indikator C (Cukup) nilai skor persentasenya 32,5% dan untuk indikator K (Kurang) skor persentasenya 7,5%. Setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok pada siklus I dan siklus II masing-masing indikator terjadi peningkatan, keaktifan siswa untuk aspek semangat siswa, kerjasama, mengeluarkan pendapat untuk memecahkan permasalahan dan memberikan pertanyaan (bertanya) yang juga mengalami peningkatan skor. Dari data menunjukkan bahwa setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan, yaitu untuk indikator BS naik menjadi 2,5% pada siklus I dan 7,5% pada siklus II. Untuk indikator B naik menjadi 15% pada siklus I dan 22,5% pada siklus II. Untuk indikator C mengalami peningkatan yaitu 67,5% pada siklus I dan 57,5% pada siklus II. Sedangkan indikator K mengalami penurunan yaitu sebesar 15% pada siklus I dan 12,5% pada siklus II. Penurunan ini menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan metode pembelajaran kooperatif Investigasi kelompok siswa menjadi lebih aktif bertanya dan mengalami keterlibatan proses