Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

External Defects and Soil Deposits Identification on Potato Tubers using 2CCD Camera and Principal Component Images Al Riza, Dimas Firmanda; Suzuki, Tetsuhito; Ogawa, Yuichi; Kondo, Naoshi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2023.012.02.4

Abstract

AbstractPrecise recognition of potato external defects and the ability to identify defects and non-defect areas are in demand. Common scab represents a significant issue that requires detection, yet identifying the extent of common scab infection remains challenging when using a standard RGB camera. In this research, a 2CCD camera system that could obtain a set of RGB and near-infrared images, which could enhance defect detection, has been used. Image segmentation strategies based on a single principal component image and the principal component pseudo-colored image have been proposed to identify external potato defects while excluding soil deposits on the potato surface, often recognized as defects by the normal color machine vision system. Performance metrics calculation results show relatively good results, with segmentation true accuracy around 64% for both methods. Principal component pseudo-colored images were able to discriminate defects area and soil deposits in a single image. The methods presented in this paper could be used as the basis to develop further classification and grading algorithms.Keywords: image processing, multispectral, PCA, surface defects AbstrakPengenalan yang tepat terhadap cacat eksternal kentang dan kemampuan untuk mengidentifikasi area cacat dan non-cacat sangat dibutuhkan. Keropeng yang umum merupakan masalah signifikan yang memerlukan deteksi, namun mengidentifikasi tingkat infeksi keropeng yang umum tetap menjadi tantangan saat menggunakan kamera RGB standar. Penelitian ini menggunakan sistem kamera 2CCD yang dapat memperoleh serangkaian gambar RGB dan inframerah dekat yang dapat meningkatkan deteksi cacat. Strategi segmentasi gambar berdasarkan gambar komponen utama tunggal dan gambar berwarna semu komponen utama diusulkan untuk mengidentifikasi cacat eksternal kentang dengan mengecualikan endapan tanah pada permukaan kentang yang sering dikenali sebagai cacat oleh sistem penglihatan mesin warna normal. Hasil penghitungan metrik kinerja menunjukkan hasil yang relatif baik, dengan akurasi segmentasi sebenarnya sekitar 64% untuk kedua metode. Komponen utama gambar berwarna semu mampu membedakan area cacat dan endapan tanah dalam satu gambar. Metode yang disajikan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan algoritma klasifikasi dan penilaian lebih lanjut.Kata Kunci: cacat permukaan, multispektral, PCA, pengolahan citra 
UV-Induced Fluorescence Imaging Combined with YOLO26-Based Classification for the Potato Surface Condition Assessment Riza, Dimas Firmanda Al; Hendrawan, Yusuf; Suzuki, Tetsuhito; Ogawa, Yuichi; Kondo, Naoshi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 15, No 1 (2026): IN PROGRESS
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPotato surface feature identification accuracy is a crucial parameter in determining the effectiveness of post-harvest classification systems and product quality assurance. Conventional color imaging systems often face limitations in distinguishing surface defects due to overlapping reflectance characteristics in the visible spectrum. This study proposes a quantitative classification framework that combines ultraviolet (UV)-induced fluorescence imaging with a YOLO26s-based deep learning classification model to identify three potato tuber surface conditions: normal, greening, and skinning injury. The YOLO26s classification model was trained using fluorescence images to learn distinguishing surface features. The proposed model achieved a training accuracy of 0.871, a validation accuracy of 0.871, and a testing accuracy of 0.875, demonstrating consistent generalization performance across the dataset. These results show that combining fluorescence images with deep learning classification provides a reliable and scalable approach for automatic potato surface quality assessment. This framework demonstrates strong potential for practical implementation in industrial grading systems.Keywords: deep learning, fluorescence imaging, postharvest quality, potato defects, YOLO model AbstrakAkurasi identifikasi fitur permukaan kentang merupakan parameter penting dalam menentukan efektivitas sistem klasifikasi pascapanen dan penjaminan mutu umbi kentang. Sistem pencitraan warna konvensional sering menghadapi keterbatasan dalam membedakan cacat permukaan akibat tumpang tindih karakteristik reflektansi pada spektrum cahaya tampak. Penelitian ini mengusulkan kerangka klasifikasi kuantitatif yang menggabungkan pencitraan fluoresensi yang diinduksi ultraviolet (UV) dengan model klasifikasi deep learning berbasis YOLO26s untuk mengidentifikasi tiga kondisi permukaan umbi kentang, yaitu normal, kehijauan (greening), dan luka kulit (skinning injury). Model klasifikasi YOLO26s dilatih menggunakan citra fluoresensi untuk mempelajari fitur permukaan yang membedakan masing-masing kondisi. Model yang diusulkan mencapai akurasi pelatihan sebesar 0,871, akurasi validasi sebesar 0,871, dan akurasi pengujian sebesar 0,875, yang menunjukkan kinerja generalisasi yang konsisten pada dataset. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi citra fluoresensi dengan klasifikasi deep learning memberikan pendekatan yang andal dan skalabel untuk penilaian kualitas permukaan kentang secara otomatis. Kerangka ini memiliki potensi yang kuat untuk diimplementasikan dalam sistem grading industri.Kata kunci: cacat kentang, deep learning, kualitas pascapanen, model YOLO, pencitraan fluoresensi