This Author published in this journals
All Journal JURNAL AL-AQIDAH
Nurman, Silmi Novita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN ISLAM MODERAT DI ERA POST TRUTH: Telaah atas Situs Online Islami.co Nurman, Silmi Novita
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.969 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i2.1421

Abstract

Menjamurnya situs-situs Islam belakangan ini di satu sisi tentu memudahkan orang untuk mengakses informasi, namun di sisi lain dengan banyaknya situs tersebut masyarakat tidak lagi memiliki akses langsung terkait kebenaran dari informasi yang dihadirkan sehingga pembaca terlempar jauh dan dipaksa untuk mempercayainya. Kebenaran tidak terletak pada fakta yang ada, melainkan pada perspektif subjektif yang belakangan disebut post-truth, terlepas apakah informasi yang disuguhkan itu bernada provokasi atau caci-maki. Oleh karena itu, islami.co adalah situs Islam yang moderat sebagai counter-hegemony atas situs-situs yang sarat provokasi tersebut.  Dengan mengusung menyebarkan dan mendukung tumbuhnya masyarakat yang penuh toleransi dan kedamaian, baldatun toyyibatun yang diberkahi Allah dan diimpikan semua manusia. Ini adalah bagian dari alasan bahwa Islam moderat perlu dimasifkan di era post-truth. Kata Kunci: Islam Moderat, Post-Truth dan Islami.co
KEUDUKAN PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM PERSPEKTIF GENDER Nurman, Silmi Novita
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.196 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.911

Abstract

Tulisan ini mengkaji bagaimana kedudukan perempuan Minangkabau dalam perspektif gender. Perempuan Minangkabau memiliki kedudukan yang sangat istimewa yaitu sebagai bundo kanduang atau dalam istilah adat: limpapeh ruumah nan gadang. Karena perempuan memiliki kuasa maka ia memiliki peran yang sama dengan laki-laki termasuk pengambilan keputusan dalam keluarga. Namun, hal tersebut berlaku ketika dia sudah menikah, sudah mejadi istri atau ibu, selagi ia masih gadis, maka ia diatur oleh laki-laki yaitu mamak. Demikian juga dalam pola mengurus anak. Dalam mengurus anak, perempuan memiliki peran yang penting, tetapi berbanding terbalik dengan ayah bahkan hampir tidak memiliki peran sama sekali. Dan sebagai bundo kanduang, perempuan Minangkabau memiliki keterlibatan dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada dalam masyarakat, jika tidak kata bundo kanduang, maka keputusan tidak dapat disahkan.