Yulanda, Atika
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI VIRTUE ETHICS ARISTOTELES DI ERA KEKINIAN Yulanda, Atika
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.958 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1570

Abstract

Manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan potensi akal sehingga berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya. Dengan adanya potensi akal yang diberikan kepada manusia, makai a mampu membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Membedakan mana perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam dan yang menyimpang dari ajaran Islam. Namun, dewasa ini telah banyak ditemukan kejanggalan dalam tingkah laku manusia. Mereka kadangkala tidak ubahnya seperti makhluk lain yang tidak mempunyai akal. Akhlak manusia sekarang ini telah jauh berbeda dari ajaran Islam, bagaimana mereka seharusnya bersikap dengan orang tua dan lingkungan. Salah seorang tokoh Filsuf Yunani Kuno yaitu Aristoteles telah mengemukakan bagaimana seorang manusia dalam bertingkah laku dan bersikap. Etika keutamaan yang digagas oleh Aristoteles ini berupaya untuk membawa manusia kepada kebahagiaan yang hakiki dan mampu menjadi manusia yang sempurna. Etika keutamaan dilakukan dengan cara memilih jalan tengah antara dua ekstrim. Misalnya sikap penakut dan pengecut, maka jalan tengahnya yaitu berani. Selain itu, etika keutamaan Aristoteles dapat di implementasikan dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Bagaimana akhlak manusia sekarang, apakah telah sesuai dengan akhlak Rasulullah atau tidak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dimana penulis mencari dan mengolah sumber-sumber primer yang berasal dari karya Aristoteles dan juga sumber sekunder yang berhubungan dengan topik yang diteliti. Kata Kunci: Manusia, Aristoteles, Etika Keutamaan
MENELAAH PEMIKIRAN HUMANISME IBNU MISKAWAIH DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Yulanda, Atika
JURNAL AL-AQIDAH Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ja.v13i2.3393

Abstract

AbstractHumanism as a thought in the field of philosophy assesses humans as having a high position compared to other God's creatures. Humans are social creatures who need and adapt to each other. This study describes the Humanism thought of Ibn Miskawaih (330 H/941 AD). He is one of the leading Islamic philosophers whose thoughts are very influential on the thoughts of later figures, especially moral philosophy, so he is often referred to as the father of moral philosophy. This research is a qualitative research using descriptive analysis method. Humanism of Ibn Miskawaih views humans as intelligent beings or creatures who have been awarded by God the potential of reason so that they have the freedom to determine which choices are good and bad. Man lives together and he refuses to live alone or ascetic. Humanism in Ibn Miskawaih's thought is in line with education in Indonesia. To become a perfect human being must be accompanied by good training and education. Education is very important to train the potential that exists in the human person.
ANALISIS KRITIS ETIKA IMMANUEL KANT DAN RELEVANSINYA DENGAN ETIKA ISLAM Yulanda, Atika
JURNAL AL-AQIDAH Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ja.v15i1.5896

Abstract

This paper is related to ethical issues that are very influential in human life. Ethics functions as a means of control or signs for someone to take an action. Immanuel Kant is a philosopher whose thoughts have influenced many later philosophers. Immanuel Kant's ethical thinking is based on an ethics of obligation or deontology. This ethical obligation assesses a good action based on good will or good wishes and does not see the final result of that action. The main purpose of this ethics is good intention or good will in carrying out an action. This research is a library research using primary and secondary sources to obtain data to be analyzed. The final result of this study is that Immanuel Kant's ethics are very relevant to today's life and ethics based on good will or good intentions will bring humans to be noble people and always behave honestly.
Political Ethics According to Al-Farabi's Thought Yulanda, Atika
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v6i1.5350

Abstract

Politics as it is known to be a fear for some people if misused properly. However, in Al-Farabi's view this is not the case. If politics is used properly it will bring happiness to everyone. He believes that good politics can lead to happiness for everyone and not only certain people. Politics is one of the factors of happiness for humans. in this life, humans cannot escape from the political aspect. politics is a very important part of human life. as contained in the thought of al-Farabi. Happiness in his thinking places politics at the most important place because his part of philosophy has a political goal but politics is not an end in itself but as a means to obtain the ultimate goal for humans. This research is a library research using primary sources from the works of Al-Farabi itself and secondary sources as a supporter of achieving the objectives of this research.Politik sebagaimana yang diketahui, menjadi ketakutan bagi sebagian orang apabila disalahgunakan. Namun, dalam pandangan al-Farabi tidaklah demikian. Jika politik digunakan dengan sebaik-baiknya, maka akan mendatangkan kebahagiaan bagi semua orang. Ia menilai bahwa politik yang baik dapatmengantarkan kepada kebahagiaan bagi semua orang dan bukan saja kepada orang-orang tertentu. Politik menjadi salah satu faktor kebahagiaan bagi manusia. Dalam kehidupan ini, manusia tidak dapat melepaskan diri dari aspek politik. politik menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sebagaimana yang terdapat dalam pemikiran al-Farabi, kebahagiaan dalam pemikirannya menempatkan politik sebagai tempat yang paling penting karena bagian filsafatnya mempunyai tujuan politik, namun politik bukanlah tujuan dalam dirinya tetapisebagai sarana untuk memperoleh tujuan terakhir bagi manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber primer dari karya-karya al-Farabi dan sumber sekunder sebagai pendukung dari tercapainya tujuan dalam penelitian ini.