Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resensi: Theology and EconomicsA Christian Vision of the Common Good Setyono, Vania Sharleen
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 3 No 1 (2018): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2018.31.378

Abstract

Ketika Awam Membaca Sodom Setyono, Vania Sharleen
Theologia in Loco Vol 2 No 2 (2020): Theologia in Loco
Publisher : STFT Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.409 KB)

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, kisah Sodom dalam Kejadian 19:1-19 selalu dijadikan legitimasi untuk menolak eksistensi homoseksual, yang berujung pada diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok homoseksual. Berbagai wacana tafsir yang dikembangkan oleh para ahli tafsir terbagi menjadi dua kelompok besar dalam melihat penghukuman kota Sodom: (1) kelompok yang kontra homoseksual melihatnya sebagai hukuman atas dosa homoseksualitas dan (2) kelompok yang pro-homoseksual mengatakan karena pelanggaran nilai hospitalitas. Tulisan ini mencoba untuk memperluas wacana tafsir yang sudah ada tanpa menafikan tafsiran-tafsiran terdahulu dengan melakukan penelitian menggunakan metode Intercultural Hermeneutics dari Hans de Wit. Penelitian kualitatif dilakukan dengan focus group discussion di beberapa kelompok pembaca awam, penelitian menemukan bahwa isu patriarki juga bermain dalam persoalan penghukuman kisah Sodom. Abstract: It is profoundly known that in Indonesia, Genesis 19:1-19 is used to legitimate the movement against homosexual, to discriminate and abuse them. For years, scholars have shaped two different major perspectives in interpreting the passage as a form of God's punishment towards Sodom. One take side against homosexuals and conclude that the passage speaks about God’s punishment of homosexuality since it is counted as sin while the others take side on homosexuals and agreed that the passage was merely a violation of hospitality. This article expands the aforementioned discourse and broaden the horizon by exploring a new thought based on qualitative research with an intercultural hermeneutics approach developed by Hans de Wit. Along with such an approach, the focus group discussion with ordinary readers resulted that the problem mentioned in Genesis 19 is a matter of patriarchy issues.
MENINGKATKAN KECAKAPAN LITERASI SISWA HOMESCHOOLING DAN MAHASISWA UKDW MELALUI KEGIATAN REMAJA BERSUARA Setyono, Vania Sharleen; Putri, Joy Aurel Prudentia
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): WISESA - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2023.02.1.5

Abstract

Pendidikan adalah hal yang krusial bagi anak. Selain berfokus pada pendidikan yang menekankan kognitif atau pengetahuan, pendidikan nara didik juga perlu diseimbangkan dengan kecakapan sosial bermasyarakat. Kegiatan PKM ini berangkat dari orang tua homeschooler yang merasa penting untuk mengasah kecakapan sosial anaknya. “Remaja Bersuara” merupakan kegiatan kolaboratif yang dilakukan dengan cara menghubungkan nara didik di tingkat sekolah dasar (homeschooling) dan nara didik di tingkat perguruan tinggi (mahasiswa). Kegiatan ini berhasil membuat komunitas pembelajar baru yang lebih partisipatoris dan kolaboratif tanpa adanya perbedaan usia (senior-junior).