Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Latihan Yoga terhadap Tanda-Tanda Vital pada Siklus Mentruasi Remaja Puteri di Politeknik Kesehatan Bandung Marlina, Cherly
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v11i2.35

Abstract

Setiap bulan perempuan berusia 12–49 tahun (WUS), tidak sedang hamil dan belum menopouse mengalami menstruasi. Pada saat menstruasi masalah yang dialami banyak wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang disebut dismenore (dysmenorrhoea). Latihan Yoga berperan dalam menurunkan stress, meningkatkan aktifitas parasimpatis, menurunkan tekanan darah. Gerakan-gerakan fisik dari yoga merangsang dan menguatkan tubuh serta meningkatkan sirkulasi darah. Organ-organ panggul dan otot yang menopang khususnya otot-otot perineal dan bagian dasar dari tulang panggul menjadi lebih sehat, mendapatkan asupan oksigen, sehingga vaskularisasi menuju organ reproduksi menjadi optimal. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh latihan Yoga terhadap tanda tanda vital pada siklus menstruasi remaja putri. Metoda: rancangan penelitian one group pretest-postest. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri di Politeknik Kesehatan Bandung. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling yaitu remaja puteri di Jurusan Kebidanan Bandung. Rerata mean masing-masing variabel tampak terjadi penurunan pada kedua kelompok. Untuk tekanan diastolik penurunan lebih banyak terjadi pada kelompok olahraga, yaitu sebesar 4.50 sedangkan yoga sebesar 0.55. Pada kelompok yoga terjadi penurunan frekuensi denyut yakni sebesar 1.83, sedangkan kelompok olah raga terjadi peningkatan frekuensi nadi. Secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan latihan yoga terhadap tekanan sistolik, diastolik, frekuensi nadi dan pernafasan pada saat menstruasi. Kegiatan olahraga di institusi pendidikan D III Kebidanan perlu dialokasikan, dan untuk meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam mengatasi PMS latihan Yoga sangat dianjurkan.
Pengaruh Latihan Yoga terhadap Tanda-Tanda Vital pada Siklus Mentruasi Remaja Puteri di Politeknik Kesehatan Bandung Marlina, Cherly
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 11 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v11i2.35

Abstract

Setiap bulan perempuan berusia 1249 tahun (WUS), tidak sedang hamil dan belum menopouse mengalami menstruasi. Pada saat menstruasi masalah yang dialami banyak wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang disebut dismenore (dysmenorrhoea). Latihan Yoga berperan dalam menurunkan stress, meningkatkan aktifitas parasimpatis, menurunkan tekanan darah. Gerakan-gerakan fisik dari yoga merangsang dan menguatkan tubuh serta meningkatkan sirkulasi darah. Organ-organ panggul dan otot yang menopang khususnya otot-otot perineal dan bagian dasar dari tulang panggul menjadi lebih sehat, mendapatkan asupan oksigen, sehingga vaskularisasi menuju organ reproduksi menjadi optimal. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh latihan Yoga terhadap tanda tanda vital pada siklus menstruasi remaja putri. Metoda: rancangan penelitian one group pretest-postest. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri di Politeknik Kesehatan Bandung. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling yaitu remaja puteri di Jurusan Kebidanan Bandung. Rerata mean masing-masing variabel tampak terjadi penurunan pada kedua kelompok. Untuk tekanan diastolik penurunan lebih banyak terjadi pada kelompok olahraga, yaitu sebesar 4.50 sedangkan yoga sebesar 0.55. Pada kelompok yoga terjadi penurunan frekuensi denyut yakni sebesar 1.83, sedangkan kelompok olah raga terjadi peningkatan frekuensi nadi. Secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan latihan yoga terhadap tekanan sistolik, diastolik, frekuensi nadi dan pernafasan pada saat menstruasi. Kegiatan olahraga di institusi pendidikan D III Kebidanan perlu dialokasikan, dan untuk meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam mengatasi PMS latihan Yoga sangat dianjurkan.
Strategi Dakwah Tokoh Agama Dalam Meningkatkan Nilai KeIslaman Masyarakat Di Kudus Marlina, Cherly; Siwi, Widiyanti Kumala; Alvianti, Yuliana
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7655

Abstract

Penelitian ini memfokuskan untuk mengeksplorasi strategi dakwah tokoh agama dalam meningkatkan nilai keislaman masyarakat abangan. Jenis penelitian ini dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian guna mengetahui bentuk strategi dakwah tokoh agama dalam meningkatkan nilai keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di Dukuh Tulis Desa Gondosari memeluk agama Islam namun masih banyak mempraktikkan budaya kejawen, menyoroti pemahaman masyarakat terhadap nilai keislaman yang masih rendah. Penelitian ini juga menyoroti strategi dakwah yang digunakan oleh tokoh agama, seperti majelis ta'lim, mau'izhah hasanah, mujadalah, dan dakwah bil hal. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk memperbaiki pemahaman dan penghayatan keislaman di tengah praktik kejawen yang masih dominan. This research focuses on exploring the proselytization strategy of religious leaders in increasing the Islamic value of the abangan community. This type of research uses a phenomenological approach. Data collection techniques are through observation, interviews, and documentation. The purpose of the research is to find out the form of religious leaders' da'wah strategy in increasing Islamic values. The results showed that the majority of people in Dukuh Tulis, Gondosari Village embraced Islam but still practiced a lot of kejawen culture, highlighting the community's understanding of Islamic values which was still low. This research also highlights the da'wah strategies used by religious leaders, such as majelis ta'lim, mau'izhah hasanah, mujadalah, and da'wah bil hal. This shows that there is an effort to improve the understanding and appreciation of Islam in the midst of the still dominant practice of kejawen.
DINAMIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN DUKUNGAN SEBAYA DALAM KONFLIK PERAN SANTRI MAHASISWA TAHFIDZ Marlina, Cherly; Addiansyah, M. Nur Rofiq
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27673

Abstract

Santri mahasiswa menghadapi tantangan struktural dan psikologis yang khas akibat tuntutan ganda yakni memnuhi standar akademik perguruan tinggi sekaligus mematuhi disiplin ketat Pesantren, khusunya target hafalan Al-Qur’an. Tekan multidimensi ini rentan memicu disonansi kognitif dan kelelahan emosional jika tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dukungan teman sebaya sebagai mekanisme resiliensi pada santri mahasiswa yang menghadapi konflik peran ganda berupa tuntutan akademik perguruan tinggi dan kewajiban hafalan Al-Qur'an. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima santri mahasiswa di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis Kudus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal horizontal dimaknai sebagai ruang negosiasi utama dalam mengelola tekanan struktural pesantren. Melalui interaksi informal dengan teman sebaya, santri menafsirkan tekanan tersebut sebagai tantangan yang dapat dikelola, bukan semata sebagai beban. Dukungan teman sebaya dipahami sebagai relasi saling menguatkan yang membantu santri mempertahankan keberlangsungan studi dan kewajiban kepesantrenan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi interpersonal dengan menekankan pentingnya makna subjektif dan relasi teman sebaya dalam proses adaptasi konflik peran ganda santri mahasiswa.