Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI DERMAGA DENGAN METODE COST SIGNIFICANT MODEL Roring, Hence Sandi David
Jurnal Ilmiah Realtech Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v15i1.83

Abstract

Di dalam pembangunan dermaga, estimasi biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek konstruksi, di mana dalam pelaksanaan praktik konstruksi dibutuhkan beberapa macam estimasi yang berbeda di dasarkan dari tujuan penggunaan dan peruntukannya. Tahap awal perencanaan proyek pembangunan dermaga dan pada saat penyusunan anggaran proyek, jelas estimasi tidak mungkin didasarkan pada perhitungan kuantitas (volume) pekerjaan karena uraian dan spesifikasi pekerjaan belum tersusun sehingga dibutuhkan suatu model estimasi biaya yang dapat digunakan untuk prediksi total biaya pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah membuat model estimasi biaya konstruksi dermaga dengan metode cost significant model dan mengetahui tingkat akurasi model yang dihasilkan. Metode cost significant model merupakan metode pemodelan biaya konstruksi berdasarkan data historis, yang lebih mengandalkan pada harga yang paling signifikan di dalam mempengaruhi biaya total proyek sebagai dasar estimasi, yang diterjemahkan ke dalam perumusan regresi berganda. Data historis diambil dari paket pekerjaan pembangunan dermaga di provinsi Sulawesi Utara tahun 2012, 2013, 2014 dan 2017. Hasil analisis didapatkan bahwa komponen biaya pekerjaan tiang pancang (X2) merupakan komponen biaya yang signifikan mempengaruhi estimasi biaya konstruksi dermaga. Model regresi yang diperoleh yaitu Y= 1.262 X2 + 3919717.4, dengan nilai CMF rata-rata = 0,792. Nilai akurasi model antara 19,66% sampai 17,54%, berdasarkan klasifikasi AACE International, model merupakan kategori estimasi kelas 3 yang dapat digunakan untuk budget, authorization or control dalam semi detail estimasi.
DESAIN CUT AND FILL LOKASI PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT HERMINA MANADO Roring, Hence Sandi David
Jurnal Ilmiah Realtech Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v14i1.119

Abstract

Galian dan timbunan atau yang lebih dikenal di lapangan dengan istilah Cut and Fill merupakan bagian yang sangat penting dalam pengerjaan berbagai macam konstruksi. Galian dan timbunan dapat diperoleh dari peta situasi yang dilengkapi dengan garis - garis kontur atau diperoleh langsung dari lapangan melalui pengukuran sipat datar profil melintang sepanjang jalur proyek atau bangunan. Perhitungan galian dan timbunan dapat dilakukan dengan menggunakan peta situasi dengan metode penggambaran profil melintang sepanjang jalur proyek atau metode grid-grid (griding) yang meninjau galian dan timbunan dari tampak atas dan menghitung selisih tinggi garis kontur terhadap ketinggian elevasi rencana proyek. Dari hasil perhitungan pada desain cut and fill seimbang (balance) diperoleh selisih volume galian timbunan = 14.764, 43 – 14.733,44 = 30, 98 m3. Walaupun diperoleh pekerjaan cut and fill yang relatif seimbang, berdasarkan kondisi topografi kawasan yang diperoleh dari hasil pengolahan data dan pembuatan peta topografidiketahui bahwa pada kondisi seimbang (balance) elevasi tanah rencana terhadap jalan raya masih cukup tinggi yaitu = ± 4,0 m, kondisi ini dapat menyebabkan besarnya biaya talud penahantanah. Dari hasil perhitungan pada desain cut and fill elevasi tanah rencana 2,0 m diatas permukaan jalan diperoleh selisih volume galian timbunan = 37.915, 83 – 1.365,10 = 36.550, 73 m (galian). Pada elevasi 2,5 m diatas permukaan jalan diperoleh selisih volume =33.396,21 – 2.351,21 = 31.045 m3 (galian). Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa untuk desain elevasi tanahrencana 2,0 m dan 2,5 m diatas permukaan jalan, terdapat volume tanah galian yang cukup besar dan harus dibuang keluar dari lokasi pekerjaan. Hal ini dapat menyebabkan biaya pekerjaanpematangan lahan bertambah pada pembuangan tanah keluar lokasi pekerjaan.