p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Realtech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN PENGECORAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD KOTA MANADO Uguy, Richard W. V.; Karundeng, Michelle A. M.
Jurnal Ilmiah Realtech Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v16i2.138

Abstract

Pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang meliputi pembangunan, pemeliharaan, perawatan, pembongkaran dan pembangunan kembali baik keseluruhan atau sebagian pekerjaandalam bidang pekerjaan gedung maupun pekerjaan jalan dan jembatan. Di Indonesia bidang konstruksi menjadi salah satu pekerjaan yang perkembangannya sangat besar sehingga membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Setiap proyek konstruksi memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan kerja sama dari pihak terkait agar proyek tersebutberhasil. Biasanya, setiap proyek memiliki rencana dan jadwal pelaksanaan, kapan proyek harus dimulai dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Untuk mencapai tujuan proyek harus diperhatikan tiga aspek yaitu biaya, kualitas dan waktu. Ketiga aspek ini harus diperhatikan saat membuat rencana proyek konstruksi, dan perkiraan yang dibuat saat membuat rencana konstruksi harus dijadikan acuan. Seiring berjalannya waktu, terjadi ketidaksesuaian antara rencana yang direncanakan dengan pelaksanaan di lapangan, sehingga dampak yang terjadi adalah keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang disertai dengan peningkatan biaya pelaksanaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan pekerjaan pengecoran, serta menentukan solusi yang sesuai bagi masalah keterlambatan tersebut. Pekerjaan pengecoran adalah pekerjaan menuangkan beton segar ke dalam cetakan elemen struktur yang telah dipasang tulangan baja. Sebelum pekerjaan pengecoran, inspeksi pekerjaan harus dilakukan untuk memastikan bahwa bekisting dan tulangan telah dipasang sesuai rencana.Penelitian ini dilaksanakan di proyek pembangunan RSUD Kota Manado. Berdasarkan hasil penelitian, penyebab keterlambatan pekerjaan pengecoran adalah kurangnya tenaga kerja, faktor cuaca (hujan), kerusakan alat, kurangnya material, truk readymix yang terlambat datang, dan kesalahan pada saat proses pengerjaan. Solusi yang direkomendasikan adalah perencanaan manajemen resiko yang baik, pemilihan supplier pengecoran harus mempertimbangkan track record supplier, serta pengawasan pekerjaan para pekerja.
EVALUASI PERILAKU TENAGA KERJA DAN PENGGUNAAN ALAT PERLINDUNGAN DIRI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD KOTA MANADO Uguy, Richard W. V.; Karundeng, Michelle A. M.
Jurnal Ilmiah Realtech Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v17i1.139

Abstract

Penyediaan alat perlindungan diri merupakan hak dari para pegawai dan kewajiban bagi pihak manajemen K3 suatu konstruksi. APD memiliki peran yang sangat penting dalam hal perlindungan para pekerja atau pegawai. Suatu keadaan pada suatu lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaankerja di lingkungan tersebut, oleh sebab itu diperlukan pengawas bagian K3 untuk mengawasi pekerja dalam melakukan pekerjaannya dan perlu pengarahaan betapa pentingnya penggunaan APD. Pemakaian alat perlindungan diri (APD) dilakukan agar para pekerja dapat terhindar dari cidera/kecelakaan. Kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan cidera termasuk dalam ilmu kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Penggunaan APD yang disiplin dan tepat memberikan perlindungan secara optimal penggunanya, maka dari itu APD sangat berperan penting dalam sistem K3 yang baik. Penggunaan APD dapat meminimalisir potensi terjadinya suatu kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi/penerapan K3 pada bagian alat perlindungan diri dalam pelaksanaan pembangunan gedung RSUD kota Manado apakah sudah dilaksanakan semaksimal mungkin. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung RSUD Kota Manado. Berdasarkan hasil penelitian hanya 55% pekerja yang menggunakan APD secara lengkap, 55% termasuk dalam kategori cukup untuk implementasi alat perlindungan diri dalam proyek pembangunan RSUD kota Manado. Sehingga, perusahaan dan pengawas harus lebih memperhatikan dan menegur pekerja yang tidak menaati aturan penggunaan alat perlindungan diri.
PENENTUAN JENIS PEMELIHARAAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS: RUAS JALAN KELURAHAN TONDANGOW KECAMATAN TOMOHON SELATAN) Uguy, Richard W. V.; Rompis, Vanda S.
Jurnal Ilmiah Realtech Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v17i2.145

Abstract

Kerusakan jalan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu kerusakan struktural yang mencakup kegagalan perkerasan atau kerusakan dari satu atau lebih komponen perkerasan yang mengakibatkan perkerasan tidak dapat lagi menanggung beban lalu lintas, dan kerusakan fungsional yang mencakup keamanan dan kenyamanan, oleh karena itu perlu dilakukan adanya Pemeliharaan Jalan, yaitu kegiatan penanganan jalan yang meliputi perawatan, rehabilitasi, penunjangan, dan peningkatan. Metode evaluasi kerusakan jalan yang akan digunakan yaitu metode Bina Marga. Metode Bina Marga umumnya digunakan di Indonesia dapat menghasilkan nilai prosentase kerusakan jalan. Penelitian dilakukan di salah satu ruas jalan yang ada di Kelurahan Tondangow dengan panjang 100 meter dan lebar 4 meter. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan data melalui dua survey yaitu Survei Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan survei kerusakan perkerasan jalan secara manual di lapangan. Pada penelitian ini didapatkan hasil tingkat kerusakan jalan sehingga dapat ditentukan jenis pemeliharaan yang akan dilakukan. Hasil yang didapatkan yaitu tingkat kerusakan jalan mencapai 1,745% dari seluruh ruas jalan yang ditinjau, dengan jenis kerusakan diantaranya lubang, retak kulit buaya dan retak memanjang. Kerusakan ini masih termasuk dalam kerusakan ringan sehingga dimasukkan dalam program pemeliharaan rutin. Untuk mendapatkan hasil kinerja yang optimal maka perlu dilakukan pemeliharaan jalan untuk menjaga kualitas layanan jalan.