Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINJAUAN TERHADAP SIKLOID TERBALIK TERKAIT MASALAH BRACHISTOCHRONE Mohammad Lutfi
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.117

Abstract

Strategi Ekonomi Islam Dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Muslim Mohammad Lutfi
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 3 No 2 (2020): SYAR'IE
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan mengetahui strategi yang dilakukan ekonomi Islam dalam upaya membangun ketahanan ekonomi keluarga muslim. Sebagai bagian rentetan sistem ekonomi, keluarga dengan segala fungsinya harus memiliki ketahanan dalam hal ekonomi, karena akan menjadi pondasi kuat bagi ketahanan ekonomi sosial, bahkan negara. Keluarga yang secara ekonomi lemah tidak hanya mempengaruhi kualitas anggotanya, namun juga berdampak pada sistem ekonomi, keamanan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini merupakan library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Islam secara terstruktur telah merancang strategi dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga muslim, yaitu dengan cara: 1) Kewajiban memiliki sumber pendapatan dan kepemilikan aset; 2) Menjaga keseimbangan dalam pola konsumsi; 3) Sistem menjamin dalam lingkup keluarga besar/kerabat; 3) Menyiapkan sistem jaminan sosial berkeadilan.Kata kunci: Strategi, Ketahanan Ekonomi, Indikator.
OPTIMALISASI ZAKAT PROFESI PARA MUZZAKI DI BAZNAS KOTA TANGERANG Mohammad Lutfi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 4 No 1 (2021): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat dapat digunakan sebagai sarana distribusi kekayaan dari pemberi zakat (muzakki) kepada penerima zakat (mustahik). Dengan demikian zakat juga dapat digunakan sebagai media pendorong menuju tercapainya keseimbangan ekonomi secara umum, merupakan implementasi keadilan, yang bertujuan menghilangkan jurang pemisah antara muzakki dan mustahiknya. Di antara fokus pemungutan zakat oleh Baznas Kota Tangerang adalah pada zakat profesi dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) saja, padahal yang dimaksud zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada seseorang yang memiliki pekerjaan ataupun profesi dan mendapatkan penghasilan yang sudah mencapai nisab, sehingga potensi zakat profesi sebetulnya lebih luas karena mencakup mereka yang sudah bekerja atau berpenghasilan tetap.Optimalisasi potensi zakat di Baznas Kota Tangerang khususnya Zakat Profesi yang dibayarkan oleh Muzakki besar adanya dan menjadi salah satu strategi untuk mengatasi permasalah sosial yang ada di Kota Tangerang seperti penuntasan kemiskinan, solusi anak putus sekolah dimana terdapat peningkatan jumlah Muzakki dalam 3 tahun terakhir yaitu antara tahun 2017-2019 dimana rata-rata kenaikan jumlah Muzakki di Kota Tangerang pertahunnya mengalami peningkatan sebanyak 39,87 %. Faktor yang mempengaruhi meningkatnya jumlah Muzakki di Kota Tangerang diantranya adalah Kepercayaan terhadap Lembaga Pengelola Zakat Kota Tangerang itu sendiri, Regulasi yang mendukung kemudahan dan kelancaran pembayaran zakat dan Produk yang ditawarkan kepada masyarakat dari Program Baznas Kota Tangerang tersebut.
KOMPILASI REGULASI ZAKAT DAN PAJAK Mohammad Lutfi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 4 No 2 (2021): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi tentang zakat berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan zakat mengisyaratkan bahwa pembayaran zakat khususnya zakat profesi berkaitan erat dengan pengurangan pembayaran pajak yang ada di Negara Indonesia, namun dalam kenyataannya masih banyak ditemukan kejanggalan dan ketidaksinkronan dimana regulasi tersebut belum berjalan secara optimal. Zakat di beberapa Negara dapat berguna untuk mengurangi jumlah pembayaran pajak profesi yang ada sehingga rakyat merasa terbantu dengan regulasi tersebut, akan tetapi di Negara Indonesia beberapa daerah sudah mencoba menerapakan hal tersebut akan tetapi dalam prakteknya ditemukan bahwa para muzakki double payment dimana mereka disamping membayar zakat mereka juga membayar pajak, sehingga hal ini tentunya regulasi tersebut belum berjalan dengan baik. Ada beberapa temuan ketidaksinkronan pembayaran zakat yang diharapkan dapat mengurangi pembayaran pajak, diantaranya adalah kesatu, payung hukumnya yang belum baku sehingga kelegalitasannya masih dipertanyakan, kedua, belum adanya kerjasama yang intens antara lembaga yang menangani zakat dan lembaga yang menangani pajak dalam hal teknis dan administrative dan terakhir yang ketiga adalah perlu adanya sosialisasi yang intens ke pada khalayak ramai bahwa salah satu kewajiban seorang muslim dan warga yang baik adalah disamping membayar zakat juga membayar pajak. Penguatan regulasi zakat dan pajak diharapak dapat meningkatkan pembayaran zakat secara optimal dan tentunya diharapkan akan mengoptimalkan pula penerimaan pajak untuk Negara Indonesia.