Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Adaptation and Diffusion of Technological Innovations in the Kesepuhan Ciptagelar Indigenous Community of West Java Rahmat Hidayat, Agus; Utari, Prahastiwi
International Proceedings of Nusantara Raya Vol. 3 No. 1 (2024): Locality of Language, Literary, and Culture in Global Development
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the adaptation and diffusion of technological innovation in the Kesepuhan Ciptagelar Indigenous Community. This study aims to determine the diffusion process of technological innovation and the role of Kesepuhan in Ciptagelar in encouraging the application of technology by the needs and customary norms there. The descriptive qualitative method was used to describe the process of innovation diffusion in the application and development of technology in Cipta Gelar Kesepuhan. M. Rogers' innovation diffusion theory is the basis of analysis in this research which has four main elements in the innovation diffusion process: innovation, communication channels, time, and social systems. The research results show that the Ciptagelar Kesepuhan has considered the four main elements of innovation diffusion in encouraging technological adaptation and development. The Ciptagelar Kesepuhan uses a strategy that maximizes the use of the opinion of the leader, namely the Chief Adat, who is assisted hierarchically by the leadership structure there. Community media (CIGA TV and Radio Swarsa Cipta Gelar) and grand deliberations in Ciptagelar are also used as interpersonal communication utilized for communication channels. Those messages are also processed by considering the characteristics of an innovation. The obstacles in adapting innovations or technology depend on the need for benefits and compatibility with customary norms as the basis for applying technology in Kesepuhan Ciptagelar.
Analisis Kinerja Keuangan Bank Syariah Rahmat Hidayat, Agus
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2020): INKUBIS : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v2i2.6

Abstract

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 10/SEOJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Hal ini perlu dilakukan karena tingkat kesehatan bank merupakan tolak ukur bagi manajemen untuk menilai apakah bank sudah mampu melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan memenuhi semua kewajibannya dengan baik, sesuai peraturan perbankan yang berlaku. Dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang ukuran tingkat kesehatan bank, adapun kategorinya adalah sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat. Penelitian ini dilakukan pada bank syariah mandiri. Sistem pelaksanaan penilaian kesehatan dalam penelitian ini menggunakan metode CAMEL yaitu Capital, Assets, Management, Earning, dan Liquidity. Metode peniltian ini menggunakan pendekatan kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan bank. Sedangkan perhitungan masing-masing faktor menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan mengkuantifikasikan komponen-komponen yang termasuk dalam masing-masing faktor sehingga diperoleh nilai atau angka tertentu. Berdasarkan hasil perhitungan rasio permodalan selama tiga tahun, yaitu tahun 2015, 2016, dan 2017 Bank Syariah Mandiri memperoleh rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 12,85%, 14,01%, dan 15,89%, sehingga dapat dikatakan sehat. Rasio kualitas aktiva produktif (KAP) pada tahun 2015, 2016, dan 2017 sebesar 5,08%, 4,03%, dan 3,50%, sehingga dapat dikatakan sehat. Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Pada tahun 2015, 2016, dan 2017 sebesar 100% , sehingga dapat dikatakan sehat. Rasio Return On Assets (ROA) pada tahun 2015, 2016 dan 2017 sebesar 0,56%, 0,59% dan 0,59%, sehingga dapat dikatakan tidak sehat. Rasio biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO) pada tahun 2015, 2016, dan 2017 sebesar 94,78%, 94,12%, dan 94,44%, sehingga dapat dikatakan cukup sehat. Rasio LDR pada tahun 2015, 2016, dan 2017 sebesar 81,99%, 79,19% dan 77,66%, sehingga dapat dikatakan sehat. Rasio Jumlah Kewajiban Bersih Call Money terhadap Aktivitas Lancar (NCM) pada tahun 2015 sebesar 5,57% sehingga dikatakan kurang sehat sedangkan tahun 2016 dan 2017 sebesar 1,68%, dan 1,15% menunjukkan likuiditas bank ini baik.
Hubungan Disiplin dan Kreatifitas Guru dengan Produktifitas Kerja Guru Rahmat Hidayat, Agus
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2019): INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v1i2.16

Abstract

Untuk menjamin tercapainya produktifitas guru , maka diperlukan sikap disiplin dan kreatifitas guru dalam upaya menningkatkan kecerdasan peserta didik Guru dituntut untuk meningkatkan disiplin yang dapat memberikan potensi demi kelancaran tugasnya. Usaha untuk meningkatkan kreatifitas dan disiplin guru, sorang Guru pada akhirnaya akan menemukan prodiktifitas kerja secara efektif, efisien dan terjadual. di MTsN Bantarkawung Kab. Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Penelitian survey biasa digunakan untuk menerangkan suatu fenomena sosial atau suatu peristiwa sosial. Pada umumnya survey dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi dan sebagai alat pengumpul data yang pokok adalah kuesioner. Hasil Hubungan antara disiplin guru dengan produktivitas guru (rX1,X2) adalah kuat dan positif, dengan demikian hipotesis Ho ditolak dan H1 diterima. Hubungan tersebut merupakan hubungan yang linier