Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The ANALISIS HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Maya, Raden Ayu Aminah
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.425

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil masih menjadi prioritas penanganan masalah kesehatan oleh Kementerian Kesehatan. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Jarak antara kehamilan sebelumnya dan berikutnya yang pendek atau singkat, misalnya kurang dari 2 tahun, dapat meningkatkan risiko kejadian anemia pada ibu hamil. Begitu juga dengan umur ibu saat hamil, umur di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun memiliki risiko yang signifikan dengan kejadian anemia. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2017. Sampel penelitian adalah 34 orang ibu hamil yang didapatkan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi karakteristik responden dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Dari hasil uji statistik menggunakan Chi square untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan kejadian anemia, diperoleh tingkat signifikansi ρ>0.05 (ρ: 0.289) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian anemia. Dari hasil uji statis tik menggunakan Chi square untuk mengetahui hubungan antara paritas ibu dan kejadian anemia, diperoleh tingkat signifikansi ρ<0.05 (ρ: 0.041) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Diskusi: umur bukan satu-satunya faktor penyebab anemia melainkan ada faktor lain yaitu faktor dasar (sosial ekonomi, pengetahuan, pendidikan, dan budaya) dan faktor langsung (pola konsumsi tablet tambah darah, infeksi dan perdarahan. Wanita yang sering mengalami kehamilan dan melahirkan makin anemia karena banyak kehilangan zat besi, hal ini disebabkan selama kehamilan wanita menggunakan cadangan besi yang ada di dalam tubuhnya. Kata Kunci: Kejadian anemia, umur, paritas
PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEBUTUHAN SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI DESA SUNGSANG Maya, Raden Ayu Aminah
Khidmah Vol 1 No 1 (2019): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v1i1.497

Abstract

Pengabdian masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya dan kesehatan ibu hamil pada khususnya salah satunya adalah melalui pendidikan kesehatan. Di Desa Sungsang, terdapat banyak ibu hamilrata-rata kebutuhantentang kebutuhan ibu hamil selama masa kehamilan. Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya komplikasi kehamilan dan penyulit kehamilan yang berujung pada kematian maternal sehingga meningkatkan angkat kematian ibu (AKI) di Indonesia, dan salah satu faktor yang penting untuk mencegah terjadinya hal tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan pada masa kehamilan. Salah satu kegiatan Pengabdian Masyarakat, yang dilakukan adalah ”Pemeriksaan Antropometri dan Pendidikan Kesehatan Tentang Kebutuhan Selama Kehamilan Pada Ibu Hamil Di Desa Sungsang” untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran pada ibu hamil khususnya untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya dan mendeteksi dini komplikasi kehamilan yang terjadi pada ibu hamil. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2018 diikuti sebanyak 24 ibu hamil dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab serta pemeriksaan antropometri pada ibu hamil. Hasil kegiatan ini diperoleh hasil antropometri pada ibu hamil dan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan selama hamil yaitu dari rata-rata pengetahuan 4,75 menjadi 7,75. Kesimpulan kegiatan ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan terdeteksinya komplikasi kehamilan yang terjadi pada ibu
Designing a stakeholder-informed digital learning model integrating virtual reality and e-learning for complementary therapy-based postpartum preeclampsia education Rini, Susilo; Sandi, Arif Setia; Ma’rifah, Atun Raudotul; Maya, Raden Ayu Aminah
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.30532

Abstract

Background: Postpartum preeclampsia remains a significant contributor to maternal morbidity and mortality in Indonesia. Midwives, as frontline maternal health providers, are expected to deliver holistic care; however, structured learning models integrating complementary therapies within digital education platforms remain limited. Although virtual reality (VR) and e-learning have been widely applied in healthcare education, their context-sensitive integration into postpartum preeclampsia management training has not been sufficiently explored. Objective: This study aimed to explore stakeholder perspectives and to design a stakeholder-informed conceptual digital learning model integrating complementary therapies into VR- and e-learning-based midwifery education. Methods: This qualitative exploratory study involved 31 participants, including practicing midwives, educational practitioners, policymakers, and clinical and technology experts in Banyumas Regency, Indonesia. Data were collected through focus group discussions and semi-structured in-depth interviews and analyzed using thematic analysis to identify stakeholder perspectives, contextual challenges, and design requirements informing the development of a conceptual digital learning model. Results: Four interconnected themes were identified: 1) fragmented integration of complementary care; 2) the need for experiential and clinically contextualized learning; 3) digital readiness and structural constraints; and 4) the importance of institutional support and policy alignment. These findings informed the development of a stakeholder-informed conceptual framework consisting of structured curriculum modules, a nine-scene VR storyboard simulating clinical decision-making, and a mobile-accessible Learning Management System integrating complementary therapies such as lavender aromatherapy, warm foot bath, and slow-stroke back massage. Conclusion: This study provides a contextually grounded digital learning framework for integrating VR, e-learning, and complementary therapies in postpartum preeclampsia education. The proposed model offers a foundation for future pilot implementation and effectiveness studies to evaluate its impact on midwifery competencies and clinical practice.