Husnussaadah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Mutu Akademik dan Non – Akademik Pendidikan Islam Husnussaadah
El-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2020): El-idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah: (1) Mengenal definisi pondok pesantren baik secara bahasa maupun istilah (2) Apa yang dimaksud dengan manajemen mutu pendidikan ? dan 3) Bagaimana upaya Pondok Pesantren dalam meningkatkan mutu akademik dan non akademik pendidikan Islam? Artikel ini dimaksudkan: (1) Untuk mengetahui definisi pondok pesantren (2) Untuk mengetahui manajemen mutu pendidikan dan (3) Untuk mengetahui upaya pondok pesantren dalam meningkatkan mutu akademik dan non akademik pendidikan islam. Sistim pendidikan Islam Indonesia menjadi sub sistim pendidikan Nasional sebagaimana yang dicita-citakan dan pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan islam yang sangat berperan dalam memperbaiki kualitas manusia Indonesia.
Manajemen Berbasis Sekolah Husnussaadah
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2017): El-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen berbasis sekolah merupakan paradigma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Otonomi diberikan agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana dengan mengalokasikan sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. Pelibatan masyarakat dimaksudkan agar mereka lebih memahami, membantu, dan mengontrol pengelolaan pendidikan. Pada sistem manajemen berbasis sekolah, sekolah dituntut secara mandiri menggali, mengalokasikan, menentukan prioritas, mengendalikan, dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber, baik kepada masyarakat maupun pemerintah. Secara konseptual, manajemen berbasis sekolah dipahami sebagai salah satu alternatif pilihan formal untuk mengelola struktur penyelenggaraan pendidikan yang terdesentralisasi dengan menempatkan sekolah sebagai unit utama peningkatan. Konsep ini menempatkan redistribusi kewenangan para pembuat kebijakan sebagai elemen paling mendasar, untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Implementasi manajemen berbasis sekolah menuntut dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas agar dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif dan memberdayakan otoritas daerah setempat, serta mengefesienkan dan memberdayakan sistem serta menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih. Dengan demikian, dituntut kemandirian dan kreatifitas sekolah dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran di balik otonomi yang dimilikinya. Sekolah harus mampu dan bertanggung jawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
PENDIDIKAN ISLAM (Peluang Dan Tantangannya Di Era Globalisasi) Husnussaadah
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2018): El-idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses globalisasi nampaknya tidak bisa dihindari oleh setiap masyarakat dan bangsa di dunia ini. Era globalisasi adalah sebuah era di mana setiap informasi dapat diterima dan diserap oleh seluruh penduduk bumi, tanpa batas dan penghalang. Luasnya dunia sudah tidak lagi menjadi penghalang untuk penyebaran berita dan isu apapun yang up to date. Hal ini disebabkan oleh canggihnya teknologi infomasi dan komunikasi serta transportasi dan kegiatan ekonomi yang sudah memasuki pasar bebas. Melihat fenomena tersebut, pendidikan adalah faktor yang dapat dijadikan sebagai jaminan bagi pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat menghadapi tantangan global dengan era digital informasi. Demikian pula pendidikan Islam, yang lebih cenderung membawa misi religiusitas pun juga harus ikut berperan di dalamnya. Dengan membekali para generasi dengan kekuatan keimanan, ketakwaan, ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang berimbang sehingga dapat membawa para generasi tersebut pada kondisi yang siap menghadapi segala tantangan era informasi (globalisasi) bahkan menjadi agen of change dalam menyongsong pembangunan bangsa.