Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Citra Perempuan Jawa Dalam Teks Suluk Tenun Fatmawati, Andriyana; Insani, Nur Hanifah
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 2 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i2.42686

Abstract

Suluk Tenun reflects the image of Javanese women based on the background of Islamic religious traditions. Judging from the cultural feminism approach, this research uses descriptive qualitative methods and modern philology, which aims to describe the image of Javanese women listed in the text of Suluk Tenun. The data source used in this research is the text Suluk Tenun, a collection of Pura Pakualaman Library, located at pupuh VII Serat Piwulang Estri, and consists of 17 verses. The results showed that the text of Suluk Tenun was loaded with Javanese moral and cultural values. The symbols for the tools and the weaving process are used to describe the image of Javanese women in controlling their passions when they are married, such as telanjuk, kaki, kuping, kisi, and others. In the Suluk Tenun text, several images must have by a woman to be able to become a holy woman. The images are women who must be knowledgeable, able to control their passions, and able to rely on faith in God and the shari'a.
Citra Perempuan Jawa Dalam Teks Suluk Tenun Fatmawati, Andriyana; Insani, Nur Hanifah
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 2 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i2.42686

Abstract

Suluk Tenun reflects the image of Javanese women based on the background of Islamic religious traditions. Judging from the cultural feminism approach, this research uses descriptive qualitative methods and modern philology, which aims to describe the image of Javanese women listed in the text of Suluk Tenun. The data source used in this research is the text Suluk Tenun, a collection of Pura Pakualaman Library, located at pupuh VII Serat Piwulang Estri, and consists of 17 verses. The results showed that the text of Suluk Tenun was loaded with Javanese moral and cultural values. The symbols for the tools and the weaving process are used to describe the image of Javanese women in controlling their passions when they are married, such as telanjuk, kaki, kuping, kisi, and others. In the Suluk Tenun text, several images must have by a woman to be able to become a holy woman. The images are women who must be knowledgeable, able to control their passions, and able to rely on faith in God and the shari'a.
Kearifan lokal Jawa dalam Serat Mangunharja Andriyana Fatmawati; Endang Nurhayati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 1 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.981 KB) | DOI: 10.21831/hum.v25i1.33279

Abstract

Penulisan ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal Jawa dalam teks serat Mangunharja. Teks Serat Mangunharja merupakan salah satu naskah peninggalan jaman dahulu yang ditulis dengan tulisan tangan dan berwujud macapat yang menggambarkan perjalanan sesorang untuk mengadakan penelitian terhadap keadaan sungai-sungai di daerah Surakarta yang kemungkinan dapat dibendung untuk pengairan sawah dan ladang serta mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Data diambil dari teks Serat Mangunharja yang dibaca secara heuristik dan hermeneutik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, khususnya dengan membaca data, mengklasifikasi data, menafsirkan data, dan mendeskripsikan data. Validitas data menggunakan validitas semantik, sedangkan reliabilitas data menggunakan reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil kajian menunjukkan bahwa teks Serat Mangunharja memuat nilai-nilai kearifan lokal Jawa. Kearifan lokal Jawa yang ditemukan dalam Serat Mangunharja setidaknya ada enam hal, yaitu (1) pendidikan moral, (2) sifat kesatria, (3) pendidikan anak, (4) sikap masyarakat, (5) pengendalian diri, (6) kepemimpinan.Kata Kunci: kearifan lokal, kearifan lokal Jawa, Serat Mangunharja
Dokumentasi Budaya Lokal melalui Kegiatan Jagongan Naskah pada Komunitas Jangkah.id Jihan Cindy Rachmawati; Andriyana Fatmawati; Niken Ayu Kumala Sari; Astuti Nuraini
Jurnal IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2023): September
Publisher : Ikatan Pustakawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jurnal ipi.v8i2.173

Abstract

Jangkah.id sebagai komunitas budaya telah melakukan dokumentasi budaya lokal salah satunya kegiatan Jagongan Naskah. Dokumentasi budaya tersebut dilakukan atas dasar untuk melestarikan manuskrip baik dari segi fisik maupun isi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dokumentasi budaya lokal melalui kegiatan jagongan naskah pada komunitas Jangkah.id. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses dokumentasi Jagongan Naskah oleh komunitas Jangkah.id terbagi menjadi dua kegiatan, yaitu merekam dan mengelola. Kegiatan merekam dokumen dimulai dari persiapan pra-acara hingga pelaksanaan acara. Hasil dokumentasi dari kegiatan ini berupa video audiovisual, transkip video, dan buku. Sedangkan kegiatan dalam mengelola hasil dokumentasi, komunitas ini menyimpan video kegiatan Jagongan Naskah dengan menggunggah di YouTube Pura Pakualaman dan Google Drive serta mencadangkan di flashdisk.
Illegal parking and its implications for MSMEs in Yogyakarta: An information literacy perspective Andriyana Fatmawati; Haris Ahmad Daffa
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 31, No 1 (2026)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v31i1.96393

Abstract

The growth of MSMEs in Yogyakarta faces significant challenges due to the prevalence of illegal parking, which disrupts public order, urban aesthetics, and consumer accessibility. This study aims to explore the implications of illegal parking on MSMEs from an information literacy perspective and to develop an information literacy integration model to address these issues. This study employs a qualitative method with a case study approach. Six MSME actors in Yogyakarta were selected as informants. Data were collected through observation, documentation, and semi-structured interviews, and analyzed using an interactive analysis model. The researcher acted as the primary instrument, supported by an interview guide. The findings indicate that illegal parking significantly reduces customer accessibility and leads to a decline in business revenue. In addition to economic impacts, illegal parking contributes to social conflict and deteriorates the image of the area. Information literacy emerges as a key element that enables business actors to understand regulations, evaluate credible information, and engage in data-driven advocacy with local government. As a sustainable solution, this study proposes a three-phase integration model consisting of a capacity-building phase, a solution implementation phase, and a sustainability phase. The implementation of this model is projected to enhance local government revenue, mitigate social conflict, and foster a more conducive business ecosystem through active collaboration between business actors and government institutions.