p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ZOOTEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ZOOTEC

KUALITAS ILABULO MENGGUNAKAN TEPUNG SAGU DENGAN LEVEL YANG BERBEDA Nupulo, Nindi; Kalele, J.A.D.; Sembor, S.M.; Lontaan, N.N
ZOOTEC Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.105 KB) | DOI: 10.35792/zot.40.2.2020.29741

Abstract

THE QUALITY OF ILABULO USES SAGO FLOUR WITH DIFFERENT LEVELS. The study aims to evaluate the use of native chicken and starch   on   physical   and   organoleptic of ilabulo foods. This study was conducted using a complete random design (CRD), with four treatments: p1 (50 grams) p2 (100 grams) p3 (150 grams) p4 (200 grams) and five replication. Data was analyzed using anova (analysis of variance). Based on the results of data analysis that the variable of water holding capacity, moisture, flavor and taste showed non-significant differences while pH, the color, texture showed significant differences. It can be concluded that the use native chicken meat and sago flour of 100-200 grams to ilabulo food could be accepted by panelist.Keywords: native chicken, sago, ilabulo
Kajian penggunaan tepung pati biji durian (Durio zibethimus Murr) terhadap mutu organoleptik, aktivitas antioksidan, dan awal kebusukan salami Sembor, S.M.; Liwe, H.; Lontaan, N.N.; Rumerung, S.N.
ZOOTEC Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji durian (Durio zibethinus Murr) terhadap mutu organoleptik, aktivitas antioksidan dan awal kebusukan salami. Materi yang digunakan dalam penelitian ini seperti tepung biji durian, daging ayam petelur afkir, serta bumbu-bumbu (garam, bawang putih, gula, NSP, lada, jahe, pala, susu bubuk serta kultur bakteri Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus acidophillus. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan tepung biji durian P0 (0%), P1(10%), P2 (20%), P3 (30%) dan P4 (40%) setiap perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur meliputi mutu organoleptik, aktivitas antioksidan dan awal kebusukan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey.  Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa salami menggunakan tepung pati biji durian (Durio zibethinus Murr) sebagai bahan pengisi (filler) berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap mutu organoleptic, aktivitas antioksidan dan awal kebusukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa uji organoleptik baik warna, aroma, tekstur dan citarasa disukai oleh panelis. Semakin rendah aktivitas antioksidan (IC50) maka produk salami semakin baik. Daya awet paling tinggi pada perlakuan P3 yaitu 192 jam atau 8 hari pada suhu kamar. Penggunaan tepung pati biji durian pada produk salami dapat digunakan sampai 30%. Kata kunci : Biji durian, organoleptik, aktivitas antioksidan, awal kebusukan, salami
Kajian lama marinasi cuka saguer terhadap sifat fisik dan organoleptik steak daging ayam pedaging Likuayang, E.; Kalele, J.A.D.; Sembor, S.M.; Ponto, J.H.W.
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.46.1.2026.66096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan bahan marinasi berbasis kearifan lokal yaitu cuka saguer terhadap sifat fisik dan organoleptik steak daging ayam pedaging. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan waktu marinasi yaitu P0 (0 menit), P1 (15 menit), P2 (30 menit), P3 (45 menit), dan P4 (60 menit), masing-masing dengan empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi pH, daya ikat air, kadar air, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu marinasi memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH, daya ikat air, kadar air, serta karakteristik organoleptik steak daging ayam. Nilai pH menurun seiring dengan lamanya waktu marinasi, sedangkan daya ikat air dan kadar air meningkat. Berdasarkan uji organoleptik, perlakuan P1 (15 menit) menghasilkan karakteristik fisik dan sensoris terbaik yang paling disukai panelis, dengan tekstur yang lebih lembut, warna lebih menarik, aroma khas, dan rasa lebih diterima. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Cuka saguer pada lama marinasi steak daging ayam 15 menit menghasilkan sifat fisik dan organoleptik yang baik dan disukai panelis. Kata kunci: Cuka Saguer, Marinasi, Steak Ayam, Sifat Fisik, Organoleptik.