Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Jarak Sekrup terhadap Kapasitas dan Perilaku Penampang Tersusun Boks (Closed Section) Baja Canai Dingin Making, Maria Yasinta Menge; Awaludin, Ali; Supriyadi, Bambang
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2, DESEMBER 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.506 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.31503

Abstract

The capacity and behaviour of cold-formed steel built-up sections are affected by the arrangement of the connections. This study aims to determine the effect of the screw spacing to the bending capacity and behaviour of the cold-formed steel built-up box section which made from lipped-channel (1.0 mm thick, 81 mm web height, 8.5 mm lip height, upper and lower wing width 38 mm and 40 mm). A total of 19 beams with a length of 1200 mm each are subjected to pure bending moments by applying two point loads spaced 600 mm in the midspan. The screw spacing variations in the moment span are 100 mm, 150 mm, 200 mm, 250 mm, 300 mm, 328 mm, and 350 mm. The test results show the average of bending capacity of the beam test is increasing with the reduction in screw spacing while the screw configuration also affects the beam capacity. Analysis of the bending capacity using the effective width method and the direct strength method based on AISI S100-16 gives very conservative results. The failure mode of the built-up box sections were observed in the form of local buckling, distortion, and lateral-torsional buckling. 
Pemanfaatan Limbah Bottom Ash Pltu Timor-1 Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Dalam Pembuatan Beton Bastian, Marthinus Alexander; Making, Maria Yasinta Menge; Koten, Adrianus Pain
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63936

Abstract

Bottom ash merupakan residu padat hasil pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengendap di bagian dasar boiler pembakaran. Meskipun sering dikategorikan sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), bottom ash memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, terutama dalam bidang konstruki sebagai bahan campuran beton. Pengelolahan bottom ash penting dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi material bernilai guna. PLTU Timor1 merupakan salah satu dari 2 PLTU yang ada di Kupang Nusa Tenggara Timur yang dibangun pada tahun 2018 dan baru beroperasi pada tahun 2021. Dengan mulainya beropeasi PLTU Timor 1 tersebut diarasakan perlu untuk dilakukan pebelitian ini agar limbah sisa hasil produksi PLTU dapat dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan bagaimana pengaruh bottom ash sebagai bahan pengganti pasir dalam beton normal yang diukur dengan nilai slump dan mutu kuat tekan beton. Percobaan dilakukan dengan melakukan penggantian secara parsial pasir dengan bottom ash sebesar 0%,10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil pengujian diperoleh nilai slump untuk variasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% didapatkan masing-masing 11,03 cm; 10,60 cm; 10,27; 9,7 cm; dan 9,33 cm. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi persentasi bottom ash dalam menghasilkan beton workability semakin rendah. Hasil pengujian kuat tekan untuk variasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% diperoleh untuk masing-masing 11,54 MPa; 11,78 Mpa, 12,56 Mpa, 16,88 Mpa, dan 19,36 Mpa. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi persentase bottom ash sebagai bahan pengganti pasir dalam beton mutu kuat tekan beton yang dihasilkan semakin tinggi.